*Daftar ini juga mencakup mereka yang tidak melabeli diri sebagai umat Theravāda, seperti mereka dalam masa prasektarian, masa awal, modernis, EBT-is, dll., tetapi sangat dipengaruhi dan/atau memengaruhi ajaran Theravāda klasik.
Kitab Suttanipāta (Pali untuk "Himpunan Pembabaran"; disingkat Snp), juga ditulis sebagai Sutta Nipāta, adalah sebuah kitab suci Buddhisme sebagai bagian dari Khuddakanikāya dalam Suttapiṭaka, yang merupakan bagian dari Tripitaka Pali sebagaimana dilestarikan oleh Buddhisme Theravāda. Suttanipāta berisi kumpulan diskursus yang disampaikan oleh Sang Buddha. Kitab ini adalah bagian dari korpus awal literatur Buddhisme. Chalmers[1] menjelaskan bahwa sutta berarti rangkaian ajaran yang berurutan, dan Oldenberg menjelaskan bahwa nipāta berarti kumpulan kecil.[2]
Sejarah
Beberapa cendekiawan[3] mengatakan bahwa isi kitab ini menggambarkan praktik Buddhisme tertua. Chalmers mengatakan bahwa isi dari Suttanipāta tidak sama kunonya dengan beberapa kitab lainnya dalam Tripitaka Pali, tetapi tetap berisi beberapa komposisi Buddhis tertua.[1] Bharat Singh Upadhyaya,[4] Maurice Winternitz,[5] dan Hajime Nakamura[6] adalah cendekiawan Buddhisme terkemuka lainnya yang menganggap puisi dalam kitab ini berasal dari masa Buddhisme awal. Cendekiawan lainnya, seperti Bhikkhu Bodhi[7] dan K. R. Norman,[8] setuju bahwa kitab ini memuat banyak materi dari masa Buddhisme awal. Dalam Tripitaka Tionghoa, sebuah teks yang paralel dengan bab Aṭṭhaka-vagga dalam Suttanipāta juga masih lestari. Fragmen-fragmen berbahasa Sanskerta yang dilestarikan aliran Buddhis lain (non-Theravāda) yang paralel dengan berbagai bagian Suttanipāta juga masih lestari.[9]
Kitab Niddesa, sebuah kitab kanonis yang awalnya berupa kitab komentar dalam dua bab yang mengomentari bab Aṭṭhaka-vagga dan Pārāyana-vagga dalam kitab Suttanipāta, dimasukkan menjadi bagian dari Tripitaka Pali sebagai sebuah kitab Khuddakanikāya kanonis yang terpisah dari kitab Suttanipāta. Kitab komentar tersebut secara tradisional dikaitkan dengan Sāriputta, dan keberadaannya dalam Tripitaka Pali dianggap sebagai bukti penyusunan Suttanipāta yang relatif awal.[10]
Banyak cerita buddhis populer yang berasal dari Suttanipāta, seperti ramalan Asita tentang kelahiran Buddha Gotama dalam Nālaka Sutta dan cerita pertemuan Raja Bimbisara dengan Buddha Gotama. Prasasti Bhabru atau Kolkota-Bairat dari masa Asoka juga menyebutkan banyak teks yang bersumber dari teks-teks dalam kitab suci ini.
The Silent Sages of Old, Suttas from the Suttanipāta oleh Ven. Ñāṇadīpa Mahāthera, 2018
Tr V. Fausbøll, in Sacred Books of the East, volume X, Clarendon/Oxford, 1881; dicetak ulang Motilal Banarsidass, Delhi (dan oleh Dover, New York).
Buddha’s Teachings being the Sutta-nipāta or Discourse-Collection, tr. Robert ChalmersDelhi, India, Motilal Barnasidass Publishers, 1932 (dicetak ulang pada 1997), 300 hlm., ISBN8120813553.[11]
Woven cadences of early Buddhists, terj. oleh E. M. Hare. Sacred Books of the Buddhists vol.15, cetak ulang. London: Oxford University Press, 1947. Internet Archive (PDF 11.4 MB).
The Group of Discourses, tr K. R. Norman, 1984, Pali Text Society, Bristol; edisi aslinya menyertakan terjemahan alternatif oleh I. B. Horner & Walpola Rahula; saat ini tersedia dalam edisi paperback dengan judul The Rhinoceros Horn and Other Early Buddhist Poems; edisi saat ini dengan judul asli tidak menyertakannya, tetapi malah menyertakan catatan penerjemah, yang tidak disertakan dalam edisi paperback.
Tr Saddhatissa, Curzon, London/Humanities Press, New York, 1985
Tr N. A. Jayawickrama, University of Kelaniya, 2001
The Discourse Collection Selected Texts from the Sutta Nipata, by John D. Ireland, Access to Insight (BCBS Edition), 2013. Tersedia untuk diunduh secara gratis di sini.
Khaggavisāṇa Sutta, secara luas dianggap sebagai salah satu teks Buddhis paling awal
Catatan
↑Ketika merujuk pada sutta dari Suttanipāta, singkatan peka huruf besar/kecil "Sn" digunakan. Singkatan ini dibedakan dari singkatan "SN" yang secara tradisional merujuk pada Saṁyuttanikāya dari Tripitaka Pali.
↑Nama-nama sutta, ejaan, dan terjemahannya diambil dari Bhikkhu Bodhi, The Suttanipāta—penerjemah lain mungkin memiliki pilihan istilah yang berbeda.
↑Bila tidak diberikan terjemahannya, sutta tersebut memang diberi nama berdasarkan nama seseorang.
↑Norman, KR. The Rhinoceros Horn and Other Early Buddhist Poems (Sutta-Nipata), 1985.
↑Hoernle, A. F. Rudolf, The Sutta Nipata in a Sanskrit Version from Eastern Turkestan, The Journal of the Royal Asiatic Society of Great Britain and Ireland (Oktober 1916), hlm. 709-732. Diterbitkan oleh: Cambridge University Press.