Halte Senayan Bank DKI, sewaktu masih bernama Gelora Bung Karno, sebelum direvitalisasi. Sebelum direvitalisasi, halte ini diperbesar untuk mengakomodasi penonton Asian Games 2018.[1]
Halte Senayan Bank DKI, dulunya bernama Halte Gelora Bung Karno, mulai beroperasi seiringan dengan soft launchingKoridor 1 Transjakarta pada tanggal 15 Januari 2004. Associated Press mencatat dalam arsip liputannya bahwa halte ini merupakan salah satu halte tersibuk pada hari pertama operasional koridor 1, dimana halte ini adalah tempat dimana layanan Transjakarta diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta kala itu, Sutiyoso.[2] Halte ini, bersama dengan semua halte di koridor 1 dan rute koridor 1 itu sendiri, memulai pengoperasian secara komersial pada tanggal 1 Februari 2004.[3]
Pada akhir 2018, jembatan penyeberangan orang yang menjadi akses halte ini dan Halte Bundaran Senayan ditutup sementara untuk direvitalisasi,[4] dan digantikan dengan pelican crossing sementara.[5][6] JPO akses ke halte ini diresmikan pada bulan Maret 2019.[7][8]
Efektif pada 10 Juli 2024, halte ini berubah nama menjadi Halte Senayan, bersamaan dengan pemberian hak penamaan pada Bank DKI yang menyebabkan perubahan nama halte menjadi Senayan Bank DKI,[16] kemudian berubah menjadi Senayan Bank Jakarta mengikuti perubahan nama Bank DKI menjadi Bank Jakarta.[17] Agar tidak membingungkan penumpang, Halte Senayan di koridor 9, yang sebelumnya bernama Senayan JCC, diubah namanya menjadi Halte Gerbang Pemuda.[18]
Bangunan dan tata letak
Semasa masih bernama Halte Gelora Bung Karno, pada awal pengoperasiannya halte ini memiliki struktur bangunan yang berukuran kecil, dibangun hanya dengan 1 dermaga peron di tiap sisinya. Halte ini pun kemudian diperbesar pada akhir bulan Juli 2018 untuk mengakomodir penonton Pesta Olahraga Asia (Asian Games) 2018, dengan menggunakan material bekas Halte Masjid Agung Temporer, sehingga halte memiliki total 6 pintu peron di tiap sisinya serta menjadi halte Transjakarta pertama yang mengakomodasi pohon di dalam halte dengan diberi ruang tumbuh dan hiasan lampu.[19][20]
Usai direvitalisasi pada 17 Agustus 2022, halte ini memiliki desain yang futuristik dan dinamis karena digadang menjadi halte ikonik yang mengedepankan layanan transportasi sekaligus tengaran pusat bisnis dan hiburan olahraga Indonesia (Indonesia sportainment and business landmark).[21] Kendati masih dengan 6 pintu peron, desain halte GBK yang baru dibuat lebih luas dari bangunan halte sebelumnya dengan adanya pemisahan untuk rute tertentu di sisi utara dan selatan halte. Bagian barat halte ditambahkan dengan rampa peninggi karena perbedaan elevasi Jalan Jenderal Sudirman di sisi barat dan timur halte. Tersedia pula fasilitas musala serta toilet termasuk toilet ramah disabilitas. Halte GBK didesain oleh Pandega Desain Weharima (PDW) dan mendapatkan nominasi IAI Jakarta Awards 2024 untuk Bangunan Publik, sub-kategori Fasilitas Transportasi.[22]
Pohon trembesi yang diakomodasi bertambah 1 batang yakni yang berada di dekat musala halte. Pohon akasia yang sebelumnya kini ditambahkan dengan penutup mika dan seng agar air hujan tidak membasahi lantai halte.
