Saat pertama kali beroperasi melayani Koridor 1 pada 15 Januari2004, Halte Karet memiliki bangunan yang berukuran sedang dengan 3 peron pada tiap sisinya. Alih-alih pada lokasinya yang sekarang, Halte Karet sebelumnya berada tepat di bawah Jalan Layang Non-tol (JLNT) Kampung Melayu—Tanah Abang K.H. Mas Mansyur.[1] Kemudian letak halte ini dipindahkan ke arah utara pada tanggal 4 Juni2014, persis disebelah Hotel Le Meridien untuk memudahkan pembangunan MRT Jakarta.[2] Pada tanggal 4 September2016, bertepatan dengan Hari Pelanggan Nasional, halte ini direnovasi ulang dan dijadikan halte percontohan oleh PT Transportasi Jakarta.
Ke arah utara sebelum Halte Dukuh Atas, pernah berdiri Halte Setiabudi yang terletak tepat di depan Chase Plaza. Namun, halte tersebut sudah dirobohkan sejak pembangunan MRT Lebak Bulus—HI pada 2014.
Pada 31 Mei2023, Halte Karet Sudirman, bersama dengan Halte Bundaran Senayan dan Halte Slipi Petamburan, ditutup untuk dilakukan revitalisasi halte. Meskipun begitu, penutupan halte ini diundur pada hari penutupan hingga pukul 22.00 waktu setempat.[3] Sebagai alternatifnya, penumpang memanfaatkan Halte Dukuh Atas 1 dan Halte Bendungan Hilir untuk penaikan dan penurunan Koridor 1. Penumpang juga dapat memfaatkan rute non-BRT seperti 1P, 1N, dan 9D yang dapat diakses melalui bus stop Karet Sudirman 1 (arah Blok M) dan Karet Sudirman 3 (arah M.H. Thamrin) serta rute 1B di bus stop Karet Sudirman 2/Le Meridien dan Karet Sudirman 3 (arah M.H. Thamrin).[4]
Dalam rangka menyambut Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN pada 4—7 September 2022,[5] pembangunan Halte Bundaran Senayan dan Halte Karet Sudirman dipercepat agar mobilitas Jalan Sudirman sebagai jalan protokol dapat diperlancar selama KTT berlangsung. Hanya dalam tiga bulan sejak mulai direvitalisasi, Halte Karet Sudirman kembali melayani penumpang pada 1 September2023 pagi, sehari setelah Halte Bundaran Senayan dibuka kembali.[6][7]
Bangunan dan tata letak
Usai dipindahkan dari bawah JLNT K.H. Mas Mansyur, Halte Karet pun memiliki desain yang lebih terbuka dan luas. Dengan 6 peron pada tiap sisinya, pada halte ini pun kemudian ditambahkan fasilitas musala yang tersedia di ujung utara halte seiring dengan meningkatnya kebutuhan penumpang dan untuk meningkatkan kenyamanan penumpang dalam menggunakan Transjakarta.
Setelah direvitalisasi, Halte Karet memiliki susunan 6 pasang peron pada tiap-tiap sisinya, yang tak jauh berbeda dengan halte sebelumnya. Namun, halte yang baru memiliki desain yang ikonik. Terhubung pula dengan JPO Phinisi Karet yang terkenal, halte ini semakin megah dengan tampilan yang futuristik. Tersedia pula fasilitas musala yang ditingkatkan serta penambahan fasilitas toilet ramah disabilitas di ujung utara halte.
Layanan bus kota non-BRT
Berikut merupakan daftar layanan bus pengumpan Transjakarta yang tersedia baik di dalam maupun di sekitar Halte Karet per 24 Maret 2025: