Rumpun bahasa Melayu-Polinesia Tengah (merah). (Hitam adalah Garis Wallace.) Dalam pengertian Grimes & Edwards', lebih banyak Semenanjung Bomberai di timur laut disertakan.
Perhatian: untuk penilai, halaman pembicaraan artikel ini telah diisi sehingga penilaian akan berkonflik dengan isi sebelumnya. Harap salin kode dibawah ini sebelum menilai.
Blust mengusulkan agar rumpun bahasa Melayu-Polinesia Tengah membentuk suatu pertautan, yang berarti bahwa rumpun bahasa ini mempunyai nenek moyang yang sama dan banyak reka baru yang bertumpang-tindih, tetapi tidak ada yang dijumpai dalam semua bahasa Melayu-Polinesia Tengah.[4]
Grimes & Edwards mendapati bahwa kesamaan antara kelompok bahasa Melayu-Polinesia Tengah yang dapat dibuktikan adalah karena substrat dan kontak Papua, dan mengusulkan kelompok-kelompok ini sebagai cabang bahasa Melayu-Polinesia yang berdiri sendiri.[5]
Rujukan
↑Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2023). "Melayu-Polynesia Tengah". Glottolog 4.8. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. ; ;
↑Blust, Robert (1993). "Central and Central-Eastern Malayo-Polynesian". Oceanic Linguistics. 32 (2): 241–293. doi:10.2307/3623195. JSTOR3623195.
↑Adelaar, Alexander (2005). "The Austronesian languages of Asia and Madagascar: a historical perspective". Dalam Adelaar, K. Alexander; Himmelmann, Nikolaus (ed.). The Austronesian Languages of Asia and Madagascar. London: Routledge.