Beberapa pesan mungkin terpotong pada perangkat mobile, apabila hal tersebut terjadi, silakan kunjungi halaman iniKlasifikasi bahasa ini dimunculkan secara otomatis dalam rangka penyeragaman padanan, beberapa parameter telah ditanggalkan dan digantikam oleh templat.
Bahasa Mentawai dikategorikan sebagai C5 Developing menurut SIL Ethnologue, artinya bahasa ini mengalami peningkatan jumlah penutur dari waktu ke waktu
Perhatian: untuk penilai, halaman pembicaraan artikel ini telah diisi sehingga penilaian akan berkonflik dengan isi sebelumnya. Harap salin kode dibawah ini sebelum menilai.
Cari artikel bahasaCari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
Halaman bahasa acak
Bahasa Mentawai adalah sebuah bahasa dari rumpun Austronesia yang dipertuturkan di Kepulauan Mentawai,[3] lepas pantai Sumatera Barat. Jumlah penutur bahasa ini sekitar 64.000 jiwa.
Berikut merupakan dialek dalam bahasa Mentawai:[3]
Dialek Siberut Utara, dituturkan di Desa Monganpoula, Kecamatan Siberut Utara.
Dialek Siberut Selatan, dituturkan di Desa Maileppet, Kecamatan Siberut Selatan.
Dialek Sipora atau Sioban, dituturkan di Desa Sioban, Kecamatan Sipora, dan Desa Makalo, Kecamatan Pagai Selatan.
Dialek Sikakap, dituturkan di Kecamatan Pagai Utara.
Isolek Mentawai merupakan sebuah bahasa dengan persentase perbedaan berkisar 81%—100% jika dibandingkan dengan bahasa Batak dan Minangkabau.[4]
Fonologi
Berikut merupakan catatan singkat mengenai fonologi bahasa Mentawai:[3]
Memiliki 33 fonem segmental.
Memiliki 21 fonem konsonan.
Memiliki 5 fonem vokal.
Memiliki 7 diftong.
Tradisi Sastra Lisan Bahasa Mentawai
Dalam bahasa Mentawai ditemui beberapa tradisi sastra lisan, diantaranya ialah cerita rakyat.[5]
Kisah Sieggek Mulalaibi
Kisah Simaok-Maok
Kisah Sieimusasa
Kisah Sipururura
Kisah Sitoulu-Toulu
Kisah Turugouk-Gouk
Kisah Si Kobbut-Kobbut
Kisah Kerek Pagetasabbou
Tradisi Sastra Bahasa Mentawai: Pasikat
Pasikat merupakan tradisi sastra bahasa Mentawai, yaitu pantun khas yang berasal dari Kepulauan Mentawai.[3] Pasikat masih sangat digemari dan terus dilestarikan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Mentawai.
Referensi
↑Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2023). "Bahasa Mentawai". Glottolog 4.8. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. ; ;
↑"Bahasa Mentawai". www.ethnologue.com (dalam bahasa Inggris). SIL Ethnologue.
1234Lenggang, Zainuddin, dkk (1978). Bahasa Mentawai. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
↑Gani, Rizanur, dkk (1993). Sastra Lisan Mentawai(PDF). Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. ISBN979-459-360-0.Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)