Bahasa Banggai dikategorikan sebagai C7 Shifting menurut SIL Ethnologue, artinya sebagian atau kebanyakan penutur mulai beralih menuturkan bahasa lain dalam kesehariannya atau bahasa ini telah tergeser oleh bahasa besar lainnya
Bahasa Banggai memiliki sistem kata ganti (pronomina) yang sangat kaya dan terstruktur, di mana bentuk kata ganti berubah secara dinamis bergantung pada fungsinya dalam kalimat. Tabel tersebut menunjukkan bahwa pronomina tidak hanya berfungsi sebagai Subjek & Objek (contoh: Iyaku, Iko, Iyana), tetapi memiliki variasi bentuk yang kompleks untuk menyatakan kepemilikan (posesif).[5]
Keunikan utamanya terletak pada pembagian jenis kepemilikan, yaitu:[6]
Kepemilikan Biasa (Simple/Prefiks): Menggunakan awalan, seperti Nanggu- atau Daku-, digunakan untuk kata benda biasa misalnya: Nanggu Handphone, Nanggu Kalambi
Kepemilikan Mendalam (Sufiks): Menggunakan akhiran yang melekat pada kata, seperti -Nggu atau -No, yang di gunakan untuk kata benda mendalam dalam bahasa Banggai untuk kepemilikan mendalam dan kepemilikan bagian tubuh. misalnya: Tinanggu (Ibuku), Limanggu (Tanganku), Matanggu (Mataku), Noanggu (Hatiku)
Pembedaan Inklusif/Eksklusif: Seperti banyak bahasa Austronesia lainnya, Bahasa Banggai membedakan antara "Kita" (Ikita - lawan bicara termasuk) dan "Kami" (Ikami - lawan bicara tidak termasuk).
ID
Subject & Objek
MID - /
KepemilikanBiasa Simple
Kepemilikan
(Biasa)prefiks
Kepemilikan
(Mendalam)sufiks
Kepemilikan
AKU
IYAKU
KU / NGGU
NANGGU / DAKU -
- NGGU
KOONGGUNA
KAMU
IKO
MU
KOMU -
- MU
KOOMUNA
KALIAN
IKOMUYU / IKOMIU
PO
KOPO -
- MUYU / MIU
KOOMUYU
KITA
IKITA
NDA
KONDA -
- NGGITA
KOONGGITA
KAMI
IKAMI
MAI
KOMAI -
- NGGAMI
KOONGGAMI
MEREKA
IYOILA / YANILA
MPAI
KOMPAI -
- NOILA / NILA
KOONILA / KOILA
DIA
IYANA
NA
KONA -
- NO
KOONA
Keunikan pola bahasa Banggai
Pola dalam bahasa Banggai tergolong unik. Salah satunya adalah penggunaan kata 'in' atau 'di' dalam bahasa Indonesia. Kata 'in' ini bisa berperan sebagai prefiks dan juga infiks dalam wilayah tutur Bulagi dan sekitarnya. Berikut contoh penggunaan 'in' sebagai prefiks dan penggunaan 'in' sebagai infiks;
Bahasa Banggai kata dasar (Terjemahan Indonesia)
In sebagai prefiks
In sebagai infiks
Terjemahan
Bhs Indonesia yang terafiksasi
kibut (cabut)
k(in)ibut = kinibut
dicabut
abos (simpan)
in+abos = inabos
disimpan
sepa (tendang)
s(in)epa = sinepa
ditendang
umbas (pukul)
in+umbas = inumbas
dipukul
longol (dengar)
l(in)ongol = linongol
didengar
iyas (suka)
in+iyas = i
Iniyas
disukai
lambin (gendong)
l(in)ambin = linambin
digendong
ala (ambil)
in+ala = inala
diambil
laup (tampar)
l(in)aup = linaup
ditampar
unggal (cari)
in+unggal = inunggal
dicari
Penjelasan
Dalam kata-kata yang berawalan konsonan, 'in' akan berlaku sebagai prefiks. Sedang untuk kata-kata yang berawalan vokal, ia akan berlaku sebagai infiks.[7]
↑Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2023). "Banggai". Glottolog 4.8. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. ; ;
↑"Bahasa Banggai". www.ethnologue.com (dalam bahasa Inggris). SIL Ethnologue.
↑Bergh, J. D. van den. 1953. Spraakkunst van het Baanggais. s'Gravenhage: Nijhoff.