Perhatian: untuk penilai, halaman pembicaraan artikel ini telah diisi sehingga penilaian akan berkonflik dengan isi sebelumnya. Harap salin kode dibawah ini sebelum menilai.
Bahasa ini merupakan salah satu dialek dalam bahasa Minangkabau,[3] karena sejarah bahasa ini bermula dari datangnya perantau Minang dari daerah Pariaman untuk berdagang di sepanjang pesisir barat Pulau Sumatra bagian utara.[4] Para perantau ini kemudian berkomunikasi dengan suku bangsa lain seperti Batak dan Aceh, sehingga terjadilah akulturasi dengan kedua bahasa tersebut.[2]
Kosakata
Bagian ini berisi daftar kosakata
Bagian ini merupakan kilas pandang dari beberapa kosakata maupun ungkapan dan kalimat dalam bahasa Pesisir. Untuk keterangan lebih lanjut, Anda dapat mengunjungi proyek saudari Wikipedia berbasis kamus, Wikikamus.
Daftar
Kata ganti
Glosa
Bahasa Pesisir
aku
ambo, aku, sayo
kamu
awak ang, ang, kau
ayah
ayah, abah
dia
awaknyo
saudara
munak
Petunjuk tempat atau arah
Glosa
Bahasa Pesisir
itu
inun
ini
iko
atas
ateh
bawah
bawah
sudut
suduk
mudik
mudik
hilir
ili
hulu
hulu, ulu
Kata bilangan
Glosa
Bahasa Pesisir
satu
sipujo
dua
duo
tiga
tigo
empat
ampek
lima
limo
enam
anam
tujuh
tuju
delapan
salapan
sembilan
sambilan
sepuluh
sapulu
sebelas
sabale
dua belas
duo bale
empat belas
ampek bale
dua puluh
duo pulu
seratus
saratui
dua ratus
duo ratui
Contoh kalimat
Bahasa Pesisir:
"Barisuk ambo nandak pai ka Siboga mampasuoi adik ambo sekalian manjanguk pamili anak ruma ambo nang ala mandaului kito."
Bahasa Indonesia:
"Besok saya akan pergi ke Sibolga menjumpai adik saya dan sekaligus melayat famili istri saya yang telah berpulang mendahuli kita."
Bahasa Pesisir:
"Pabilo wa'ang pai ka Medan?"
Bahasa Indonesia:
"Kapan kau pergi ke Medan?"
Bahasa Pesisir:
"Jangan munak lakeh tasundek!"
Bahasa Indonesia:
"Jangan kau gampang merajuk!"
Bahasa Pesisir:
"Ambo hampokkan wa'ang beiko da!"
Bahasa Indonesia:
"Aku hajar lah kau nanti ya!"
Bahasa Pesisir:
"Umak, nikahkanlah ambo ka anak gadih nan rancak tu!"
Bahasa Indonesia:
"Ibu, nikahkanlah aku kepada anak gadis yang cantik itu!"
Bahasa Pesisir:
"Bulek ai karano pambuluh, bulek kato karano mufakat." (pribahasa)
Bahasa Indonesia:
"Bulat air karena pembuluh, bulat kata karena mufakat."
12Setiana., Simorangkir, (1986). Struktur bahasa Pesisir Sibolga. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. OCLC572293127. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)