Harmoni adalah sebuah halte Transjakarta yang terletak di Kebon Kelapa, Gambir, Jakarta Pusat. Nama dari halte ini berasal dari sebutan masyarakat untuk wilayah setempat yang diambil dari nama Gedung Harmoni yang pernah berdiri di daerah itu.
Halte Harmoni dahulu merupakan halte sentral dan titik transit utama antara Koridor 1, 2, 3, 8, dan rute yang lainnya. Operasional Halte Harmoni berakhir pada tanggal 3 Maret 2023, dengan layanan Transjakarta yang dilayani pada halte sementara. Penutupan ini dilakukan untuk menunjang pembangunan MRT Jakarta Fase II yang melintas di bawah halte ini. Halte Harmoni sementara memiliki kapasitas yang terbatas, sehingga hanya dapat melayani Koridor 1 saja.
Sejarah
Halte Harmoni mulai beroperasi pada tanggal 15 Januari 2004, bersamaan dengan soft launchingKoridor 1 Transjakarta. Saat pertama kali dioperasikan, bangunan asli Halte Harmoni memiliki struktur yang serupa dengan Halte Taman Sari saat ini yakni terdiri atas dua dermaga peron pada dua bangunan yang berbeda untuk kedua arah yang dipisahkan oleh Sungai Batang Hari. Kedua bangunan halte terhubung oleh sebuah jembatan dengan akses melalui jembatan penyeberangan orang (JPO) menuju peron halte sisi timur. Bangunan Halte Harmoni kemudian dikembangkan dan dibangun pada baja penampang yang dipasang tepat di atas aliran Sungai Batang Hari, memiliki kapasitas yang besar hingga mampu menampung sebanyak 500 orang penumpang, serta memiliki 18 dermaga peron. Kala itu, Halte Harmoni merupakan titik transit bagi rute Koridor 1, 2, 3, 5A, 5C, 5H, 7F, 8, 8A, 9B, 10H, dan 12M. Halte Harmoni pun ditentukan sebagai halte sentral dan titik transit utama dari sistem BRT Transjakarta, sehingga dinamakan Harmoni Central Busway.[butuh rujukan]
Pada tanggal 20 Februari 2023, Transjakarta dan MRT Jakarta mengumumkan bahwa Halte Harmoni akan ditutup dan dipindah ke bangunan sementara mulai dari tanggal 3 Maret 2023, sebagai dampak dari pembangunan MRT Jakarta fase 2A dari Bundaran HI ke Kota.[1] Namun, rencana penutupan tersebut ditunda selama satu hari.[2] Akhirnya, pada tanggal 4 Maret 2023, Halte Harmoni resmi ditutup, dan seluruh operasionalnya dipindah ke dua bangunan sementara terpisah yang terletak di sebelah utara Halte Harmoni yang ditutup.[3][4]
Akibat keterbatasan kapasitas dari bangunan Halte Harmoni sementara, beberapa rute harus dialihkan, seperti Koridor 2 yang berakhir di Halte Monas, Koridor 3 di Halte HI (diperpendek ke Monumen Nasional mulai dari tanggal 29 Mei[5]), Koridor 7F di Halte Juanda, dan koridor 8 diperpanjang ke Halte Pasar Baru dengan turut serta meleburkan koridor 8A (Grogol 2—Juanda).[3][4] Untuk mengakomodasi penumpang yang terdampak, Transjakarta mengoperasikan rute sementara yakni 3H (Jelambar—Kota). Transjakarta mengoperasikan koridor 3H karena penumpang dari koridor 3 yang ingin ke Kota Tua Jakarta biasanya transit di Halte Harmoni.
Pengoperasian Halte Harmoni sementara dan pengalihan beberapa rute berlangsung hingga pembangunan MRT selesai pada tahun 2029 atau 2030.[6] Peran Halte Harmoni sebagai halte sentral Transjakarta saat ini dipegang oleh halte Monumen Nasional.[7]
Bangunan dan tata letak
Sejak 4 Maret 2023, Halte Harmoni beroperasi menggunakan dua bangunan sementara yang terpisah, yang masing-masing terletak di Jalan Gajah Mada di sisi barat dan Jalan Hayam Wuruk di sisi timur.[8] Bangunan sisi barat hanya melayani bus ke arah utara (Koridor 1 tujuan Kota), sedangkan bangunan sisi timur melayani bus ke arah selatan (Koridor 1 tujuan Blok M).
Mulai 26 Agustus 2023, bangunan sementara sisi barat dari Halte Harmoni dinonaktifkan sementara, dikarenakan ada rekayasa lalu lintas untuk mendukung pembangunan MRT Jakarta. Bangunan sisi timur saat ini melayani bus dari kedua arah, baik dari arah selatan maupun utara.[9]
Pada bulan Agustus 2022, sebuah gerai kopi dibuka di Halte Harmoni, yang memakan ruang hampir separuh dari lorong pergerakan penumpang. Akibatnya, arus penumpang menjadi terganggu dan penumpukan orang menjadi tidak terhindarkan.[10] Setelah diprotes, gerai kopi tersebut akhirnya ditutup dan dibongkar pada 2 September 2022.[11][12]
Insiden
Halte Harmoni turut dibakar dan dirusak oleh demonstran saat unjuk rasa menentang UU Cipta Kerja pada tanggal 8 Oktober 2020, di mana area gerbang masuk dibakar, dinding stasiun menjadi sasaran vandalisme, dan banyak pecahan kaca yang berserakan.[13][14]
Galeri
Halte Bangunan Utama
Bangunan lama Halte Harmoni yang kini dibongkar karena pembangunan MRT Jakarta fase 2
Pemandangan Harmoni dari tepi Jl, Hayam Wuruk, 2009
JPO Halte Harmoni sebagai akses satu-satunya menuju Halte, 2014
Pintu masuk Halte Harmoni, citra diambil dari bus Koridor 2, 2022
Suasana di dalam halte Harmoni Sentral, 2015
Halte Harmoni Sentral di siang hari, 2006
Penampakan halte Harmoni dari Menara BTN, 2009
Bus Transjakarta Koridor 8 sedang bersiap mengakhiri perjalanan di Halte Harmoni Sentral, 2022
Suasana emplasemen Halte Harmoni Sentral. Nampak jelas halte berdiri di atas baja raksasa yang kokoh di atas sungai, 2006
Halte Harmoni Sentral menjelang malam, 2016
Interior Halte Harmoni pada malam hari, 2022
Halte Bangunan Temporer
Pemandangan kedua bangunan Halte Harmoni temporer dari atas gedung, 2025.
Suasana di bagian dalam halte temporer sisi timur, 2024.
Papan informasi di dalam halte temporer, 2024.
Fasilitas toilet, toilet ramah disabilitas, dan musala, 2024.
Suasana di bagian dalam musala, 2024.
Bangunan halte temporer sisi barat yang nonaktif, 2024.