Sebagai operator LRT Jabodebek, Kereta Api Indonesia (KAI) menawarkan hak penamaan (naming rights) untuk ke-18 stasiun LRT Jabodebek. Penawaran hak penamaan akan meliputi penamaan baik pada prasarana stasiun berupa papan nama, peta jalur, petunjuk arah (signage) sistem informasi pelanggan, pengumuman (announcer) maupun media publikasi seperti situs resmi Kereta Api Indonesia (KAI) dan Aplikasi KAI (Access by KAI).[2]
Pada pertengahan September 2024, warganet mendapati adanya penambahan jenama "BNI" oleh Bank Negara Indonesia pada papan nama dan petunjuk arah Stasiun LRT Dukuh Atas, termasuk pada media sosial resmi LRT Jabodebek, yang mengindikasikan adanya penjualan hak penamaan stasiun tersebut.[3][4]
Peresmian penamaan stasiun barulah dilaksanakan oleh Kereta Api Indonesia bersama dengan Bank Negara Indonesia (BNI) pada 20 November 2024, menjadikan stasiun ini stasiun LRT Jabodebek kedua yang berhasil menjual hak penamaan setelah Stasiun Pancoran Bank BJB dan stasiun kereta ketiga yang hak penamaannya dipegang oleh Bank Negara Indonesia, setelah Stasiun BNI City dan stasiun MRT yang bernama sama.[5] Ketiadaan perpanjangan kontrak membuat hak penamaan ini hanya bertahan selama satu tahun, dengan penarikan jenama yang baru dilaksanakan pada 23 Desember 2025 hingga awal tahun 2026 bersama dengan Stasiun Pancoran Bank BJB.[6]
Melalui pengumuman di dalam rangkaian light-rail vehicle (LRV), penumpang LRT mendengar penyebutan nama stasiun menjadi Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia. Penyebutan ini mengindikasikan pembelian hak penamaan oleh bank syariah pelat merah ini. Meskipun demikian, belum terdapat informasi resmi mengenai kerja sama ini maupun rencana peresmian atas hak penamaan tersebut.