Penyebaran Buddhisme
Pada tahun 1929, ia mewakili Sri Lanka pada upacara pembukaan vihara Mulagandhakuti yang baru di Sarnath, India,[1] dan pada tahun 1934 ia mengunjungi Nusantara (wilayah yang di kemudian hari dikenal sebagai Indonesia), menjadikannya sebagai biku Theravāda pertama yang datang ke sana dalam kurun waktu lebih dari 450 tahun setelah jatuhnya kerajaan Hindu-Buddha terakhir di kepulauan tersebut.[2] Pada kesempatan tersebut, ia menanam dan memberkati sebuah pohon bodhi di sisi tenggara Borobudur pada tanggal 10 Maret 1934, dan beberapa umat awam setempat dilantik secara resmi (visuddhi) menjadi upasaka-upasika. Kemudian, pada perayaan Waisak tahun 1959, ia menahbiskan beberapa upasaka menjadi samanera (calon biku).[3] Sejak saat itu, ia bepergian ke berbagai negara untuk melakukan pekerjaan misionaris: Taiwan, Kamboja, Laos, Vietnam Selatan, Singapura, Jepang, Nepal, dan Australia. Pada tahun 1956, ia mengunjungi Britania Raya dan Amerika Serikat, serta berceramah di hadapan kerumunan besar di Monumen Washington. Pada tanggal 2 November 1960, Narada Maha Thera membawa sebuah pohon bodhi ke wihara Vietnam Selatan, Thích Ca Phật Đài, dan melakukan banyak kunjungan ke negara tersebut selama tahun 1960-an.
Bersama dengan tokoh-tokoh lainnya (seperti Piyadassi Mahāthera), ia berkontribusi pada populerisasi ceramah Dhamma bergaya bana (Sinhala: බණ), yakni metode khotbah yang lebih membumi dan praktis, pada tahun 1960-an; dan membawa ajaran Buddha "ke dalam kehidupan sehari-hari kelas menengah kebarat-baratan di Sri Lanka".[4]