Kampung Melayu adalah sebuah halte bus Transjakarta yang terletak di Terminal Kampung Melayu, Bali Mester, Jatinegara, Jakarta Timur. Halte ini merupakan titik transit antara Koridor 5 dan 7 yang membentang dari utara ke selatan, serta Koridor 11 yang membentang dari timur ke barat. Terdapat fasilitas pusat informasi (information center) di halte ini yang menyediakan layanan informasi terkait rute, layanan disabilitas, laporan kehilangan barang, hingga pengajuan permohonan Kartu Layanan Gratis (KLG) dan Pin Perista (Pelanggan Prioritas Transjakarta).
Sejarah
Berlokasi di salah satu terminal terpadat di Jakarta, Halte Kampung Melayu didirikan tepat di bawah Jalur Layang (flyover) Kampung Melayu dan dibuka bersama dengan diluncurkannya Koridor 5 dan Koridor 7 pada 27 Januari 2007. Halte ini dirancang mengikuti struktur lintas atas tersebut serta memiliki 16 pintu dermaga, 4 di sisi selatan untuk penurunan dan penaikan Koridor 7, 9 di sisi utara untuk penaikan Koridor 5 dan Koridor 7 serta penurunan kedua koridor tersebut, dan 3 di sisi barat untuk naik turun Koridor 5 yang berangkat dari Halte PGC 1 dan rute 7A tujuan Harmoni Sentral (kini bernama 5C, tujuan Juanda) dan 7B tujuan Ancol (kini bernama 5D, tidak beroperasi).
Pada 7 Januari2023, Halte Kampung Melayu tidak melayani penumpang dalam rangka revitalisasi halte. Banyak penumpang yang belum mengetahui revitalisasi tersebut.[3] Sebagai alternatif, pelayanan penumpang dialihkan ke Halte Matraman Baru dan Halte Bidara Cina dengan mengakses rute shuttle bus 7ST rute Kampung Melayu (luar halte)—Matraman 1.[4]
Pada 19 Juli2023, Halte Kampung Melayu resmi beroperasi kembali,[1] dan rute shuttle bus 7ST telah dinonaktifkan bersama dengan pengoperasian halte.[5] Halte Kampung Melayu yang telah direvitalisasi disambut positif oleh para penumpang.[1]
Bangunan dan tata letak
Berbeda dengan halte yang lama, halte yang baru ini memiliki desain yang lebih kokoh, futuristik, dan lebih terang karena berdinding kaca. Halte yang baru juga memiliki penambahan pintu dermaga hingga berjumlah 21 buah pintu dengan perubahan penyebutan pintu dari angka menjadi diberi huruf A—X (tidak termasuk huruf I, O, dan Q untuk mempermudah identifikasi). Penambahan pintu dermaga menjadikan halte ini sebagai halte dengan jumlah pintu dermaga paling banyak, sekaligus membuat halte dapat melayani rute yang berlanjut setelah melalui Halte Kampung Melayu seperti Rute 5C dan 5D untuk arah Cililitan di sisi timur.[6] Fasad peron juga dibuat unik dengan penambahan akrilik berbentuk persegi bulat, serupa dengan Halte Simpang Kuningan, dan Halte Jaga Jakarta.[7]
Berikut merupakan peta tata letak layanan rute koridor/BRT di Halte Kampung Melayu per 4 Mei 2025:
Bekasi—Dukuh Atas via Tol Becakayu dan St. Manggarai (Reguler)
Mikrotrans
JAK 02
Kampung Melayu—Duren Sawit
Di luar halte BRT
JAK 41
Kampung Melayu—Pulo Gadung
JAK 42
Terminal Kampung Melayu 2—Pondok Kelapa
JAK 84
Terminal Kampung Melayu—Kapin Raya
JAK 106
Terminal Kampung Melayu—Terminal Klender
Catatan:
Rute PRJ1 beroperasi selama Pekan Raya Jakarta (Jakarta Fair) berlangsung atau kegiatan lain di Jakarta International Expo yang didukung oleh Transjakarta.[3]
Mulai 29 Mei2017 pukul 15.00 waktu setempat, Halte Kampung Melayu dibuka kembali dan melayani perjalanan Transjakarta lagi setelah sebelumnya sempat dihentikan akibat ledakan yang terjadi di sekitar halte tersebut. Sebagai bentuk kompensasi, petugas membagikan kuntuman bunga mawar kepada pelanggan yang tiba di halte serta meningkatkan penjagaan melalui pemasangan CCTV dan pendeteksi metal.[10]
Di dekat Halte Kampung Rambutan juga terjadi beberapa insiden keluarnya asap dari dalam bus Transjakarta. Pada 1 November 2011, insiden tersebut terjadi pada bus Koridor 7 Transjakarta yang ada di dekat halte Kampung Melayu di dalam jalur Transjakarta. Penumpang yang memenuhi bus panik dan ketakutan bahkan ada yang memecahkan kaca jendela di sisi samping bus. Setelah pintu terbuka penumpang pun berhamburan keluar dari bus. Petugas pemadam kebakaran pun diarahkan. Untungnya bus tidak terbakar dan hanya mengeluarkan asap. Insiden tersebut pun terulang kembali pada 24 Juli 2024 sore. Yang kali ini terjadi pada bus Rute 5C. Asapnya membumbung tinggi membuat penumpang panik berhamburan meninggalkan bus, beberapa berjalan menuju Halte Kampung Melayu yang dekat dengan tempat kejadian.[11][12]
Galeri
Halte Kampung Melayu dari sisi utara, dengan fasad persegi bulat, 2023.
Halte Kampung Melayu dari sisi timur, 2023.
Akses masuk menuju Halte Kampung Melayu dari Pintu A, 2023.