ENSIKLOPEDIA
Agam Tungga Jaya
Bus Sudiro Tungga Jaya dengan sasis Mercedes-Benz dan karoseri jenis Discovery DC-03 produksi Laksana | |
| Didirikan | 2012 |
|---|---|
| Mulai operasi |
|
| Kantor pusat | Maospati, Magetan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Indonesia |
| Wilayah layanan | |
| Jenis layanan |
|
| Armada | 135 unit (STJ) |
| Jenis bahan bakar | Diesel |
| Operator |
|
| Direktur Utama | Ki Agus Muhammad Syidik[1] |
PT Agam Tungga Jaya adalah perusahaan otobus dan logistik Indonesia yang berpusat di Maospati, Magetan, Jawa Timur. Perusahaan ini menjalankan transportasi bus dan truk dengan tiga jenama: Agam Tungga Jaya (ATJ) melayani bus pariwisata dan distribusi BBM, Sudiro Tungga Jaya (STJ) melayani bus antarkota dalam provinsi jarak pendek, dan Tunas Muda Transportation (TMT) melayani bus antarkota antarprovinsi. Sebagai perusahaan otobus yang lahir di era Generasi Alfa,[2] perusahaan otobus ini dikenal karena merevolusi bisnis transportasi bus Indonesia di paruh kedua 2010-an, dengan basis komunitas penggemar yang cukup kuat.
Sejarah
Ki Agus Muhammad Syidik lahir di Maospati, Kabupaten Magetan, Jawa Timur pada 5 Mei 1991.[3] Sejak kecil, ia dikenal sebagai sosok yang tekun dan memiliki ketertarikan yang sangat besar terhadap moda transportasi bus. Kecintaannya ini tumbuh dari kebiasaan masa kecilnya yang sering bepergian menggunakan bus antarkota. Pengalaman tersebut menumbuhkan rasa kagum dalam dirinya terhadap kerja keras para pengemudi, hingga ia bercita-cita untuk menekuni profesi yang sama. Meskipun sempat mendapatkan tentangan dari kedua orang tuanya, semangat dan kecintaan Syidik terhadap dunia transportasi darat tidak pernah padam.[4][5]
Alih-alih mengizinkannya menjadi pengemudi bus, orang tua Syidik justru memberikan dukungan lain berupa modal usaha sebesar Rp2,5 miliar. Modal tersebut dialokasikan untuk mengembangkan bisnis distribusi bahan bakar minyak yang telah dirintis oleh keluarga mereka sejak 2012 dengan menggunakan nama PT Agam Tungga Jaya (ATJ). Langkah ini menjadi titik awal yang krusial, karena bisnis distribusi minyak inilah yang nantinya menjadi fondasi dan sumber pendanaan utama bagi Syidik untuk mendirikan perusahaan otobus miliknya sendiri di masa depan.[5]
Membuka bus pariwisata

Setelah menyelesaikan pendidikannya, Syidik mulai mengasah kemampuan berwirausaha dengan mengelola bisnis ATJ dari skala kecil. Melalui pengalaman praktis ini, ia belajar banyak mengenai manajemen keuangan serta logistik yang sangat ketat. Sekitar tahun 2012 hingga 2013, bisnis distribusi minyak yang dikelolanya mengalami perkembangan yang sangat pesat. Keberhasilan ini memberikan modal awal yang kuat bagi Syidik untuk mewujudkan impian masa kecilnya, yaitu merambah ke penyediaan jasa transportasi pariwisata.[6]
Tahun 2014 menjadi momen penting bagi perjalanan bisnis Syidik dengan memanfaatkan jenama ATJ untuk membuka layanan bus pariwisata. Pada awal operasionalnya, armada ATJ hanya mengandalkan beberapa unit bus mikro untuk melayani rute wisata di seputar Jawa Timur dan Jawa Tengah. Seiring dengan pertumbuhan bisnis yang kian positif, ATJ mulai melakukan ekspansi armada secara signifikan. Salah satu langkah besarnya adalah dengan membeli unit bus besar bekas dari Subur Jaya, sebuah perusahaan otobus pariwisata ternama asal Rembang, Jawa Tengah.[6]
Membuka bus antarkota

Keberhasilan di sektor pariwisata mendorong Syidik untuk merambah jalur reguler dengan membuka anak usaha baru bernama Sudiro Tungga Jaya (STJ) pada 14 Juni 2017. Nama "Sudiro" sendiri diambil dari nama kecil ayah Syidik sebagai bentuk penghormatan.[7] STJ difokuskan untuk melayani trayek antarkota antarprovinsi (AKAP) dengan trayek perdananya, Kota Madiun–DKI Jakarta.[6] Dalam waktu singkat, STJ tumbuh menjadi salah satu perusahaan otobus paling populer di akhir dekade 2010-an berkat armadanya yang elegan, pelayanan prima, serta penerapan jargon Élkusla (éling, kuwat, slamet) sebagai filosofi kerja perusahaan.[5][2]
Terkait aspek identitas perusahaan, penamaan perusahaan dan jenama ATJ dan STJ memiliki makna kekeluargaan dan doa yang mendalam bagi sang pemilik. Menurut Syidik, kata "Tungga" diambil dari nama adik bungsu laki-lakinya, sedangkan kata "Jaya" disematkan sebagai representasi dari harapan dan doa agar perusahaan selalu meraih kejayaan. Nilai-nilai personal dan filosofi kekeluargaan inilah yang terus dibawa oleh Syidik dalam mengembangkan sayap bisnis transportasinya yang kian hari kian diperhitungkan.[7]
Memasuki awal dekade 2020-an, popularitas perusahaan di bawah naungan grup ATJ semakin meroket dengan kepemilikan mencapai 135 armada bus yang menawarkan berbagai kelas layanan.[8][5][9] Desain bus yang berani, unik, dan rapi tidak hanya memikat hati para penumpang, tetapi juga menarik perhatian komunitas pecinta bus serta para pemain simulator kendaraan.[10][4] Kendati sempat diterpa berbagai ujian—mulai dari sorotan media terkait gaya mengemudi sopir yang dinilai ugal-ugalan hingga kasus hukum yang melibatkan Syidik—manajemen tetap berkomitmen terbuka untuk melakukan pembenahan internal.[11][12]
Tunas Muda Transportation
Sebagai langkah diversifikasi dan inovasi terbaru, Syidik meluncurkan jenama bus ketiganya pada awal tahun 2025 yang dinamakan Tunas Muda Transportation (TMT). Beroperasi di bawah anak usaha PT Tunas Muda Transportation yang sudah dibentuk sejak masa pengembangan STJ, jenama baru ini berfokus pada layanan AKAP jarak jauh dengan trayek debut Kabupaten Magetan–DKI Jakarta menggunakan sleeper bus. Kehadiran TMT tidak hanya menjadi simbol regenerasi berskala nasional bagi grup ATJ, tetapi juga mempertegas kontribusi perusahaan dalam menciptakan lapangan kerja baru di sektor transportasi darat Indonesia.[13][14]
Armada

Perjalanan armada bus dalam ATJ Group yang terdiri dari Agam Tungga Jaya (ATJ), Sudiro Tungga Jaya (STJ), dan Tunas Muda Transportation (TMT) telah menjadi fenomena tersendiri dalam jagat transportasi darat Indonesia. Pada awal dekade 2020-an, Sudiro Tungga Jaya (STJ) yang berfokus pada layanan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) mencatatkan pertumbuhan yang sangat masif hingga berhasil mengoperasikan sekitar 135 armada dengan berbagai kelas layanan untuk memanjakan penumpangnya.[5]
Jauh ke belakang, fondasi awal dari kerajaan bisnis transportasi ini dibangun dengan modal yang relatif sederhana tetapi terukur. Ketika awal merintis layanan bus pariwisata, Agam Tungga Jaya memulainya dengan mengandalkan sasis kelas menengah, yakni Hino RK8 R260 dan Hino RN 285. Menariknya, unit-unit awal yang digunakan tersebut bukan merupakan bus baru dari pabrik, melainkan unit bus bekas yang dibeli dari perusahaan otobus (PO) Subur Jaya, sebuah nama besar asal Rembang yang terkenal dengan peremajaan armadanya yang cepat. Langkah awal ini terbukti efektif dalam menjajaki pasar otomotif dan pariwisata sebelum akhirnya mereka memutuskan untuk melakukan lompatan besar ke segmen bus premium.[6]
Seiring dengan perkembangan bisnis yang kian pesat, ATJ dan STJ mulai memperluas portofolio kendaraan mereka dengan mengadopsi bermacam-macam merek dan model sasis papan atas. Langkah ini diambil demi meningkatkan standar kenyamanan penumpang, terutama untuk jalur AKAP jarak jauh. Mereka mulai banyak mendatangkan sasis tronton dan sasis premium lainnya yang terkenal bertenaga besar dan bersuspensi udara nyaman. Di antaranya adalah sasis buatan pabrikan Eropa seperti Scania (tipe K410iB dan K360iB), Volvo B11R yang bertenaga monster, hingga Mercedes-Benz dengan varian tertinggi OC 500 RF 2542 serta varian space frame OH 1626 yang sangat fleksibel untuk memuat banyak barang bawaan di bagasi.[15][6]

Evolusi tidak hanya terjadi pada sektor dapur pacu dan sasis saja, melainkan juga pada desain eksterior dan interior (bodi bus). Pada masa-masa awalnya, armada mereka hanya mengandalkan sentuhan dingin dari perusahaan karoseri bus Adi Putro, khususnya lewat produk populer kala itu yakni Jetbus2+. Namun, guna memenuhi tuntutan zaman, mereka telah menggunakan berbagai macam karoseri bus dari perusahaan Indonesia. Dari Adi Putro, mereka mengadopsi seri mutakhir seperti Jetbus3+ UHD (Ultra-High-Deck) yang menawarkan bagasi super luas, hingga seri terbaru Jetbus5 MHD (Medium-High-Deck) Single-Glass yang elegan.[16][17] Selain dari Adi Putro, ATJ dan STJ juga memercayakan armada mereka kepada Laksana lewat model Legacy SR-2 XHD Prime dan SR-3 Neo XHD Panorama,[15][18] Tentrem dengan model Avante H9 yang aerodinamis,[19] serta New Armada melalui varian Evolander.[20]
Penerapan strategi mutakhir dalam pemilihan sasis dan karoseri bus ini juga diwariskan kepada lini bisnis terbaru mereka, yaitu Tunas Muda Transportation (TMT) yang fokus membidik pasar kelas mewah (sleeper bus). Untuk trayek debut atau operasional perdananya, TMT langsung menggebrak dengan menggunakan kombinasi sasis Mercedes-Benz OH 1626 yang nyaman dengan bodi Skylander R22 FL Vision 8 Sleeper besutan New Armada, sebuah kombinasi yang menjamin kenyamanan maksimal bagi penumpang sepanjang perjalanan.[13] Sistem identifikasi armada bus ATJ Group tidak menggunakan nomor lambung, tetapi menggunakan julukan unik atau nama individu pada setiap unit busnya, misalnya "Draka", yang membuat setiap armada memiliki ikatan emosional tersendiri dan sangat mudah dikenali oleh para maniak bus.[21]
Trayek
Bus antarkota

Sebagai salah satu raksasa transportasi darat Jawa Timur, PO Sudiro Tungga Jaya (STJ) dan Tunas Muda Transportation (TMT) merupakan lengan bisnis bus antarkota dari grup ATJ (Agam Tungga Jaya). Titik awal pemberangkatan utamanya berpusat di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, yang sekaligus menjadi lokasi kantor pusat operasional perusahaan otobus tersebut.[22] Sejak resmi melayani rute bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dan dalam provinsi (AKDP) pada tahun 2017, STJ terus memperluas jaringan trayeknya guna memfasilitasi mobilitas masyarakat dari kawasan metropolitan menuju berbagai wilayah di Jawa.[6]
Jaringan trayek utama STJ menghubungkan DKI Jakarta menuju sejumlah daerah di Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), hingga Jawa Timur. Di wilayah tengah, armada STJ aktif menyisir rute menuju Kota Semarang, Kota Surakarta, hingga Kota Yogyakarta. Jaringan trayek yang luas ini membuat STJ menjadi andalan bagi para perantau yang hendak pulang ke kampung halaman mereka.[23] Demi memanjakan penumpangnya di jalur-jalur tersebut, STJ menyediakan beberapa pilihan kelas perjalanan bus dengan tarif yang kompetitif. Layanan utamanya terbagi menjadi beberapa kelas seperti Patas Non-Toilet, Kelas Reguler dengan kapasitas 32 kursi, serta Kelas Premium yang menawarkan ruang lebih lega berkapasitas 30 kursi. Seluruh armada penjelajah trayek ini ditunjang dengan fasilitas standar kenyamanan tinggi, mulai dari pendingin udara (AC) hingga kursi yang dapat direbahkan (reclining seat).[23][24]

Sebagai salah satu pemain kunci di rute gemuk, STJ juga sangat dinamis dalam berekspansi dengan membuka trayek-trayek baru secara berkala. Salah satu gebrakan rute yang pernah dilakukan adalah pembukaan trayek pemberangkatan pagi dari Terminal Purboyo, Kota Madiun, menuju KI Jakarta. Trayek ini memanjakan penumpang melalui rute lintas pegunungan dan kota yang melewati Kabupaten Karanganyar, Kota Surakarta, dan Kota Semarang, sebelum akhirnya masuk ke Provinsi DKI Jakarta.[25]
Dengan diluncurkannya Tunas Muda Transportation (TMT) dengan trayek pertamanya, Plaosan, Kabupaten Magetan–DKI Jakarta, pada Maret 2025,[14][13] secara bertahap armada STJ yang dioperasikan untuk antarkota antarprovinsi sebagian dialihkan dan berganti nama ke TMT. Unit bus yang tetap menggunakan nama STJ kemudian dipindahkan ke trayek antarkota dalam provinsi Jawa Timur. STJ fokus melayani trayek AKDP di kelas Patas Jatim dan ekonomi AC (khusus trayek AKDP Magetan–Surabaya) melalui Tol Trans-Jawa, dengan rute Kabupaten Magetan–Kabupaten Magetan–Surabaya.[22][26][27]
Bisnis nontrayek

Jika bisnis bus antarkota berada di bawah jenama STJ dan TMT, Agam Tungga Jaya (ATJ) sejak awal didirikan oleh Ki Agus Muhammad Syidik tetap konsisten berfokus pada bisnis inti layanan bus pariwisata. Armada mereka memiliki tampilan yang sama dengan bus-bus milik STJ dan TMT, hanya namanya diubah menjadi ATJ. Layanan bus pariwisata dari ATJ melayani jangkauan wilayah operasional yang sangat luas, meliputi Jawa, Madura, Sumatra, hingga Nusa Tenggara. Sebagai penyedia jasa transportasi nontrayek, bus-bus premium milik ATJ umumnya disewa untuk mengakomodasi bermacam-macam keperluan perjalanan rombongan, di antaranya seperti agenda wisata religi dan ziarah wali, acara kedinasan maupun gathering kantor, hingga kegiatan karyawisata.[28]
Kasus
Pada tanggal 6 Mei 2020, sebanyak 31 orang pemudik asal Jakarta telantar setelah diturunkan oleh awak bus STJ di pinggir Jalan Tol Solo–Ngawi, tepatnya di kawasan Ngale, Kecamatan Paron, Ngawi. Awak bus nekat menurunkan puluhan penumpang tersebut di jalur bebas hambatan demi menghindari pos penyekatan mudik yang dijaga ketat oleh petugas di gerbang tol terdekat. Para pemudik ini akhirnya diamankan oleh warga sekitar setelah tepergok melompati pagar pembatas jalan tol untuk keluar dari area tersebut; meski di sisi lain, pihak manajemen PO sempat memberikan klarifikasi dan mengklaim bahwa tindakan menurunkan penumpang di jalan tol tersebut merupakan atas dasar permintaan dari para penumpang itu sendiri.[29][30]
Tantangan hukum yang jauh lebih berat kembali menerpa manajemen grup ATJ beberapa tahun kemudian. Pada 4 September 2023, Ki Agus Muhammad Syidik ditangkap oleh kepolisian setelah diduga terlibat dalam praktik ilegal penimbunan dan pelangsiran bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi. Modus operandi yang dijalankan adalah dengan membeli solar subsidi secara berulang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) menggunakan armada yang telah dimodifikasi. Hasil penimbunan BBM tersebut ditampung dan dijual kembali (re-sell) dengan harga industri ke berbagai pabrik. Truk-truk tangki yang terlibat dalam kasus ini akhirnya dilelang.[31][32]
Komunitas
Komunitas penggemar Sudiro Tungga Jaya—yang akrab disebut STJ Fans—merupakan komunitas yang tumbuh sangat aktif di situs jejaring sosial, terutama Facebook, dengan anggota grup yang telah menembus lebih dari 155.000 orang.[33] Anggotanya beragam, mulai dari penumpang setia, calon penumpang yang ingin mencari informasi, hingga pengamat dan penggemar armada STJ (dan grup ATJ) yang kerap membagikan foto, video, dan cerita pengalaman bersama grup ATJ dalam berbagai trayek. Mereka menampilkan antusiasme tinggi terhadap desain bodi, kelajuan dan ketepatan waktu operasional, hingga performa armada grup ATJ yang terus meningkat sejak awal berdiri hingga memiliki ratusan unit. Walau perusahaan ini relatif muda dibandingkan beberapa operator lain, komunitasnya mampu menunjukkan loyalitas dan semangat untuk terus berkembang, menjadikan grup ATJ sebagai salah satu kelompok perusahaan otobus dengan fandom kuat di Indonesia pada masanya.[34][35]
Referensi
- ↑ https://oto.detik.com/berita/d-6517775/bakal-adu-drag-dengan-bos-po-stj-bos-po-sumber-alam-siapkan-2-unit-bus
- 1 2 Kompas, Tim Harian (5 Oktober 2019). "Laju Panjang Bisnis Bus AKAP". Kompas.id. Diakses tanggal 24 Oktober 2025.
- ↑ Tim (28 Mei 2024). "Pengusaha Muda Magetan Ki Agus Daftar Bacawabup Lewat PAN". Jatimnesia.com. Diakses tanggal 1 November 2025.
- 1 2 Archi. "Dari Hobi Jadi Raja Jalanan Nasional: Kisah Ki Agus Membesarkan PO Sudiro Tungga Jaya Asal Magetan, Viral di Kalangan Bismania". Radar Madiun. Diakses tanggal 1 November 2025.
- 1 2 3 4 5 Anshori, Luthfi. "Cerita Ki Agus Bangun PO STJ: Dari Bus Mania hingga Punya 135 Armada". detikoto. Diakses tanggal 1 November 2025.
- 1 2 3 4 5 6 Pantura, Tim Suara. "Sejarah PO Sudiro Tungga Jaya STJ dan PO Agam Tungga Jaya, Kisah Ki Agus Ingin Jadi Driver Bus Kini Sukses". Suara Pantura. Diakses tanggal 1 November 2025.
- 1 2 "Punya Nama Unik, Ini Arti PO Bus Sudiro Tungga Jaya". iNews.ID. 3 Februari 2023. Diakses tanggal 1 November 2025.
- ↑ "Sudiro Tungga Jaya Makin Ciamik dengan Livery Baru – Mobil Komersial" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 1 November 2025.
- ↑ ZCH1708 (25 Desember 2019). "Tiga Bus Scania Sudiro Tungga Jaya Siap 'Menetas' dari Karoseri Tentrem dan Laksana". otodriver. Diakses tanggal 1 November 2025. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
- ↑ "Kumpulan Livery BUSSID STJ Terbaru 2024, Tampilan Bus Jadi Kece Abis". suara.com. Diakses tanggal 1 November 2025.
