Rasuna Said adalah sebuah halte bus Transjakarta yang terletak di Jalan HR Rasuna Said, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan. Halte yang berada di Koridor 6 yang membentang dari utara ke selatan ini, berasal dari nama jalan dan stasiun LRT Jabodebek tempat halte ini berada.
Sejarah
Pada awal dioperasikan bersama dengan Koridor 9 Transjakarta, halte ini bernama Halte GOR Sumantri. Halte GOR Sumantri dibangun pada median jalan dekat dan terhubung dengan jembatan penyeberangan orang (JPO) berampa, yakni di sisi utara dari JPO tersebut. Akses menuju halte pun ditempuh melalui rampa di sisi timur dan tangga di sisi barat. Pada awalnya, halte memiliki 2 pintu dermaga di kedua sisi peronnya. Kemudian peningkatan kapasitas halte dilakukan dengan membangun ekstensi ke arah utara yang menambah jumlah pintu dermaga sebanyak 4 buah menjadi total 6 pintu dermaga di tiap sisinya, yang terpisah menjadi dua gugus dermaga di masing-masing sisi. Perbedaan ketinggian antara bangunan utama dan bangunan ekstensi membuat halte memiliki lantai yang tidak sepenuhnya rata dan semakin ke bawah bila berjalan semakin ke utara halte.
Bangunan lama halte diruntuhkan dan halte ini sempat menempati bangunan temporer lantaran terdampak oleh pembangunan LRT Jabodebek. Bangunan temporer berlokasi lebih jauh dari bangunan lama, yakni hingga 120 meter di sebelah utara dari JPO. Bangunan temporer dibuat dari badan kontainer serta 4 pintu dermaga di setiap sisinya. Menjelang pengoperasian LRT Jabodebek, pintu dermaga pun berkurang separuh pada tiap-tiap sisinya. Bangunan baru halte terletak di bawah Stasiun LRT Rasuna Said dan mulai dioperasikan kembali pada 24 Maret2023. Halte yang baru kini terintegrasi langsung dengan Stasiun LRT Rasuna Said.[1]
Pada tahun 2023, Halte GOR Sumantri berubah nama menjadi Halte Rasuna Said menyesuaikan nama stasiun LRT di atas halte tersebut. Hal ini juga untuk menetralisasi nama halte untuk mencari keuntungan dari penjualan hak penamaan, walaupun namanya masih memuat nama pahlawan alih-alih gelanggang olahraga yang berada di timur halte, GOR Soemantri Brodjonegoro. Menjadikan halte ini salah satu halte tersisa yang masih mempertahankan nama pahlawan selain Halte Halim, Halte Juanda, Halte Setiabudi, dan Halte M.H. Thamrin.[2]
Bangunan dan tata letak
Halte Rasuna Said terdiri atas bangunan yang menyatu di bawah stasiun LRT. Dilengkapi dengan 6 pintu dermaga di tiap sisi peronnya, halte kini menjadi jauh lebih luas mengikuti bangunan stasiun yang ada di atasnya. Halte pun terhubung dengan JPO baru yang menjadi akses menuju stasiun dan tidak menggunakan JPO yang lama untuk menjaga arus penumpang tetap teratur. Tersedia fasilitas toilet termasuk toilet ramah disabilitas dan musala di bagian belakang halte.