Bahasa Laiyolo dikategorikan sebagai C6b Threatened menurut SIL Ethnologue, artinya bahasa ini mulai terancam dan mengalami penurunan jumlah penutur dari waktu ke waktu
Perhatian: untuk penilai, halaman pembicaraan artikel ini telah diisi sehingga penilaian akan berkonflik dengan isi sebelumnya. Harap salin kode dibawah ini sebelum menilai.
Cari artikel bahasaCari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
Halaman bahasa acak
Bahasa Laiyolo (Loa’) adalah bahasa Austronesia yang dituturkan di Bontosikuyu, Kepulauan Selayar, yang terletak di lepas pantai selatan Sulawesi, Indonesia.[7] Menurut pengakuan penutur bahasa Laiyolo, wilayah tutur bahasa ini berbatasan dengan wilayah tutur bahasa Selayar di sebelah utara; wilayah tutur bahasa Bajo, Lowa (dialek dari bahasa ini), dan Selayar di sebelah selatan.[7]
Barang-Barang merupakan varietas dari bahasa Laiyolo.[8] Bahasa ini dituturkan setidaknya oleh 1.000 jiwa.[9]
Perbandingan bahasa
Berdasarkan hasil penghitungan dialektometri, isolek Laiyolo merupakan sebuah bahasa dengan persentase perbedaan berkisar antara 85%–100% jika dibandingkan dengan bahasa-bahasa lainnya di Sulawesi Selatan, misalnya dengan bahasa Bajo, Bonerate, dan Makassar (dialek Selayar).[7] Bahasa Laiyolo berbeda dengan bahasa Selayar, terdapat beberapa perbedaan di antara keduanya terutama pada kosakata.
Kondisi kebahasaan
Bahasa Laiyolo dikategorikan sebagai bahasa yang terancam punah, disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya tingkat umur penutur yang didominasi oleh kalangan lanjut usia sedangkan kalangan muda sudah tidak menuturkannya lagi.[10]
Kosakata
Berikut ini beberapa contoh kosakata dalam bahasa Laiyolo.[11]
aku 'saya'
rua 'dua'
ito 'orang'
kiyau 'anjing'
kutu 'kutu'
tafa 'daun'
kuli 'kulit'
buku 'tulang'
mata 'mata'
apu 'api'
Referensi
↑Mead, David. (2003). "Evidence for a Celebic supergroup." In Lynch, John (ed.). Issues in Austronesian historical phonology, pp. 115-141. Canberra: Australian National University. (Pacific Linguistics 550)
↑Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2023). "Laiyolo". Glottolog 4.8. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. ; ;
↑Laidig, Wyn D. and Maingak, Sahabu Dg. 1999. Barang-barang phonology: a preliminary description. In Wyn D. Laidig (ed.), Studies in Sulawesi linguistics, part VI, 46-83. Jakarta, Indonesia: Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya.