Halte yang baru dibangun dengan dua lantai yang menggabungkan unsur Halte & Heritage Hub, yaitu menyajikan integrasi antara pusat perbelanjaan dengan sentuhan warisan budaya. Akses menuju halte yakni dengan pelican crossing dan kedepannya dapat dengan Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) yang terhubung langsung dengan pusat perbelanjaan Sarinah.
Sebelumnya pada awal beroperasi, halte ini diberi nama Sarinah yang berasal dari kompleks Pertokoan Sarinah yang menjadi primadona kala itu di Jalan M.H. Thamrin sebelum akhirnya menjadi pusat perbelanjaan/mal.
Pada 30 Juni2022, PT Transportasi Jakarta mengumumkan penjualan hak penamaan eksklusif (exclusive naming rights) untuk beberapa halte Transjakarta, termasuk Halte M.H. Thamrin. Halte ini pun sempat diusulkan untuk diubah namanya menjadi Halte Wahid Hasyim, mengikuti nama jalan yang melintang di sebelah utara halte tersebut.[8]
Meskipun demikian, nama halte ini ditetapkan menjadi Halte M.H. Thamrin, mengikuti jalan tempat halte tersebut berada yang dinamai dari pahlawan nasional Indonesia, Mohammad Husni Thamrin. Penamaan halte ini menjadikan halte salah satu dari empat halte tersisa yang masih menyandang nama pahlawan usai netralisasi nama-nama halte pada akhir 2023 di samping Halte Juanda, Halte Halim, dan Halte Rasuna Said.