Sejarah
Saat pertama kali dioperasikan, Halte Kebon Sirih dibangun dengan ukuran yang cukup luas dengan 3 pintu dermaga di tiap sisi peronnya. Akses menuju halte dijangkau melalui Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang berada di sudut Jalan M.H. Thamrin, sebelum akhirnya dibuka pula akses melalui rampa dengan menyeberang Jalan M.H. Thamrin di persimpangan Jalan Kebon Sirih, serupa dengan Halte Sarinah.
Sehubungan dengan pembangunan MRT Jakarta Fase 2A, Halte Kebon Sirih dibongkar berikut JPO-nya dan dilakukan pemindahan sementara ke sisi kiri dan kanan Jalan M.H. Thamrin. Dua bangunan halte temporer pun dibuka pada 19 Desember 2020. Halte temporer ini dibuat untuk melayani pelanggan hingga pengerjaan proyek rampung dan Halte Kebon Sirih lama dibangun kembali. Halte sisi barat berada di sisi timur Bank Indonesia, tepat di pemberhentian bus non-BRT Bank Indonesia 2, sedangkan halte sisi timur berada tepat di depan area Thamrin 10.[1]
Selama rekayasa berlangsung, bangunan sisi barat Halte Kebon Sirih melayani bus arah utara (Koridor 1 arah Kota), sementara sisi timur melayani bus arah selatan (Koridor 1 arah Blok M). Hal yang perlu diperhatikan adalah karena kedua bangunan terpisah tanpa area berbayar penghubung, penumpang yang akan berganti arah atau transit ke rute yang menuju arah berlawanan perlu keluar area berbayar dan membayar lagi.
Karena proyek pembangunan MRT mengalami perubahan lokasi, halte temporer ini juga telah beberapa kali dilakukan pemindahan. Pemindahan pertama yakni saat proyek kereta tersebut dipindahkan dari median jalan ke sisi timur Jalan M.H. Thamrin, bangunan sisi timur Halte Kebon Sirih dipindahkan ke depan gedung eks Bank Bangkok (kini menjadi Permata Bank) dan dioperasikan pada 22 September 2024. Halte temporer ini berbeda dari halte lamanya karena dibuat dari badan kontainer dengan 2 dermaga peron saja.[2]
Bangunan temporer sisi timur yang berada di depan area Thamrin 10 pun dipindahkan ke depan Wisma Mandiri dan dioperasikan pada 18 Januari 2025 menggantikan halte badan kontainer sebelumnya. Bangunan temporer arah Blok M ini memiliki fasad yang sama persis dengan halte temporer yang pertama, selain dengan dilengkapi bibir dermaga peron yang sangat panjang untuk menjangkau Jalan M.H. Thamrin serta mengakomodasi proyek pembangunan MRT tersebut sekaligus pembangunan di kompleks Thamrin 10 saat itu.[3]
Kemudian sehubungan dengan proyek MRT yang dekat dengan halte temporer arah Kota, Halte Kebon Sirih di sisi barat pun dialihkan sementara ke bangunan halte badan kontainer yang pernah digunakan sebelumnya. Bangunan halte ini berada 40 meter di sebelah utara halte temporer tersebut, lebih dekat dengan gerbang akses masuk pagi khusus karyawan Bank Indonesia. Pengalihan penumpang ini berlangsung sejak 18 September hingga 30 September 2025. Pengumuman sejak dini pun disampaikan melalui spanduk yang dipasang di dalam halte temporer arah Kota tersebut. Kemudian karena persiapan yang dirasa cukup matang, yakni pemasangan perpanjangan bibir dermaga peron seperti halte arah Blok M sebelumnya, halte arah Kota pun dipindahkan kembali ke bangunan semula pada 27 September 2025.[4][5]
Usai bibir halte dipangkas kembali, area konstruksi di bagian median jalan di depan halte arah Kota pun didirikan pada akhir bulan April 2026. Area tersebut digunakan untuk pembangunan integrasi antara stasiun MRT dengan Halte Kebon Sirih yang baru.