Jetbus adalah jenamakaroseribus kecil, bus sedang, bus besar, dan bus tingkat, yang dibuat dan dikembangkan oleh Adi Putro asal Malang sejak tahun 2011(2011). Sebagai salah satu karoseri bus yang populer dan juga banyak digunakan oleh perusahaan bus di Pulau Jawa. Jetbus ini telah sampai generasi keempat dengan emblem Jetbus 5[1] dan menjadi salah satu produk unggulan Adi Putro.
Sejarah
Tanda kata Jetbus. Rupa huruf yang digunakan untuk menulis jenama ini adalah Compacta, yang kemudian banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan otobus Indonesia untuk menandai jenama bus mereka. Jenama yang cukup terkenal menggunakan rupa huruf ini adalah Subur Jaya dan Agam/Sudiro Tungga Jaya.
Jetbus berawal dari pengembangan salah satu produk karoseri Royal Coach yang terinspirasi dari model Mercedes-Benz Travego dan Setra TopClass 500, yang secara proporsi telah disesuaikan baik dimensi maupun model dengan pangsa pasar di Indonesia, melalui perubahan atau modifikasi pada tampilan muka dan lampu utama (juga disebut lampu Royal)[2] dengan desain yang lebih elegan. Adi Putro tetap mempertahankan emblem Royal Coach yang terkesan mewah hingga seri Jetbus 2+. Kemudian emblem Jetbus disematkan ketika Adi Putro mulai meluncurkan Jetbus 3, sejak saat itu Jetbus menjadi penamaan produk yang dibuat Adi Putro dari bus kecil hingga bus besar. Nama Jetbus sendiri berasal dari nama keluarga pemilik karoseri Adi Putro yaitu Jethrokusumo yang disingkat menjadi Jetbus.[3]
Jetbus merupakan salah satu pelopor dalam membuat tren karoseri bus 'double glass' atau kaca ganda yang digagas sejak tahun 2015, yakni kaca depan terpisah yang memiliki pembatas berupa pilar horizontal yang dikenal dengan bando.[4]
Adapun kelebihan dari model kaca ganda ini adanya penguatan (reinforcement) secara konstruksi pada area bagian depan kendaraan sehingga lebih kokoh dan kuat terhadap benturan. Selain itu biaya perbaikan dapat lebih murah bila kaca bagian depan pecah salah satu dan tidak perlu mengganti kedua bagiannya. Namun, dari sisi penumpang, pandangan kedepan tidak seluas seperti kaca tunggal yang banyak digunakan oleh bus-bus sebelumnya, karena pandangan penumpang terhalangi oleh pilar horizontal di depan bus.[5]
Tren Jetbus dengan kaca ganda ini mulai diperkenalkan sejak peluncuran perdana Jetbus 2 SHD dan SDD (bus tingkat) di ajang pameran GAIKINDO tahun 2015[6] dan semenjak itu Adi Putro tidak lagi memproduksi bus besar dengan kaca tunggal.[7] Kemudian tren kaca ganda ini diikuti oleh banyak perusahaan pembuat karoseri lain untuk menambah varian masing-masing produknya, lengkap dengan model dan tipe yang beragam serta keunggulan masing-masing.[6]
Varian
Produk Jetbus terbagi menjadi beberapa varian tipe dan model sesuai kebutuhan dan kapasitas penumpang, mulai dari "Medium-Decker" (MD), "High-Decker" (HD), "High-Decker Double-Glass" (HDD), "Medium High-Decker" (MHD), "Super High-Decker" (SHD), "Ultra High-Decker" (UHD) hingga bus tingkat "Super Double-Decker" (SDD).[8] Untuk melengkapi varian produk UHD, Adi Putro meluncurkan varian "Medium-High-Decker" (MHD) di ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2019(2019),[9] yakni bodi bus dengan kapasitas bagasi yang lebih besar[10] dan lantai lebih tinggi serta kelonggaran tanah yang lebih rendah, sehingga mendapatkan ruang bagasi yang lebih luas.[8]
