Awal pendirian
Bimo Transport dimulai pada tahun 1986, dan didirikan oleh dua orang, Subagyo Hadi Siswoyo (Kepala Staf TNI Angkatan Darat periode 1998–1999) dan Marsudiono. Subagyo H.S. menetapkan 12 Juni, hari kelahirannya, sebagai hari ulang tahun perusahaan. Mereka awalnya mendirikan PO ini sebagai usaha angkutan antarkota dalam provinsi (AKDP) yang melayani rute Yogyakarta–Wonosari. Pada masa awal operasinya, PO ini masih menggunakan bus besar non-AC dengan jumlah armada sebanyak lima unit. Dengan kondisi sarana yang sederhana dan modal usaha yang berasal dari dana pribadi, Bimo Transport perlahan mulai membangun kepercayaan masyarakat sebagai penyedia jasa transportasi yang dapat diandalkan.[1][4]
Memasuki tahun 1993, seiring dengan mulai bergesernya minat masyarakat Yogyakarta dari angkutan umum ke kendaraan pribadi, Bimo Transport mulai melihat peluang yang lebih besar pada sektor bus pariwisata. Pada periode ini, perusahaan mulai beralih fokus dengan membeli dua unit bus besar berpendingin udara (AC) untuk melayani kebutuhan perjalanan wisata. Keputusan tersebut terbukti tepat, karena permintaan jasa transportasi pariwisata terus meningkat dari tahun ke tahun. Hingga akhir tahun 1999, jumlah armada Bimo Transport mengalami perkembangan signifikan, yaitu terdiri dari lima unit bus besar non-AC, delapan unit bus besar AC, serta dua unit bus kecil.
Peralihan ke bisnis bus pariwisata penuh
Pada tahun 2000, manajemen PO ini melakukan evaluasi terhadap efisiensi operasional armada AKDP non-AC. Karena dinilai kurang efisien, seluruh bus non-AC yang sebelumnya digunakan untuk layanan AKDP dijual. Dana hasil penjualan tersebut kemudian dimanfaatkan untuk membeli tiga unit bus AC baru guna memperkuat layanan angkutan pariwisata. Langkah ini menandai berakhirnya layanan AKDP dan mempertegas posisi Bimo Transport sebagai perusahaan yang sepenuhnya bergerak di bidang transportasi pariwisata.
Perkembangan perusahaan terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya. Pada tahun 2001, Bimo Transport menambah empat unit bus baru, kemudian disusul dengan penambahan dua unit bus pada tahun 2002. Seiring dengan meningkatnya permintaan dan semakin luasnya jangkauan layanan, pada tahun 2003 Bimo Transport ini kembali melakukan ekspansi besar dengan menambah sepuluh unit bus sekaligus. Dengan penambahan tersebut, total armada yang dimiliki perusahaan pada saat itu mencapai 29 unit bus.
Pada tahun 2004, Bimo Transport kembali memperkuat kapasitas operasionalnya dengan menambah lima unit bus baru. Dengan demikian, jumlah armada perusahaan meningkat menjadi 34 unit bus, yang terdiri dari 32 unit bus besar dan dua unit bus mikro. Armada tersebut digunakan untuk melayani berbagai kebutuhan perjalanan wisata, baik dalam kota, antarkota, maupun antarprovinsi, dengan cakupan wilayah pelayanan yang semakin luas. Per 2024, PO ini mengoperasikan 22 bus, dengan rincian 20 bus besar dan 2 bus sedang.[5]
PO Bimo Transport awalnya memiliki kantor pusat registrasi di Jalan Wonosari km 7, Baturetno, Banguntapan, Bantul, serta memiliki garasi di Jalan Kadisono, Berbah, Sleman. Namun, saat ini operasional Bimo Transport telah dialihkan sepenuhnya ke garasi tersebut.