Perhatian: untuk penilai, halaman pembicaraan artikel ini telah diisi sehingga penilaian akan berkonflik dengan isi sebelumnya. Harap salin kode dibawah ini sebelum menilai.
Penggunaan variasi verba bahasa Melayu Sanggau juga harus memperhatikan beberapa aspek yang berkaitan dengan konteks ketika sebuah percakapan tersebut muncul. Aspek yang dimaksud antara lain, siapa penutur dan lawan tutur, teman sebaya atau bukan, dan konteks situasi dan kondisi ketika tuturan tersebut muncul. Semua ini harus menjadi pertimbangan ketika akan menggunakan bahasa Melayu Sanggau karena berbagai variasi bahasa, khususnya verba menuntut ketepatan penggunaannya dengan aspek yang sudah disebutkan di atas ditambah lagi beberapa kosakata Melayu Sanggau memiliki multiarti yang harus dipahami secara saksama. Contoh kata multiarti dalam bahasa Melayu Sanggau ialah perkataan dirik (diri'), dirik dapat diartikan sebagai kamu/anda, dapat juga diartikan sebagai diri (sendiri/own), serta dapat pula diartikan sebagai kita (diri secara jamak/us) begitu juga dengan kata "kitak" yang dapat bermakna kamu atau juga kalian tergantung bagaimana konteks pembicaraan yang berlangsung.
↑Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2023). "Melayu Sanggau". Glottolog 4.8. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. ; ;
↑"Bahasa Sanggau". www.ethnologue.com (dalam bahasa Inggris). SIL Ethnologue.