Sinar Dempo bermula dari sebuah usaha kecil angkutan darat di Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan. Perusahaan otobus ini didirikan oleh Sidik pada tahun 1974 dengan modal hanya sebuah mobil Chevrolet yang digunakan untuk mobil penumpang umum lokal seperti Pagar Alam–Muara Gelumpai dan Pagar Alam–Muara Payang, yang berangkat dari terminal depan Pasar Dempo. Pada masa awal ini, operasional masih sangat sederhana dan melayani perjalanan antarkecamatan. Seiring dengan meningkatnya permintaan masyarakat terhadap jasa transportasi darat, Sinar Dempo mulai memperluas layanan. Pada tahun 1978, Sidik memutuskan untuk membuka trayek pertama yang lebih panjang yakni Pagar Alam–Lahat dan Pagar Alam–LubukLinggau. Setahun kemudian, pada 1979, perusahaan juga melayani rute Pagar Alam–Palembang dan bahkan hingga Kota Bandar Lampung.[1][2]
Nama Sinar Dempo berasal dari kecamatan tempat pendiriannya, Dempo Selatan, Kota Pagar Alam;[3] juga dari nama gunung bernama sama di wilayah tersebut. Perkembangan ini menjadikan Sinar Dempo bukan hanya sekadar perusahaan otobus lokal tetapi perlahan dikenal di wilayah Sumatra bagian selatan. Pada periode tersebut, Sinar Dempo berhasil menjadi satu-satunya perusahaan otobus di wilayah Sumatera Selatan yang tergabung dalam aliansi busantarkota antarprovinsi bernama Satu Nusa Transport (Sanutra). Konsorsium ini menghubungkan trayek hingga lintas Sumatra dan Jawa serta menjadi kebanggaan tersendiri bagi perusahaan dan warga setempat.[4]
Memasuki dekade 1990-an, kepemimpinan perusahaan mengalami regenerasi. Putra dari pendiri, Joni, mengambil alih manajemen Sinar Dempo pada tahun 1992. Di tangan Joni, Sinar Dempo semakin berkembang pesat dan dikenal sebagai salah satu perusahaan otobus besar di Pulau Sumatera dengan armada bus yang terus bertambah dan layanan yang semakin profesional. Pengabdian dan kontribusi Sinar Dempo dalam dunia angkutan penumpang di Indonesia juga sempat diapresiasi secara formal. Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, menganugerahi penghargaan "Lifetime Achievement" (pengabdian loyalitas seumur hidup) kepada Sinar Dempo sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pelayanan armada busnya terhadap masyarakat pada tahun 2011 dan 2015.[1][2][4]
Untuk menyesuaikan dengan regulasi Kemenhub yang mengharuskan perusahaan otobus memiliki badan hukum perseroan terbatas, sejak 2016, Sinar Dempo telah berbadan hukum perseroan terbatas dengan nama PT Sinar Dempo Bangun Persada. Hingga kini, Sinar Dempo tetap eksis sebagai salah satu perusahaan otobus besar di Sumatra, melayani puluhan rute dengan armada bus kelas ekonomi dan non-ekonomi yang juga menjadi pilihan bagi masyarakat luas, termasuk mahasiswa perantauan dan pelaku perjalanan antarkota.[1][2][4]
Armada
Bus Sinar Dempo dengan karoseri Scorpion X produksi Tentrem
Sinar Dempo dikenal rajin meremajakan armadanya dengan bus-bus besar modern untuk layanan bus antarkota antarprovinsi (AKAP), dengan kelas tertingginya, Big Top. Pada Maret 2025, Sinar Dempo merilis dua unit bus baru yang tampil mewah meskipun memakai sasis mesin depan, yang biasanya lebih identik dengan bus ekonomi. Unit-unit ini dibalut dengan desain karoseri Skylander F22 Vision 8 Touring produksi New Armada, dengan konfigurasi kursi 2-1 untuk 22 penumpang serta fasilitas seperti toilet, TV, dan dispenser guna menunjang kenyamanan perjalanan jarak jauh.[5]
Untuk sasis dan konfigurasi teknis, Sinar Dempo dalam beberapa rilisnya memilih sasis yang tangguh dari Mercedes-Benz, seperti OF 1623 pada model mesin yang dirilis Maret 2025.[5] Sasis ini memberikan keunggulan berupa ruang bagasi belakang yang lapang, karena mesin diletakkan di depan sehingga area belakang dapat lebih luas menampung barang bawaan. Pemilihan sasis premium ini juga terlihat pada rilis sebelumnya yang menggunakan Mercedes-Benz OH 1626L untuk dua unit bus dengan karoseri Avante H8 produksi Tentrem, menunjukkan konsistensi Sinar Dempo dalam mengandalkan sasis bus ternama untuk performa dan keandalan di rute panjang.[6]
Dari sisi karoseri, Sinar Dempo telah bekerja sama dengan beberapa pembuat bodi bus terkemuka di Indonesia, terutama New Armada dan Tentrem. Perusahaan karoseri New Armada menghadirkan seri bodi seperti Skylander F22 Vision 8 Touring khusus dirancang untuk sasis mesin depan, serta varian Skylander lain yang terus berkembang untuk memenuhi permintaan pasar, termasuk versi mesin depan yang semakin populer karena bagasi belakangnya yang lebih besar.[5] Sementara itu, untuk rilis sebelumnya, Sinar Dempo juga memakai karoseri Avante H8 dari Tentrem yang dikenal memiliki bagasi luas dan desain modern untuk layanan AKAP, dengan finishing elegan dan interior yang nyaman bagi penumpang.[6]
Sinar Dempo juga mengoperasikan bus sedang. Bus-bus sedang ini menggunakan sasis Mercedes-Benz OF 917 dan menggunakan karoseri Jetbus2+ MD produksi Adi Putro.[7]
Ciri khas tampilan
Sinar Dempo mudah dikenali dengan tampilan busnya yang khas, dengan warna dominan merah dengan kombinasi hitam.[5][1] Nama "Sanutra" pun masih tetap dipertahankan sebagai bagian dari penjenamaan, sebagai penanda bahwa Sinar Dempo pernah menjadi bagian dari aliansi tersebut.[2]
Trayek
Bus Sinar Dempo dengan karoseri Legacy SR-2 HD Prime produksi Laksana
Langkah ini dilanjutkan dengan pembukaan trayek yang menghubungkan Sungai Rumbai dengan Kota Blitar sebagai trayek terjauh PO Sinar Dempo untuk saat ini.[14]