Kebikuan dan guru
Pada tahun 1923 (tujuh tahun setelah penahbisannya), ia meninggalkan vihara dan menghabiskan empat tahun dalam kesunyian. Ia mempraktikkan (dan kemudian mengajarkan) teknik ānāpānasati (perhatian-penuh pada napas masuk dan napas keluar). Ia mengatakan bahwa dengan melakukan praktik ini hingga tingkat konsentrasi (samādhi) yang sangat dalam, seseorang mampu mengembangkan vipassanā (pandangan terang) terhadap karakteristik esensial dari semua pengalaman: anicca (ketidakkekalan), anattā (tanpa-inti/tanpa-diri), dan dukkha (ketidakpuasan).
Menurut Roger Bischof, sekembalinya dari empat tahun masa pengasingannya, ia berkata mengenai ānāpānasati:
"Ini adalah jalan pintas menuju Nibbāna, siapa pun dapat menggunakannya. Ini tahan terhadap penyelidikan dan sesuai dengan ajaran Buddha sebagaimana dilestarikan dalam kitab suci. Ini adalah jalan lurus menuju Nibbāna." Y.M. Webu Sayadaw terkenal karena ketekunannya yang tak kenal lelah dalam bermeditasi dan menghabiskan sebagian besar waktunya dalam kesunyian. Ia diyakini sebagai seorang arahant (yang telah mencapai pencerahan penuh).
Selama lima puluh tujuh tahun pertama kehidupannya, Y.M. Webu Sayadaw tinggal di Burma atas, membagi waktunya di antara tiga pusat meditasi di area yang kecil. Setelah perjalanan pertamanya ke Rangoon (kini Yangon) pada tahun 1953 untuk mengunjungi International Meditation Centre atas undangan Sayagyi U Ba Khin, ia menyertakan Burma selatan ke dalam perjalanannya, berkunjung ke sana untuk mengajar dan bermeditasi dari waktu ke waktu. Ia juga melakukan ziarah ke India dan Sri Lanka. Y.M. Webu Sayadaw menghabiskan hari-hari terakhirnya di pusat meditasi di desa tempat ia dilahirkan. Ia wafat pada tanggal 26 Juni 1977, pada usia delapan puluh satu tahun.