Bahasa Manggarai masih aktif dituturkan sebagai bahasa ibu oleh kebanyakan orang Manggarai. Akan tetapi, di abad ke-21 telah ada sejumlah "keluarga lebih senang jika anak tidak (bisa) berbahasa Manggarai."[7]
Dialek
Bahasa Manggarai memiliki beberapa subbahasa atau dialek lagi, antara lain;
↑Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2023). "Bahasa Manggarai". Glottolog 4.8. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. ; ;
↑"Bahasa Manggarai". www.ethnologue.com (dalam bahasa Inggris). SIL Ethnologue.
Verheijen, Jilis A.J. (1967). Kamus Manggarai. Vol.I: Manggarai – Indonesia. s'Gravenhage: Martinus Nijhoff.
Verheijen, Jilis A.J. (1970). Kamus Manggarai. Vol.II: Indonesia – Manggarai. s'Gravenhage: Martinus Nijhoff.
Verheijen, Jilis A.J. (1987). Pulau Komodo: tanah, rakyat, dan bahasanya. Jakarta: Balai Pustaka.
Verheijen, Jilis A. J.; Grimes, C. E. (1995). "Manggarai". Dalam D.T. Tryon (ed.). Comparative Austronesian Dictionary: An Introduction to Austroneasian Studies (dalam bahasa Inggris). Berlin: Mouton de Gruyter. hlm.585–592.