Peta yang menunjukkan persebaran bahasa-bahasa di Kalimantan. Penuturan bahasa Bukit ditunjukkan oleh angka 14. Silakan geser peta ini untuk melihat angka-angka yang ada.
Perhatian: untuk penilai, halaman pembicaraan artikel ini telah diisi sehingga penilaian akan berkonflik dengan isi sebelumnya. Harap salin kode dibawah ini sebelum menilai.
Den Hamer cenderung berpendapat bahwa bahasa yang dipakai oleh orang Bukit yaitu penduduk pedalaman pegunungan Meratus merupakan salah satu subdialek Banjar Hulu pula.[4]
Bahasa Bukit no. 14
Bahasa Banjar
Bahasa Bukit
Bahasa Indonesia
tawing
dinding
dinding
banih
padi
padi
anum
muda
muda
lawang
pintu
pintu
janar
kunyit
kunyit
hayam
hayam/hamanuk
ayam
aruh
aruh
kenduri
ganal
bantai
besar
bukah
bukah
lari
hual
hual
tengkar
aray
himung
senang
Bahasa Labuhan
Bahasa Labuhan adalah bahasa Bukit yang dituturkan oleh Dayak Labuhan (Dayak Meratus yang beragama Hindu, Kristen Protestan dan Kristen Pantekosta [5]) yang mendiami desa Labuhan dan sekitarnya.[6][7]
↑Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2023). "Bahasa Bukit". Glottolog 4.8. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. ; ;
↑"Bahasa Bukit". www.ethnologue.com (dalam bahasa Inggris). SIL Ethnologue.
↑(Indonesia) Ismail, Abdurachman (1979). Bahasa Bukit. Vol.28. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. hlm.12.
↑Suryadikara, Fudiat (1984). Geografi dialek bahasa Banjar Hulu. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. hlm.20.