Sejarah
Halte Manggarai pertama kali dioperasikan pada 27 Januari 2007 bersamaan dengan peluncuran layanan Koridor 4 Transjakarta. Saat dioperasikan, bangunan halte berukuran luas di median jalan dan berada tepat di samping Terminal Manggarai. Halte ini memiliki 2 pintu dermaga di tiap sisi peronnya. Akses menuju halte pun hanya tersedia melalui rampa yang ada di Jalan Sultan Agung.
Untuk meningkatkan integrasi dan kapasitas halte, Halte Manggarai kemudian diperpanjang dengan membangun ekstensi ke arah barat sekaligus menambah 1 pintu di kedua sisi peron sehingga bertambah menjadi 6 pintu dermaga di tiap sisinya. Akses dari bawah melalui Jalan Sultan Agung ditutup karena digantikan oleh ekstensi tersebut. Bekas keberadaan akses dapat ditemui pada bekas loket yang ada dibangunan ekstensi. Meskipun telah diperpanjang, pada akhirnya hanya 2 pasang pintu dermaga paling barat yang digunakan, seperti halte sediakala.
Pada tanggal 5 September 2022, Halte Manggarai ditutup pengoperasiannya untuk sementara waktu dalam rangka revitalisasi halte Transjakarta bersama dengan Halte Jembatan Gantung, Halte PGC 1, dan Halte Pasar Kebayoran Lama. Penumpang Transjakarta dapat menggunakan halte sebelum dan sesudah halte ini (i.e. Halte Pasar Rumput dan Halte Matraman 2). Penumpang KRL Commuter Line dari Stasiun Manggarai dapat mengakses layanan Transjakarta seperti shuttle bus rute 5ST Tosari—Plaza Stasiun Manggarai melalui halte non-BRT yang berada di plaza timur stasiun.[1]
Delapan bulan kemudian, Halte Manggarai pun selesai direvitalisasi dan mulai beroperasi kembali pada tanggal 24 Mei 2023. Rute shuttle bus rute 5ST pun dihapus dengan beroperasi kembalinya halte ini.[2][3] Namun, pengoperasian kembali halte ini menuai kecaman, terutama bagi pengguna rute 4B (Stasiun Manggarai–UI). Meskipun halte sudah kembali beroperasi pasca revitalisasi, dan rute 4B yang kini sudah kembali memakai bus tinggi (walaupun hanya Sabtu–Minggu saja), halte ini tetap saja tidak melayani naik turun bagi rute 4B, sehingga menyulitkan penumpang yang ingin melanjutkan perjalanan ke UI, maupun sebaliknya.
Sehubungan dengan pembangunan LRT Jakarta fase 1B, Halte Manggarai seringkali terdampak yakni terkait pengalihan rute dan peron yang dilayani. Sejak tanggal 6 November 2025. Halte ini bersama dengan Halte Pasar Rumput tidak melayani rute arah Pulo Gadung setiap pukul 22.00 malam hingga 04.00 pagi keesokan harinya. Rute barulah dilayani di luar jam tersebut yakni setelah pukul 04.00 pagi sampai pukul 22.00 malam.[4][5]
Transjakarta mengumumkan bahwa Halte Manggarai akan ditutup sementara Pada tanggal 2 Mei 2026 untuk kedua arah. Penutupan ini sempat tertunda dan baru dilaksanakan pada 6 Mei 2026. Layanan kemudian dialihkan ke dua halte BRT temporer yang ada di sisi selatan Jalan Sultan Agung, tepatnya di dekat bangunan Pasaraya Manggarai.
Bangunan dan tata letak
Berbeda dengan halte lama yang hanya dapat diakses dengan tangga JPO, halte yang baru membuka kembali akses yang ramah bagi penyandang disabilitas, yakni rampa (ramp) untuk akses keluar masuk halte dari Jalan Sultan Agung, serta elevator dari dan ke JPO (didukung rampa akses keluar menuju Stasiun Manggarai).
Selama masa pengalihan layanan, Halte Manggarai sementara dilayani di dua halte temporer. Kedua halte ini tersusun atas badan kontainer yang masing-masing melayani arah yang berbeda: arah Galunggung dan arah Pulo Gadung. Kedua halte terhubung satu sama lain melalui jalan berpagar seng serta terhubung ke lantai atas Terminal Manggarai melalui Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) yang telah beralih fungsi. Penumpang hanya dapat mengakses halte melalui gerbang yang ada di atas selasar (concourse) terminal.
Berikut merupakan peta tata letak layanan rute koridor/BRT di Halte Manggarai per 6 Juni 2025: