Juanda adalah sebuah halte bus Transjakarta yang terletak di Jalan Ir. Haji Juanda, Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Halte yang menjadi titik transit antara Koridor 2 dan 8 juga menjadi terminus layanan T12 dan, dahulu, B22 yang membentang dari barat ke timur. Di dekat halte ini terdapat kantor pusat PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter). Tersedia fasilitas pusat informasi (information center) di halte ini yang menyediakan layanan informasi terkait rute, layanan disabilitas, laporan kehilangan barang, hingga pengajuan permohonan Kartu Layanan Gratis (KLG) dan Pin Perista (Pelanggan Prioritas Transjakarta).
Akibat proyek MRT Jakarta Fase 2A yang menyebabkan penutupan Halte Harmoni sebagai halte transit dan pengalihan rute koridor 3 yang diperpendek dan berterminus di Monumen Nasional, halte ini tidak lagi dilayani koridor 3 per 3 Maret 2023.[1] Sebagai penggantinya, halte ini dilayani koridor 8 yang kini diperpanjang, bersama Halte Pecenongan dan Pasar Baru. Penyesuaian ini berlaku setidaknya sampai 2027 atau 2029 sampai proyek MRT rampung, walaupun belum diketahui apakah halte ini akan kembali melayani koridor 3, mengingat halte ini masih memiliki kode koridor 3 sampai saat ini.
Sejarah
Saat pertama kali dioperasikan bersama dengan diluncurkannya layanan Koridor 2 dan Koridor 3 Transjakarta, yang menjadi alasan mengapa halte ini memiliki kode koridor 2 dan 3. Halte Juanda dibangun pada median Jalan Ir. H. Juanda. Awalnya halte ini berukuran kecil dan hanya memiliki 1 dermaga peron di tiap sisinya. Ukuran halte pun sempat diperluas dengan membangun ekstensi ruang halte ke arah timur sehingga menambah jumlah dermaga menjadi total 6 pintu di tiap sisi peronnya, meskipun hanya sebagian saja yang aktif dioperasikan kala itu. Akses menuju halte pada awalnya dijangkau dengan menyeberang Jalan Ir. H. Juanda melalui Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di sisi utara. Sedangkan, di sisi selatan diraih dengan melalui pelican crossing, sebelum akhirnya kedua sisi jalan ditempuh dengan JPO.
Mulai 4 Maret2023, Halte Juanda mulai beroperasi kembali bersama dengan Halte M.H. Thamrin dan Dukuh Atas 1.[7][8]
Bangunan dan tata letak
Usai direvitalisasi, Halte Juanda yang baru memiliki fasad yang menyerupai halte-halte CSW bawah yang memiliki ujung sirkuler tumpul ke arah timur. Halte yang baru dibangun dua lantai dengan lantai atas sebagai concourse untuk mengakses halte dan melakukan tap-in dan lantai bawah merupakan dermaga untuk menaikturunkan penumpang, dengan jumlah yang kini bertambah menjadi 9 dermaga peron di tiap-tiap sisinya.
Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) kini dibuat luas dan menyesuaikan dengan jalur kereta api atas yang sejajar dengan JPO. Bahkan JPO sudah diperpanjang hingga tersambung dengan Lantai 2 Stasiun Juanda, yang menjadi akses menuju stasiun khusus bagi kaum penyandang disabilitas serta akses dari stasiun menuju halte bagi penumpang yang turun di Stasiun Juanda.
Tersedia pula fasilitas lift dan eskalator dari dan menuju concourse halte, serta fasilitas lain seperti musala, toilet, dan toilet disabilitas.[9]