Koja adalah sebuah halte bus Transjakarta yang terletak di Jalan Laksamana Yos Sudarso, Kelurahan Koja, Koja, Jakarta Utara. Halte ini berada di koridor 10 yang membentang dari utara ke selatan, serta koridor 12 yang membentang dari barat ke timur. Meski demikian, sebagian besar bus koridor 12 hanya melayani rute poros Penjaringan–Sunter Kelapa Gading, sehingga hanya sebagian kecil bus koridor 12 yang singgah di halte ini.
Terdapat fasilitas pusat informasi (information center) di halte ini yang menyediakan layanan informasi terkait rute, layanan disabilitas, laporan kehilangan barang, hingga pengajuan permohonan Kartu Layanan Gratis (KLG) dan Pin Perista (Pelanggan Prioritas Transjakarta).
Sampai hari ini, seluruh layanan malam (dahulu AMARI) di Koridor 12 memulai dan mengakhiri perjalanannya di Halte Sunter Kelapa Gading, sehingga halte ini hanya dilayani Koridor 10 pada malam hari.
Sejarah
Awalnya saat bernama Halte Permai Koja, halte dibuka bersama dengan diluncurkannya Koridor 10. Bangunan halte pun sebelumnya dibangun di median jalan berupa satu bangunan utuh panjang dengan sedikitnya 2 pintu dermaga di tiap sisinya. Akses menuju halte juga dibuat melalui jembatan penyeberangan orang (JPO) berampa yang berbahan beton dilapisi aspal. Dahulu selama pembangunan Jalan Tol Akses Tanjung Priok, Halte Koja, bersama dengan Halte Plumpang, dibongkar dan dibuatkan halte temporer berukuran kecil tanpa gerbang halte di kedua sisi Jalan Yos Sudarso agar dapat tetap mengakomodasi layanan Transjakarta.[1] Bangunan utama halte ini kemudian dibangun kembali usai pembangunan jalan tol selesai dikerjakan.
Bangunan dan tata letak
Halte Koja yang terbaru memiliki 2 sisi peron yang mengarah ke arah lajur berbeda. Kedua peron terpisah melalui bangunan penghubung yang ada di sisi tengah halte dalam satu area berbayar yang sama, menciptakan ruang taman lapang di sisi belakang bangunan halte. Keunikan dari halte ini yakni di tiap peronnya terdapat hingga 6 pintu dermaga yakni yang menghadap ke jalan raya dan yang menghadap ke ruang lapang di belakang halte, dengan sisi yang menghadap jalan yang aktif melayani pelanggan.
Cibubur Junction—Terminal Tanjung Priok (Hari Kerja, pukul 05.15–06.15 WIB, non-PP/satu arah menuju Tanjung Priok)
Di dalam halte
12F
Rusun Marunda-Rusun Waduk Pluit (Reguler)
Mikrotrans Transjakarta
JAK 113
Rusun Sindang Koja—Kampung Sawah
Di luar halte
JAK 115
Terminal Tanjung Priok—Pegangsaan II IGI
JAK 117
Terminal Tanjung Priok—Tanah Merdeka
Kontroversi
Menjadi akses menuju Halte Koja, JPO halte ini sangat sering dilalui oleh masyarakat termasuk untuk menyeberang Jalan Laksamana Yos Sudarso yang ramai oleh truk bermuatan kontainer. Meskipun demikian, kondisi JPO ini memprihatinkan dan tak terawat karena besi pegangan jembatan sudah berkarat, bau, bahkan banyak yang hilang, gulungan kabel-kabel yang tidak teratur, serta lantai halte yang banyak berlubang dan sering membuat pengguna JPO terpeleset saat basah karena hujan. Belum terdapat inisiatif perbaikan atas JPO terlepas dari ramainya pengguna JPO, menambah potensi bahaya bagi para pengguna.[2]
Lingkungan di sekeliling halte juga menjadi tempat berkumpulnya masyarakat Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) meliputi pengamen, juru parkir liar, dan tunawisma. PMKS ini juga sering tidur disekitar halte dengan tercium bau minuman beralkohol. Bahkan kerap kali pengamen di sekitar halte marah dan berteriak-teriak kepada pelanggan yang mengantre masuk ke dalam Halte Koja saat mereka tidak diberi uang. Perilaku yang meresahkan ini membuat Kepolisian Sektor Koja melaksanakan razia di sekitar halte dan menertibkan PMKS di area sekitar halte.[3][4]