Berikut merupakan peta tata letak layanan rute koridor/BRT di Halte Senayan Bank Jakarta per 7 September 2025:
Pada 30 Juni2022, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mengumumkan penjualan hak penamaan eksklusif (exclusive naming rights) untuk beberapa halte Transjakarta.[18] Setelah berhasil melaksanakan penjualan nama Halte Bundaran HI, Transjakarta menjual hak penamaan atas Halte Gelora Bung Karno kepada PT Bank DKI. Pembelian hak penamaan ini mengiringi netralisasi nama halte menjadi Halte Senayan, mengikuti kelurahan yang ada di sebelah timur halte, dengan adanya penambahan jenama "BANK DKI" disamping nama halte.[23] Perubahan ini ditandai secara bertahap pada papan informasi rute, sistem informasi penumpang (PIS), hingga pemasangan lampu tulisan nama halte pada Juni 2024.[16] Perubahan nama halte pun efektif dilaksanakan secara resmi pada 10 Juli2024.[18]
Sehubungan dengan perubahan sebutan (call name) Bank DKI menjadi Bank Jakarta Pada tanggal 22 Juni 2025, bertepatan hari jadi ke-498 Jakarta, turut serta membuat fasilitas dengan hak penamaan bank pembangunan daerah tersebut untuk melakukan penyesuaian nama, seperti mengubah nama stasiun MRT Bundaran HI Bank DKI menjadi Bundaran HI Bank Jakarta.[17] Perubahan nama halte ini menjadi HalteSenayan Bank Jakarta pun juga turut ditandai pada beberapa peta beberapa rute baru Transjakarta. Perubahan nama secara resmi pun ditandai dengan pemasangan blok huruf nama Senayan Bank Jakarta di atas halte serta penyebutan di media sosial Transjakarta pada 6 September 2025, disusul dengan penambahan merek suara (sonic brand) beberapa waktu kemudian.[24]
Layanan bus kota non-BRT
Berikut merupakan daftar layanan bus kota Transjakarta non-BRT yang tersedia baik di dalam maupun di sekitar Halte Senayan Bank DKI per 22 Mei 2025:
Pada tanggal 29 Agustus 2025, diselenggarakan unjuk rasa di Kantor Kepolisian Daerah Metro Jaya yang berada di samping Simpang Susun Semanggi. Pada petang harinya, ketika pengunjuk rasa mulai meninggalkan lokasi unjuk rasa dikarenakan hujan deras,[25] beberapa orang mulai menebar provokasi agar melakukan kerusuhan. Hingga akhirnya pada dini hari 30 Agustus 2025, setelah Kematian Affan Kurniawan, Halte Senayan Bank DKI mulai terlihat dibakar oleh sekelompok orang tak dikenal yang mengenakan penutup wajah, mereka bergerak cepat dan tidak teridentifikasi oleh warga sekitar. Pembakaran tersebut menyebabkan separuh bagian halte yang direnovasi pada tahun 2022 tersebut terbakar bersama dengan pohon akasia yang berada di dalam area tunggu halte.[26]
Selain membakar, sekelompok perusuh tersebut melakukan vandalisme berupa memecahkan kaca, mencoret seluruh bagian fasad, dan menghancurkan pintu peron. Barang-barang yang berada di halte tersebut tak luput dari penjarahan, termasuk fasilitas prasarana, hingga barang dan peralatan usaha milik penyewa di halte.[26] Pada saat bersamaan, Halte Polda Metro Jaya dan Halte Senen Toyota Rangga juga dibakar.[27][28]
Akibat perusakan dan pembakaran tersebut, seluruh layanan Transjakarta sempat tidak beroperasi pada pagi hari tanggal 30 Agustus 2025. Pada saat perbaikan halte yang dibakar maupun yang mengalami kerusakan, layanan Transjakarta tetap beroperasi dengan penaikan dan penurunan dialihkan ke perhentian non-BRT.[29] Usai direnovasi, Halte Senayan Bank DKI dibuka kembali untuk melayani pelanggan. Layar Sistem Informasi Pelanggan (PIS) yang dijarah, pintu peron dan gerbang tiket yang rusak, kipas angin, hingga papan petunjuk arah (wayfinding), telah dipasang kembali dan halte pun beroperasi sedia kala. Renovasi ini sekaligus mengubah nama halte menjadi Halte Senayan Bank Jakarta.[30]
Galeri
Halte Senayan Bank DKI saat masih bernama Gelora Bung Karno, 2022.
Kenampakan Halte Senayan Bank DKI dari bawah JPO Gelora, 2023.
Lokasi fasilitas tempat parkir sepeda di belakang shelter bus GBK 3, 2023.
Bus Transjakarta memasuki Halte Senayan Bank DKI, 2023.
Halte Senayan Bank DKI, dengan logo Bank DKI (kini Bank Jakarta, 2024.
Gerbang tiket untuk memasuki Halte Senayan Bank DKI yang baru (d.h. Gelora Bung Karno), 2022.
Satu dari dua pohon akasia yang berada dalam Halte Senayan, 2022.
Jembatan penyeberangan orang (JPO) untuk mengakses halte sekaligus transit ke rute non-BRT, 2022.
Suasana di dalam halte saat ramai, 2022.
Papan tanda untuk informasi layanan dan tempat aktivasi komersial, 2023.
Rampa peninggi pintu peron sisi barat halte, 2023.
Fasilitas musala, 2023.
Toilet ramah disabilitas, 2023.
Rampa sisi timur JPO Gelora menuju halte, 2024.
Fasilitas lift di sisi timur dari bawah trotoar untuk menuju JPO Gelora, 2024.
Lift yang tersedia di sisi timur JPO Gelora, 2024.
Suasana di dalam JPO Gelora saat malam hari, tampak terpancar hiasan lampu berwarna warni, 2023.