Pada awal pengoperasian, Halte Jati Padang memiliki ukuran sedang dengan 2 pintu dermaga di tiap sisi peronnya. Halte pun diperpanjang dengan dibangunkan bangunan ekstensi yang menambah jumlah dermaga sehingga berjumlah 6 pintu di tiap sisinya. Akses menuju halte ditempuh melalui jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Warung Jati Barat.
Pada 14 September 2022, dilaksanakan penutupan Halte Jati Padang dalam rangka penataan ulang halte Transjakarta. Pelanggan diarahkan untuk menggunakan Halte Pejaten Philips dengan memanfaatkan shuttle bus 6ST SMK 57—Pejaten yang beroperasi pada pemberhentian di luar halte. Rute ini dibuka bersamaan dengan mulai direvitalisasinya Halte Jati Padang hingga 8 Januari 2023, yakni seminggu setelah Halte Ragunan selesai direvitalisasi.[1][2] Mulai 4 Maret 2023, Halte Jati Padang mulai kembali melayani penumpang, bersamaan dengan Halte Dukuh Atas 1, Juanda, dan M.H. Thamrin.[3]
Bangunan dan tata letak
Usai direvitalisasi terdapat perluasan halte serta penambahan fasilitas seperti musala dan toilet ramah disabilitas, walaupun terdapat pengurangan dermaga menjadi 3 pintu di tiap sisi dan terletak bersilangan untuk menghindari penumpukan penumpang. Perluasan halte ke selatan mendekati lampu merah membuat akses menuju ke halte berubah menjadi hanya melalui zebra cross. JPO halte pun tidak lagi terhubung ke halte dan hanya dipakai untuk menyeberangi halte dan jalan, yang juga menjadi keunikan tersendiri halte ini.
Berikut merupakan peta tata letak layanan rute koridor/BRT di Halte Jati Padang per 1 Maret 2025: