Phra Bat Somdet Phra Poramenthramaha Mongkut Phra Chom Klao Chao Yu Huacode: th is deprecated
Phra Bat Somdet Phra Poramenthramaha Mongkut Phra Chom Klao Chao Yu Hua (bahasa Thai:พระบาทสมเด็จพระปรเมนทรมหามงกุฎฯ พระจอมเกล้าเจ้าอยู่หัวcode: th is deprecated ), atau Rama IV, dikenal oleh negara asing sebagai Raja Mongkut (18 Oktober 1804–1 Oktober 1868) adalah raja keempat dari Kerajaan Siam (Thailand) di bawah Dinasti Chakri. Ia memerintah dari tahun 1851 hingga tahun 1868. Dia adalah salah satu raja yang paling dihormati negaranya.
Pemerintahan Raja Mongkut ditandai dengan munculnya keinginan modernisasi yang pesat dan keterlibatan diplomatik, yang memainkan peran penting dalam membentuk arah kemajuan bangsa Siam dan hubungan internasional. Pada masa pemerintahannya, Kerajaan Siam pertama kali merasakan tekanan ekspansionisme Barat. Raja Mongkut merangkul inovasi Barat dan mulai melakukan reformasi teknologi, sains, dan budaya sehingga beliau mendapat gelar anumerta "Bapak Sains dan Teknologi" di Siam. Perkiraannya yang akurat tentang gerhana matahari total pada tanggal 18 Agustus tahun 1868 — yang kemudian dijuluki "gerhana Raja Siam" — menunjukkan ketajaman ilmiah sang raja dan menjadi simbol keterlibatan Kerajaan Siam dengan sains modern.
Raja Mongkut juga terkenal karena mengangkat adik laki-lakinya, Pangeran Chutamani, sebagai Raja Muda, bergelar Raja Pinklao pada tahun 1851. Sang raja memberikan titah kepada negara bahwa Raja Pinklao harus dihormati dengan kehormatan yang sama seperti dirinya (seperti yang dilakukan dahulu oleh Raja Naresuan terhadap saudaranya Pangeran Ekathotsarot pada tahun 1583). Selama masa pemerintahan Raja Mongkut juga, kekuasaan Keluarga Bunnag mencapai masa puncaknya. Keluarga ini lalu membentuk wangsa keluarga bangsawan paling berkuasa di Siam.
The King's ThaiDiarsipkan 2012-02-13 di Wayback Machine.: Entry to Thai Historical Data – Mongkut's Edicts maintained by Doug Cooper of Center for Research in Computational Linguistics, Bangkok; accessed 2008-07-11.