Perhatian: untuk penilai, halaman pembicaraan artikel ini telah diisi sehingga penilaian akan berkonflik dengan isi sebelumnya. Harap salin kode dibawah ini sebelum menilai.
Berikut ini beberapa tradisi sastra lisan dalam bahasa Melayu Serdang:[2]
Kisah Puteri Burung Kuau
Kisah Puteri Buluh
Kisah Puteri Melur
Kisah Puteri Pucuk Kecubung
Kisah Panglima Bukit Cermin
Fonologi
Fonologi dalam bahasa Melayu dialek Serdang secara singkat adalah sebagai berikut:[3]
sebelas bunyi vokoid
dua diftong
Kosakata
Glosa
Bahasa Melayu Serdang
suami
laki
istri
bini
ayah
abah
ibu
emak
kakak perempuan
akak
kakak laki-laki
abang
paman
uwak, uwak laki
bibi
uwak, uwak puan
kakek
atok
nenek
nenek
Sintaksis
Berdasarkan Strukturnya, frasa dalam bahasa Melayu Serdang dapat dikelompokkan menjadi 2 tipe yaitu Frasa Endosentrik yang terdiri dari Frasa Endosentrik Atribut, Frasa Endosentrik Koordinatif dan Frasa Endosentrik Apositif. Selanjutnya, Frasa Ekosentrik terdiri dari Frasa Ekosentrik Predikat, Frasa Ekosentrik Objektif, Frasa Ekosentrik Direktif dan Frasa Ekosentrik Konektif.[3]
↑Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1990). Fungsi dan Kedudukan Sastra Lisan Melayu Serdang. Jakarta. Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
12Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1995). Struktur Bahasa Melayu Serdang. Jakarta. Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)