*Daftar ini juga mencakup mereka yang tidak melabeli diri sebagai umat Theravāda, seperti mereka dalam masa prasektarian, masa awal, modernis, EBT-is, dll., tetapi sangat dipengaruhi dan/atau memengaruhi ajaran Theravāda klasik.
International Theravāda Buddhist Missionary University (bahasa Burma: အပြည်ပြည်ဆိုင်ရာ ထေရဝါဒဗုဒ္ဓဘာသာ သာသနာပြု တက္ကသိုလ်code: my is deprecated ; bahasa Indonesia: Universitas Misionaris Buddhis Theravāda Internasional), disingkat ITBMU, adalah sebuah universitasmisionarisBuddhisme aliran Theravāda bertaraf internasional yang berlokasi di Dhammapāla Hill, Mayangon Township, di Yangon, Myanmar. Universitas ini diresmikan pada bulan purnama ke-6 bulan Nadaw, 1360 Era Myanmar (9 Desember 1998).
Sejarah
Pada tahun 1998, Menteri Agama Myanmar, Mayor Jenderal Sein Htwa, adalah kepala International Theravāda Buddhist Missionary University dan bertanggung jawab atas peresmiannya. Pada bulan September 1998, ia menyambut kedatangan Sekretaris Jenderal Khin Nyunt saat ia berkunjung dan menjelaskan apa yang sedang dilakukan dalam persiapan pembukaan universitas tersebut. Persiapan tersebut termasuk memproses aplikasi dari para peserta pelatihan yang ingin diterima, mempekerjakan anggota fakultas dan staf lainnya, menyusun kurikulum, mengumpulkan buku teks, mengumpulkan panduan pengajaran, membangun gedung, dan mempersiapkan upacara pembukaan universitas.[1]
Upacara peresmian besar diadakan pada bulan purnama ke-6 bulan Nadaw, 1360 Era Myanmar (9 Desember 1998), hari Rabu, di Gua Mahã Pãsãna di Bukit Kaba-Aye, Mayangone, Yangon.[2] Pada bulan Mei 1999, sebuah pertemuan dewan Sein Htwa mencatat bahwa universitas ITBMU berstatus baru dan mengalami beberapa kesulitan, tetapi semua kesulitan tersebut pada akhirnya dapat diatasi.[3]
untuk menjauhkan diri dari perbuatan jahat dan melakukan perbuatan baik.
untuk mempromosikan empat cara hidup luhur (brahmavihāra dhamma) yang akan mengarah pada pembentukan dunia yang damai dan sejahtera.
untuk melatih lebih banyak misionaris yang diberkahi dengan moralitas yang baik, untuk menguasai literatur Piṭaka dan memiliki pengalaman dalam praktik meditasi.
Motto dari ITBMU adalah "Not to do any Evil, to do all Good, To Purify one's mind, This is the teaching of the Buddha" yang artinya "Tidak melakukan kejahatan, melakukan semua kebaikan, menyucikan pikiran, inilah ajaran Sang Buddha." Motto ini bersumber dari ayat Dhammapada.
Nasihat
Segala kegiatan akademis ITBMU juga didasarkan pada nasihat Sayadaw Mingun TipiṭakadharaBhaddanta Vicittasārābhivaṁsa:
Jangan pernah bertindak, berbicara, atau memikirkan sesuatu yang dapat menyakiti orang lain.
Jangan gunakan kata-kata kasar. Jaga pikiran Anda tetap penuh dengan cinta kasih.
Pikirkan hal-hal yang baik, lakukan apa yang benar, katakan kebenaran.
Saat ini adalah saat yang tepat. Gunakan dengan baik sampai Anda menyadari Nibbãna.
Rektor
Mendiang Dr. Bhaddanta Sīlānandabhivaṁsa (16 Desember 1927) adalah rektor pertama di International Theravāda Buddhist Missionary University. Ia dianggap sebagai guru meditasi yang sangat terampil dan cendekiawan terkenal. Ia mengajarkan meditasi Vipassanā, Abhidhamma, dan aspek-aspek lain dari Buddhisme Theravada dalam bahasa Inggris, Myanmar, Pali, dan Sanskerta. Pemerintah Myanmar menganugerahkan gelar Doktor Sastra (2000), Aggamahasaddhammajotikadvaja (1999), dan Aggamahapandita (1993). Ia meninggal pada tanggal 13 Agustus 2005 di California, AS.[4]
Dr. Bhaddanta Nandamālābhivaṁsa adalah rektor kedua. Ia lahir pada tanggal 22 Maret 1940. Ia menempuh pendidikan di Vipassanā Ghandarama Monastery, Maha Visuddharama Taik Thit di Mandalay. Ia lulus ujian agama dengan pujian. Ia memperoleh gelar Dhammacariya pada saat usianya masih enam belas tahun. Berkat prestasi gemilangnya dalam studi kitab suci, ia terus memperoleh gelar bergengsi seperti Abhivaṁsa Cetayangana Pariyatti Dhammacariya Gantavacaka, Abhivaṁsa Pariyatti Sāsanahita Dhammacariya, dan Vināya Pāli Paragu. Ia memperoleh gelar M.A. dari Universitas Kelaniya di Kolombo, Sri Lanka, dan ia menerima gelar doktor dari Universitas Magadha di India. Ia juga merupakan rektor Sitagu International Buddhist Academy di Sagaing. Oleh karena pengalamannya dalam pengajaran kitab suci, pemerintah menganugerahkan kepadanya gelar keagamaan Aggamaha Gantavacaka Pandita pada tahun 1996 dan Aggamaha Pandita pada tahun 1999.[5]
Diploma satu tahun dan gelar lainnya ditawarkan untuk mahasiswa sarjana dan pascasarjana. Gelar-gelar tersebut adalah sebagai berikut:
Program diploma satu tahun: Diploma Buddha Dhamma: (B.Dh.)
Program sarjana B.A. dua tahun: Bachelor of Arts Buddha Dhamma: B.A. (B.Dh.)
Program pascasarjana M.A. tiga tahun: Master of Arts Buddha Dhamma: M.A. (B.Dh.)
Program pascasarjana Ph.D. empat tahun: Doctor of Philosophy Buddha Dhamma: Ph.D. (B.Dh.)
Program diploma satu tahun dalam Buddha Dhamma diperkenalkan pada bulan Desember 1998.[7] Kemudian, upacara penganugerahan diploma diadakan berturut-turut selama tujuh tahun. Selama masa tersebut, gelar Diploma Buddha Dhamma (B.Dh.) telah diberikan kepada 192 mahasiswa asing dan lokal. Wisuda pertama untuk gelar Bachelor of Arts Buddha Dhamma: B.A. (B.Dh.) diadakan pada Juni 2002 dan gelar Bachelor of Arts Buddha Dhamma: B.A. (B.Dh.) juga telah dianugerahkan kepada 192 mahasiswa asing dan lokal. Program Master of Arts Buddha Dhamma: M.A. (B.Dh.) pertama kali dimulai pada tahun 2003.
Staf akademik dan mahasiswa memiliki akses mudah ke Perpustakaan Kementerian Agama Myanmar. Perpustakaan ini terletak di kompleks Pagoda Kaba Aye, dekat kampus ITBMU. Perpustakaan ini memiliki setidaknya 45.233 volume dan 12.265 manuskrip daun lontar. Berbagai langkah sedang dilakukan untuk meningkatkan fasilitas perpustakaan.
Akademik
Semester akademik
Semester pertama dimulai pada bulan Juni dan berakhir pada bulan September. Semester kedua dimulai pada bulan Desember dan berakhir pada bulan Maret. Masa liburan pada bulan April dan May di semester pertama; dan pada bulan November dan Desember di semester kedua.
Persyaratan akademik
Siapa pun, tanpa memandang jenis kelamin, ras, agama, dan kepercayaan, yang memiliki kualifikasi pendidikan yang ditentukan oleh universitas, dapat mendaftar untuk masuk. Namun, siswa diharuskan mengikuti ujian masuk yang diadakan pada minggu kedua bulan Januari (sekitar tanggal 9–11 Januari).
Setiap pelamar diploma Buddha Dhamma harus memenuhi persyaratan berikut:
Umat awam dan bikuni (juga thilashin atau aṭṭhasīlanī) yang merupakan warga negara Myanmar harus memiliki gelar sarjana muda (B.A.) atau sarjana sains (B.Sc.).
biku Myanmar harus lulus ujian Dhammacariya.
Para kandidat harus berusia di bawah 45 tahun.
Semua kandidat harus mengikuti ujian masuk yang ditentukan oleh universitas.
Para kandidat harus memiliki pengetahuan tentang kitab suci Buddhisme Theravāda.
Para kandidat harus fasih berbahasa Inggris lisan dan tulisan.
Mahasiswa harus mendatangi kedutaan tempatnya mengikuti ujian untuk mendapatkan visa keagamaan, bukan visa turis. Dengan visa keagamaan ini, mahasiswa dapat datang ke ITBMU beberapa hari sebelum semester pertama dimulai. Setelah mahasiswa internasional diterima di program diploma, Kementerian Agama Myanmar akan mengurus pengajuan visa satu tahun dan perpanjangannya. Visa akan diperpanjang setiap tahun.
Pengeluaran lainnya
Biaya kuliah, asrama, dan makan bagi mahasiswa asing akan disediakan gratis oleh universitas. Biaya perjalanan yang dikeluarkan tidak akan ditanggung oleh universitas.
Alumni di Indonesia
Berikut ini adalah daftar nama alumni ITBMU yang tersohor di Indonesia:
Bhante Ṭhitayañño Mahāthera, salah satu anggota Dewan Kehormatan Saṅgha Theravāda Indonesia. Beliau berkuliah selama 1 tahun sebagai salah satu mahasiswa angkatan kedua ITBMU.[8]
Ashin Kusaladhamma, pembimbing spiritual Yayasan Satipaṭṭhāna Indonesia. Beliau meraih gelar Buddha Dhamma dan dianugerahi medali emas sebagai lulusan terbaik pada tahun 2004 oleh Pemerintah Myanmar.[9]
Ashin Kheminda, pembimbing spiritual Yayasan Dhammavihāri. Beliau memperoleh medali emas sebagai lulusan terbaik pada tahun 2008 oleh Pemerintah Myanmar.[10][11]
Bhikkhu Ñāṇukkaṁsa, pembimbing spiritual Pusdiklat Dhammarakkhita (Yayasan Dhammika Kalyāṇasahāya). Sejak tahun 2008, beliau berkuliah selama 1 tahun hingga memperoleh gelar Diploma of Buddhist.[12]
Aryanto Firnadi, M.A. (B.Dh.), tenaga pendidik di STAB Kertarajasa. Dia mengambil program pendidikan S1 Buddhist Studies dan lulus pada tahun 2004, dilanjutkan program pendidikan S2 Buddhist Studies dan lulus pada tahun 2008.[13]
Kadek Yudi Murdana, M.A. (B.Dh.), tenaga pendidik di STAB Kertarajasa. Dia mengambil program pendidikan S2 Buddha Dhamma (Abhidhamma) dan lulus pada tahun 2015.[14]