Bahasa Kubu dikategorikan sebagai C6b Threatened menurut SIL Ethnologue, artinya bahasa ini mulai terancam dan mengalami penurunan jumlah penutur dari waktu ke waktu
Perhatian: untuk penilai, halaman pembicaraan artikel ini telah diisi sehingga penilaian akan berkonflik dengan isi sebelumnya. Harap salin kode dibawah ini sebelum menilai.
Cari artikel bahasaCari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
Halaman bahasa acak
Ragam-ragam bahasa Kubu di setiap daerah bisa jadi lebih dekat dengan ragam Melayik lain yang dituturkan di sekitarnya alih-alih membentuk satu kelompok yang padu. Ragam Kubu di Sumatera Selatan, misalnya, memiliki kesamaan kosakata yang tinggi dan berbagi inovasi fonologis dengan ragam dari rumpun Musi yang wilayah tuturnya melingkungi wilayah tutur ragam Kubu Sumsel.[6]
Penamaan Kubu dalam bahasa Melayu memiliki makna peyorasi seperti primitif, bodoh, kafir, kotor dan menjijikan. Sebutan Kubu telah telanjur populer terutama oleh berbagai tulisan pegawai kolonial dan etnografer pada awal abad ini. Sedangkan pemerintah Provinsi Jambi menamakan kelompok masyarakat yang tinggal di dalam hutan dan tidak menganut norma yang sama dengan masyarakat Melayu ini dengan sebutan Suku Anak Dalam yang memiliki makna orang terbelakang yang tinggal di pedalaman.[7]
Ragam bahasa Orang Rimba saat ini berada diambang kepunahan. Banyak faktor yang memengaruhi hal tersebut. Hutan di Jambi yang semakin sempit akibat dibatat perambah, membuat warga SAD kehilangan rumah dan sumber pangan, sehingga mereka harus keluar hutan untuk bertahan hidup.[8]
Penutur
Penutur ragam Orang Rimba tersebar setidaknya di beberapa rombong masyarakat adat berikut:[2]
Tumenggung Nangkus
Tumenggung Grip
Tumenggung Meladang
Tumenggung Jelitai
Tumenggung Celitai
Tumenggung Ngadap
Tumenggung Bebayang
Tumenggung Bepayung
Tumenggung Nyenong
Tumenggung Girang
Tumenggung Ngamal
Tumenggung Penyurau
Tumenggung Afrizal
Referensi
↑Mira, Gustia, dkk (2021). Kamus Melayu Jambi Dialek Suku Anak Dalam - Indonesia. Jambi: Kantor Bahasa Provinsi Jambi. ISBN978-623-98190-7-1. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
12Buliyansih, Asri, dkk (2018). Kamus Praktis Bahasa Orang Rimba / Suku Anak Dalam (SAD). Sarolangun: Balai Taman Nasional Bukit Duabelas. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
↑Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2023). "Bahasa Kubu". Glottolog 4.8. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. ; ;
↑"Bahasa Kubu". www.ethnologue.com (dalam bahasa Inggris). SIL Ethnologue.
↑McDowell, Jonathan; Anderbeck, Karl (2020). The Malay Lects of Southern Sumatra. JSEALS Special Publication. Vol.7. University of Hawai'i Press. hdl:10524/52473.
↑Suprayitno, Teguh (2 Desember 2014). Rachmawan, Deddy (ed.). "Dialek SAD Diambang Kepunahan". Tribun Jambi. Diarsipkan dari asli tanggal 2024-05-15. Diakses tanggal 15 Mei 2024. Dengan beberapa penyuntingan kecil