*Daftar ini juga mencakup mereka yang tidak melabeli diri sebagai umat Theravāda, seperti mereka dalam masa prasektarian, masa awal, modernis, EBT-is, dll., tetapi sangat dipengaruhi dan/atau memengaruhi ajaran Theravāda klasik.
Pakaraṇavisesa (bahasa Pali) adalah sebuah ikhtisar atau kitab yang bersifat khusus, atau berbeda dari teks-teks agama Buddha Theravāda yang sudah ada sebelumnya. Teks ini tidak disusun untuk menjelaskan Dhamma (ajaran Buddha) berdasarkan kitab tertentu secara khusus seperti kitab komentar (aṭṭhakathā), subkomentar (ṭīkā), dan subsubkomentar (anuṭīkā); ataupun kitab tata bahasa (yojanā). Sebaliknya, pakaraṇavisesa adalah ikhtisar atau kitab yang disusun oleh para guru penulis (gantharacanācariya) untuk mengekspresikan pandangan yang merupakan pengetahuan atau pemahaman Dhamma mereka, dengan meneliti dan mengompilasikannya dari berbagai kitab.[1]
Selain itu, penulisnya juga dapat menentukan topik atau isi sesuai dengan keinginannya sendiri, dengan berbagai tujuan, seperti: untuk mencatat ajaran Buddha secara ringkas atau merangkumnya agar mudah diingat oleh pelajar; untuk memuji dan mengagungkan keluhuran Triratna dalam bentuk syair bahasa Pali; untuk menyajikan prinsip dan metode dalam menjelaskan serta menjabarkan Tripitaka Pali (Tipiṭaka); atau untuk menunjukkan pengetahuan tentang dunia dan alam semesta.[2]
Ikhtisar pakaraṇavisesa diibaratkan sebagai jembatan yang menyalurkan esensi yang terdapat dalam Tripitaka Pali, menghubungkannya kepada masyarakat awam agar lebih mudah dipelajari dan dipahami.[3]
Kategori
Berdasarkan isi dan tujuannya, pakaraṇavisesa dibagi menjadi 6 kategori sebagai berikut:
Dhammavinayasaṅkhepa
Merupakan ikhtisar yang menjelaskan bahasa Pali dalam Tipiṭaka secara ringkas atau merangkumnya alih-alih menjelaskannya per Piṭaka layaknya Aṭṭhakathā. Namun, ketika diklasifikasikan tingkatannya, teks ini sering disejajarkan dengan Aṭṭhakathā. Contohnya:
Nettivibhāvinī karya Saddhammapāla Mahādhammarājaguru dari Myanmar[4]
Dhammavinayasadudī
Disebut juga sebagai Buddhādhibhithuti, merupakan ikhtisar berjenis syair puji-pujian. Pada masa kini, umumnya mengenai pujian terhadap Triratna, yakni keluhuran Buddha, yang mencakup 32 Tanda Manusia Agung (Mahāpurisalakkhaṇa) dan 32 Karakteristik Sekunder (Anubyañjana). Contohnya:
Pajjamadhu karya Y.M. Buddhappiya Thera, nyanyian pujian untuk Triratna berupa 104 bait rima dengan gaya Śataka dari bahasa Sanskerta
Namaskārapāṭha karya Porāṇācariya (para guru kuno)
Jinālaṅkāra karya Y.M. Buddharakkhita Thera, berupa 271 bait syair yang menceritakan riwayat Buddha dari lahir hingga Parinibbāna
Jinacarita karya Y.M. Medhaṅkara atau Navaratanamedhaṅkara, berupa syair yang menceritakan riwayat Buddha yang mirip dengan kitab Buddhacarita dalam bahasa Sanskerta[5]
Vaṃsapakaraṇa
Merupakan ikhtisar yang menceritakan tentang legenda, sejarah, riwayat tokoh, dan lain-lain. Contohnya:
Mahāvaṃsa (Kronik Lanka) karya Y.M. Mahānāma Thera
Dāṭhāvaṃsa atau Dantavaṃsa karya Y.M. Dhammakitti dari Sri Lanka, menceritakan sejarah Relik Gigi Buddha yang disemayamkan di negara Sri Lanka
Sāsanavaṃsappadīpikā atau Sāsanavaṃsa, mengenai sejarah agama Buddha, karya Y.M. Paññāsāmī dari Myanmar[6]
Lokasattha
Merupakan ikhtisar yang membahas tentang penciptaan dunia, bintang-bintang, dan alam semesta. Contohnya:
Staf Pengajar Universitas Mahachulalongkornrajavidyalaya [คณาจารย์มหาวิทยาลัยมหาจุฬาลงกรณราชวิทยาลัย]. (2550/2007 M). Sastra Pāli [วรรณคดีบาลี]. Bangkok: Universitas Mahachulalongkornrajavidyalaya.
Chamnian Kaeophu [จำเนียร แก้วภู่]. (2538/1995 M). Kitab Fonologi Pāli-Sanskerta: Sejarah dan Latar Belakang yang Berfokus pada Kitab Tata Bahasa [คัมภีร์สัทศาสตร์บาลี-สํสกฤต: ประวัติและความเป็นมาเน้นคัมภีร์ไวยากรณ์]. Bangkok: Odeon Store.