Cari artikel bahasaCari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
Halaman bahasa acak
Bahasa Lamma adalah salah satu dari tiga belas bahasa yang berasal dari Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Bahasa ini dituturkan oleh masyarakat di Pantai Timur yang meliputi Desa Kalondama, Desa Tude dan Desa Mauta. Di sana terdapat beberapa kelompok masyarakat, mulai dari Boloang, Latuna dan Mogon Ba'a di Desa Kalundama; Lau Uki, Pontaru dan Air Panas di Desa Tude serta Kapas, Kampung Baru dan Koliabang di Desa Mauta. Jumlah penuturnya mencapai sekitar 10.000 orang.[4]
Berdasarkan penelitian pada prefiks posesif, Capell awalnya beranggapan bahwa bahasa-bahasa Timor-Alor-Pantar berkaitan dengan bahasa-bahasa Papua Barat yang ada di Maluku Utara dan ujung Nugini.[5] Namun dugaan ini kemudian dibantah oleh Wurm et al. (1975) yang kemudian mengelompokkan bahasa ini sebagai anggota dari keluarga rumpun bahasa Trans-Nugini.[6]
Dialek
Bahasa Lamma memiliki 3 dialek utama. Pertama adalah dialek Tubbe yang dituturkan di Puntaru dan Air Panas. Dialek kedua adalah Mauta yang dituturkan di Kakamauta, Alimakke, Lauki, Kapas, Kolihabbang dan Alikallang. Terakhir adalah dialek Lamma yang dituturkan di Kalondama dan Latuna. Berikut adalah contoh perbedaan dialek satu sama lain:[7]
Tubbe
Mauta
Lamma
Arti
bis
bis
salepi
‘tukar’
haweri
haweri
bana
‘banyak’
kalla
kalla
kisang
‘kecil’
karani
karani
sinnal
‘Canarium sp.’
sai
hoba
hobi
‘gemetar’
Fonologi
Vokal
Bahasa Lamma memiliki 5 buah huruf vokal, yakni /a/, /i/, /u/, /e/ dan /o/. Berikut adalah contohnya:[4]
Vokal
Contoh kata
Arti
/a/
kolema
rapa
ubi jalar
kandang
/i/
iang
haiya
bakar
hujan
/u/
sulla
ummu
berat
kulum
/e/
ena
peda
hitam
parang
/o/
ora
arroga
besar
merah
Konsonan
Bahasa Lamma memiliki 31 buah konsonan yang terdiri dari 15 konsonan pendek, 2 konsonan semi vokal, 10 konsonan panjang dan 4 gugus konsonan rangkap.[4]
Konsonan dalam Bahasa Lamma memiliki aturan penempatannya masing-masing. Misalnya, konsonan /p/, /b/, /t/, /d/, /k/, /g/, /?/, /j/, /w/, /y/, /m/ dan /n/ tidak bisa digunakan pada akhir kata, melainkan bisa digunakan pada awal dan tengah kata. Konsonan panjang terdapat hanya terdapat pada tengah kata sementara konsonan rangkap hanya terdapat pada awal kata. Dari semua konsonan, hanya konsonan /s/, /l/ dan /r/ saja yang dapat menempati semua posisi.[4]
↑Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2023). "Lamma (Pantar Barat)". Glottolog 4.8. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. ; ;
↑"Bahasa Lamma". www.ethnologue.com (dalam bahasa Inggris). SIL Ethnologue.
1234Nitbani, Samuel H.; Jeladu Kosmas dkk. (2001). Struktur Bahasa Lamma(PDF). Jakarta: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. hlm.6–26. ISBN978-9796851911. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
↑Capell, A. (1944). "Peoples and languages of Timor". Oceania. 14 (3): 191–219.
↑Wurm, S.A.; Voorhoeve, C.L.; McElhanon, K.A. (1975). "The Trans–New Guinea Phylum in general". Dalam Wurm, S.A. (ed.). Papuan Languages and the New Guinea Linguistic Scene. Vol.I. Canberra: Australian National University. hlm.299–322.;
↑Holton, Gary (2014). "Western Pantar". Dalam Schapper, Antoinette (ed.). The Papuan Languages of Timor, Alor and Pantar: Volume 1: Sketch Grammars. Walter de Gruyter. hlm.23–96.
↑Nitbani, Semuel H.; Jeladu Kosmas; Sisila Wona; Hilda Naley. 2001. Struktur Bahasa Lamma. Jakarta: Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional. 149pp.
Bacaan
Grimes, Charles E., Tom Therik, Barbara Dix Grimes & Max Jacob. 1997. A guide to the people and languages of Nusa Tenggara. (Paradigma series B 1). Kupang, Indonesia: Universitas Kristen Artha Wacana and Alfa Omega Foundation.