Secara umum, sasis dan mesin yang digunakan produk Jetbus ini di antaranya adalah Scania, MAN, Mercedes-Benz, Hino, Volvo, Isuzu, dan Fuso, serta khusus untuk model Jetbus 3+ SDD (Bus tingkat) hanya menggunakan sasis tiga poros delapan roda.[12] Adi Putro telah mengembangkan karoseri bus premium kelas tidur (sleeper class bus) untuk menambah jajaran varian Jetbus 3+,[13] yakni bus dengan tempat tidur sebagai pengganti kursi dengan kapasitas penumpang lebih sedikit.[14] Peluncuran varian premium kelas "sleeper", diumumkan Desember 2020 untuk bus Pandawa 87, menggunakan sasis Mercedes-Benz OH 1626. Varian Jetbus 3+ ini disebut dengan "Dream Coach".[15][16]
Selain bus besar, Adi Putro juga membuat karoseri bus medium dan bus mikro, dengan kapasitas antara 15-30 penumpang melalui varian MC (Micro) dan Jumbo yang mulai diperkenalkan dalam ajang GIIAS 2018 di Surabaya. Varian MC menggunakan sasis bus Isuzu NLR 55 dengan kapasitas 16 penumpang dan varian Jumbo menggunakan sasis bus Isuzu NQR 71 dengan kapasitas hingga 18 penumpang.[17]
Lalu pada bulan Februari 2023, karoseri Adi Putro merilis varian terbaru mereka, yaitu Jetbus 3+ F17 yang pertama kali dimiliki oleh PO Efisiensi. Unit ini detail yang hampir sama dengan varian Jetbus 3+ pada umumnya. Yang membedakan, varian F17 ini tidak memiliki selendang, tetapi memiliki detail kecil pada bagian samping kacanya yang terlihat seperti list kecil pada bodi Sprinter yang juga pernah diproduksi Adi Putro.[18]
Adi Putro meluncurkan generasi Jetbus terbarunya yang disebut dengan Jetbus 5, dalam ajang pameran otomotif GIIAS 2023 pada 11 Agustus 2023.[19] Peluncuran ini sekaligus menandai 50 tahun kiprah Adi Putro dalam industri karoseri (bus coach) di Indonesia.[20] Terdapat enam varian Jetbus 5 yang dirilis, di antaranya MHD Dream Coach, MHD Single Glass, SHD Single Glass, SHD Double Glass, Medium Single Glass dan SDD (bus tingkat), dengan pilihan sasis Scania, Mercedes-Benz dan Volvo.[20] Pengguna perdana Jetbus 5 ini adalah SAN yang langsung diserahterimakan pada saat acara peluncuran.[19] Sebelumnya, Adi Putro merilis cuplikan video tentang tampilan Jetbus 5 pada 9 Agustus 2023, dengan perubahan tampilan eksterior yang signifikan dari generasi sebelumnya, yakni pembaruan pada tata letak lampu depan dan lampu belakang, termasuk tidak lagi menggunakan aksen selendang sebagaimana ornamen Jetbus generasi sebelumnya.[21]
Dengan kapasitas produksi Jetbus hingga 150 unit per bulan,[22] Adi Putro melirik pangsa pasar Timur Tengah dan Amerika Selatan untuk ekspor produksi dalam negeri, karena pertimbangan spesifikasi dan dimensi bus yang sama dengan di Indonesia, hanya perbedaan tata letak kemudi yang disesuaikan dengan negara tujuan. Adapun model Jetbus yang akan di ekspor yakni HDD, UHD dan SHD.[30]
Galeri
Jetbus 2+ Bus tingkat SDD "Putera Mulya" dengan sasis Scania K410 IB
Jetbus 2+ Bus SHD "Rosalia Indah" dengan sasis Scania K360 IB