Halte Balai Kota beroperasi pertama kali pada 15 Januari2006 bersama dengan diluncurkannya armada Koridor 2 Transjakarta yang melayani rute Harmoni—Pulo Gadung 1.
Sejak 2020, bangunan halte ini sudah dirobohkan sehubungan dengan adanya revitalisasi di kawasan sisi selatan Monumen Nasional (Monas),[1] yang diikuti dengan pembongkaran Halte Kwitang pada 6 Juni2021. Pembongkaran juga dilakukan karena kapasitas Halte Balai Kota yang sangat kecil dan tidak cukup untuk menampung 1 rangkaian bus gandeng, mengingat halte ini juga menjadi terminus bagi Rute 1A (Pantai Maju—Balai Kota).[2]
Pada 22 Agustus2022, Halte Balai Kota telah selesai direvitalisasi dan memulai pengoperasiannya dengan uji coba berpelanggan serta penambahan beberapa rute yang mulai dilayani di halte ini yaitu Rute 5C (PGC 1—Monas) dan, kala itu, Rute 2Q (Gondangdia—Balaikota).[4]
Bangunan dan tata letak
Halte Balai Kota yang baru berlokasi di tengah-tengah median Jalan Medan Merdeka Selatan, berada di seberang eks lokasi halte yang lama. Halte yang baru dibangun lebih dekat dengan Perpustakaan Nasional dan Kawasan Parkir IRTI Monas sehingga lebih dekat dengan fasilitas penyebrangan pelican crossing Jalan Medan Merdeka Selatan serta Halte Balai Kota IRTI yang melayani Bus Tingkat "Jakarta City Tour".
Halte Balai Kota ini unik karena tumbuhnya pohon-pohon yang berada di dalam halte. Pohon-pohon tersebut tidak dapat ditebang begitu saja karena merupakan aset Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, sehingga halte didesain untuk mengakomodasi pertumbuhan pohon-pohon tersebut. Hal serupa juga berlaku untuk keempat halte berpohon lainnya, yakni Halte Kwitang, Halte Senayan Bank DKI, Halte Monumen Nasional, dan Halte Bundaran Senayan.[5]
Pada 30 Juli 2022, atap Halte Balai Kota yang baru direvitalisasi ambruk. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. PT Wijaya Karya Tbk selaku kontraktor pembangunan halte tersebut menjelaskan penyebab kerusakan adalah kesalahan metode kerja yang dilakukan petugas.[6]
Pada 13 Februari 2026, sebuah bus dengan rute 7F menabrak armada di depannya yang sedang berhenti untuk melakukan penaikan penumpang di Halte Balai Kota. Insiden ini menyebabkan kaca depan bus pecah. Tidak ada laporan terkait korban luka dari kejadian tersebut.[7]
Galeri
Eks Halte Balai Kota yang terletak di sisi utara jalan, telah dirobohkan sehubungan dengan revitalisasi Monas, 2017
Halte Balai Kota dari sisi selatan Jalan Medan Merdeka Selatan, dalam proses revitalisasi, 2022
Halte Balai Kota baru yang sedang dibangun di median Jalan, 2022
Sisi depan halte saat direvitalisasi menjelang pembukaan halte, 2022
Pintu masuk Halte Balai Kota pascarenovasi, yang terhubung langsung dengan fasilitas ''pelican crossing'' Lenggang Jakarta, 2022
Suasana di dalam Halte Balai Kota. Tampak pohon-pohon berdiri di dalam halte sehingga memberikan suasana ramah lingkungan, 2022
Fasilitas tersedia di dalam Halte Balai Kota seperti musala (terpisah antara pria dan wanita), toilet umum, toilet disabilitas, dan mesin tiket otomatis, 2022
Papan informasi Halte Balai Kota, berisi informasi rute dilayani dan tempat-tempat di sekitar halte, 2022
Halte Balai Kota IRTI, untuk memarkir sepeda serta transit ke rute Bus Wisata dan rute 1P Blok M-Terminal Senen, 2022
Fasilitas ''pelican crossing'' menuju Lenggang Jakarta dan Monumen Nasional, 2022
Catatan kaki
↑Rute 2C beroperasi selama Pekan Raya Jakarta (Jakarta Fair) Kemayoran berlangsung pada pukul 14.00 s.d. 23.00 selama hari kerja, serta pukul 09.00 s.d. 23.00 selama akhir pekan.