Bumi (Dewanagari: भूमि; ,IAST: Bhūmi,; alias Budewi, Darani, dan Wasundara) adalah nama seorang dewi dalam agama Hindu, sekaligus personifikasi dari planet Bumi. Atributnya yang paling awal termaktub sebagai Pertiwi dalam pustaka Weda, meskipun berangsur-angsur peran serta penggambarannya mengalami perubahan.[3]
Dewi Bumi terutama dikisahkan dalam wiracarita Hindu Mahabharata, serta dalam berbagai kitab Purana. Menurut tradisi perguruan Waisnawa, dia merupakan istri kedua Dewa Wisnu (istri yang lainnya adalah Laksmi [Sri] dan Niladewi). Menurut mitologi Hindu, awatara ketiga Wisnu yang bernama Waraha menyelamatkannya dari perundungan yang dilakukan asura Hiranyaksa, kemudian menikahinya setelah penyelamatan tersebut. Mereka berdua dikaruniai putra yang diberi nama Anggaraka (Manggala). Bumi juga melahirkan Narakasura akibat terkena pengarh dari Hiranyaksa. Dalam wiracarita Ramayana, sang dewi disebutkan sebagai ibu bagi Sinta, tokoh utama wanita.[4]
Menurut kitab Bhagawatapurana, Bumi berinkarnasi sebagai Satyabama―salah satu istri Kresna―untuk membantu Kresna mengalahkan Narakasura. Salah satu Alvar yang bernama Andal dipercaya sebagai awatara dari Dewi Bumi. Dalam tradisi Waisnawa tertentu, Bumi diyakini sebagai istri kedua Wisnu (selain Laksmi), sedangkan menurut perguruan lainnya seperti Sri Waisnawa, Bumi dipercaya sebagai aspek dari Laksmi itu sendiri.[5]
Dalam ikonografi, Bumi digambarkan memegang teratai biru, dan seringkali digambarkan berdampingan bersama Wisnu dan Laksmi, atau dengan Waraha. Dia terutama dipuja di India Selatan.[3]