Paus Hilarius (juga Hilarus, Hilary; meninggal 29 Februari 468) adalah uskup Roma dari tahun 461 hingga 468.
Pada tahun 449, Hilarius menjabat sebagai utusan Paus Leo I di Konsili Efesus Kedua. Penentangannya terhadap kecaman terhadap Flavian dari Konstantinopel menimbulkan permusuhan dari Paus Dioskurus I dari Aleksandria, yang berusaha mencegahnya meninggalkan kota. Hilarius berhasil melarikan diri dan kembali ke Roma melalui jalan tidak langsung. Ia kemudian mendirikan sebuah kapel di Lateran untuk menghormati Yohanes Penginjil, yang kepadanya ia mengaitkan keselamatan perjalanannya.
Sebagian besar masa kepausannya dihabiskan untuk menjaga disiplin gerejawi sesuai dengan hukum kanonik, dan untuk menyelesaikan sengketa yurisdiksi di antara para uskup di Galia dan Spanyol.
Awal Karier dalam Gereja
Hilarius memulai karier gerejawinya sebagai diakon di bawah Paus Leo I, yang kemudian dikenal sebagai Paus Leo Agung. Dalam kapasitas ini, ia menunjukkan dedikasi yang mendalam terhadap doktrinortodoks dan kesatuan Gereja. Ia memainkan peran penting dalam melawan ajaran sesat Eutychianisme, yang menyangkal dua kodrat Kristus, yaitu kodrat ilahi dan kodrat manusiawi-Nya.
Pada tahun 449 M, Hilarius diutus oleh Paus Leo I ke Konsili Efesus yang dikenal sebagai "Sinode Pencuri." Dalam konsili ini, Hilarius berani menentang keputusan-keputusan yang mendukung Eutychianisme. Keberanian ini hampir mengorbankan nyawanya, tetapi ia berhasil kembali ke Roma dengan selamat.
Pemilihan sebagai Paus
Setelah kematian Paus Leo I pada tahun 461 M, Hilarius terpilih sebagai penggantinya. Pemilihannya diterima dengan luas karena reputasinya sebagai pembela iman yang teguh dan seorang gembala yang bijaksana.
Kepemimpinan sebagai Paus
Selama masa kepausannya, Paus Hilarius bekerja keras untuk memperkuat otoritas Gereja Roma dan menjaga kesatuan doktrin. Ia melanjutkan perjuangan melawan berbagai ajaran sesat, termasuk Monofisitisme, yang mengajarkan bahwa Kristus hanya memiliki satu kodrat ilahi.
Hilarius juga memperkuat administrasi Gereja, terutama melalui berbagai dekrit yang mengatur hubungan antara uskup dan imam di berbagai wilayah. Ia memastikan bahwa uskup yang diangkat harus disetujui oleh Tahta Suci, untuk menjaga kesatuan ajaran dan disiplin.
Karya Pastoral dan Konstruksi Gereja
Paus Hilarius dikenal sebagai seorang pembangun. Ia memerintahkan renovasi dan pembangunan beberapa gereja di Roma, termasuk Basilika Santo Yohanes Lateran, tempat kediaman resmi para paus pada masa itu. Ia juga mendirikan oratorium dan biara untuk memperkuat kehidupan rohani di kota Roma.
Surat Apostolik
Hilarius menulis beberapa surat apostolik yang menegaskan supremasi Tahta Roma dalam masalah-masalah doktrin. Surat-surat ini menjadi dasar penting bagi pengembangan doktrin primasi paus di kemudian hari.
Kematian dan Kanonisasi
Paus Hilarius wafat pada 29 Februari 468 M. Ia dimakamkan di Basilika Santo Laurensius di Roma. Meskipun ia tidak dikanonisasi secara formal, Gereja menghormatinya sebagai seorang santo karena kesalehan hidupnya dan komitmennya terhadap iman Katolik.
Warisan
Paus Hilarius dikenang sebagai seorang gembala yang setia, pembela iman yang gigih, dan seorang pembangun yang penuh visi. Pemerintahannya menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Gereja, khususnya dalam memperkokoh otoritas paus dan melestarikan doktrinortodoks.
Hari Peringatan
Hari peringatan Santo Hilarius dirayakan setiap tanggal 28 Februari di Gereja Katolik. Ia dipandang sebagai teladan iman, keberanian, dan kebijaksanaan bagi umat Kristen sepanjang masa.
Alban Butler, Paul Burns. Butler's Lives of the Saints: February, p.266. A&C Black, 1995. ISBN 9780860122517
"CATHOLIC ENCYCLOPEDIA: Pope Saint Hilarus". www.newadvent.org.
""Hilarius", Pontiffs, The Holy See".
One or more of the preceding sentences incorporates text from a publication now in the public domain: Kirsch, Johann Peter (1910). "Pope Saint Hilarus". In Herbermann, Charles (ed.). Catholic Encyclopedia. Vol. 7. New York: Robert Appleton Company. Retrieved 31 March 2019.
Chapman, John. "Dioscurus." The Catholic Encyclopedia Vol. 5. New York: Robert Appleton Company, 1909. 31 March 2019Public Domain This article incorporates text from this source, which is in the public domain.