Bahasa Uruangnirin dikategorikan sebagai C6b Threatened menurut SIL Ethnologue, artinya bahasa ini mulai terancam dan mengalami penurunan jumlah penutur dari waktu ke waktu
Peta ini menggunakan properti koordinat yang mewajibkan Anda untuk mengaktifkan JavaScript maupun Scribunto eksternal. Titik mungkin saja tidak tertampil di peramban Anda maupun saat Anda menekan gambar ini.
Cari artikel bahasaCari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
Halaman bahasa acak
Bahasa Uruangnirin (Ruangnirin, Wangnirin) adalah sebuah bahasa dalam rumpun bahasa Austronesia yang dituturkan di pesisir barat di Kepulauan Karas, Semenanjung Bomberai, Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Kepulauan Karas sendiri terdiri dari tiga pulau. Bahasa ini digunakan di kedua pulau sebelah timur, sedangkan bahasa Kalamang (bahasa papua) digunakan di Pulau Karas, pulau terbesar yang berbentuk angka delapan, di dua kampung, Kampung Antalisa (disebut Pinggor dalam bahasa Uruangnirin) dan Kampung Mas. Terdapat setidaknya dua dialek, orang Tarak-Tumberwasak menyebut uruang yang berarti "kampung/tempat" (serumpun dengan kata ruang dalam bahasa Indonesia), sedangkan dialek faur/kiaba menggunakan wang atau rwang.[4]
Pengguna Uruangnirin tersebar di empat kampung berupa:
Kampung Tarak (Pulau Tarak)
Kampung Tumberwasak, atau Nusa dalam bahasa Uruangnirin (Pulau Tarak)
↑Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2023). "Uruangnirin". Glottolog 4.8. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. ; ;