- ↑ Anshori, Luthfi. "Bus STJ Dianggap Kencang dan Ugal-ugalan, Ki Agus: Kita Akan Berbenah". detikoto. Diakses tanggal 1 November 2025.
- ↑ disway.id. "11 Fakta Menarik dalam Kasus PO Sudiro Tungga Jaya dan PO Agam Tungga Jaya yang Menimbun Solar Subsidi". disway.id. Diakses tanggal 1 November 2025.
- 1 2 3 Rama (12 Maret 2025). "Mengenal PO Tunas Muda Milik Pendiri PO Sudiro Tungga Jaya". Busdotid. Diakses tanggal 1 November 2025.
- 1 2 Bagus, Rendra. "Rute Baru! Sleeper Bus Mewah Plaosan–Jakarta PO Tunas Muda Trans, Tiket Rp 400 Ribu Bonus Tidur Nyenyak Sampai Ibu Kota". Radar Madiun. Diakses tanggal 1 November 2025.
- 1 2 Media, Kompas Cyber (23 Oktober 2021). "2 Bus Baru PO Sudiro Tungga Jaya Pakai Sasis Tronton Volvo". KOMPAS.com. Diakses tanggal 1 November 2025.
- ↑ Media, Kompas Cyber (7 November 2021). "2 Bus Baru PO Sudiro Tungga Jaya Meluncur, Pakai Bodi Ultra High Deck". KOMPAS.com. Diakses tanggal 1 November 2025.
- ↑ Media, Kompas Cyber (30 September 2024). "PO Agam Tungga Jaya Luncurkan 5 Bus Baru untuk Layanan Pariwisata". KOMPAS.com. Diakses tanggal 1 November 2025.
- ↑ Sari, J.P.I.; Ferdian, A. (25 Desember 2024). "PO Agam Tungga Jaya Luncurkan Dua Bus Baru Model Single Glass". Kompas.com. Diakses tanggal 1 November 2025.
- ↑ Media, Kompas Cyber (30 September 2020). "PO Sudiro Tungga Jaya Buat 3 Bus Tronton di Karoseri Tentrem". KOMPAS.com. Diakses tanggal 1 November 2025.
- ↑ Media, Kompas Cyber (12 Mei 2021). "Bus Baru PO Sudiro Tungga Jaya Kelar Dirombak di Karoseri New Armada". KOMPAS.com. Diakses tanggal 1 November 2025.
- ↑ Media, Kompas Cyber (23 Oktober 2021). "2 Bus Baru PO Sudiro Tungga Jaya Pakai Sasis Tronton Volvo". KOMPAS.com. Diakses tanggal 18 Juni 2026.
- 1 2 Terkini, Tim Salatiga. "Jadwal Keberangkatan Bus Patas Sudiro Tungga Jaya Ngawi - Maospati - Surabaya Sabtu 14 Juni 2025". Salatiga Terkini. Diakses tanggal 1 November 2025.
- 1 2 GridOto.com. "Harga Tiket Bus PO Sudiro Tungga Jaya Periode Mudik Lebaran 2023, Rute Jakarta ke Jawa Tengah dan Jawa Timur - Gridoto". www.gridoto.com. Diakses tanggal 18 Juni 2026.
- ↑ Media, Kompas Cyber (24 April 2021). "Tarif Bus Eksekutif PO Sudiro Tungga Jaya dari Jakarta ke Jateng-DIY Jelang Lebaran". KOMPAS.com. Diakses tanggal 18 Juni 2026.
- ↑ "Bus Sudiro Tungga Jaya Buka Trayek Baru, Madiun - Terminal Poris Tangerang". otodriver. Diakses tanggal 18 Juni 2026.
- ↑ "PO Sudiro Tungga Jaya Rambah Trayek Bus Patas, Buka Rute Pertama Surabaya-Magetan PP". Tribunnews.com. 31 Oktober 2025. Diakses tanggal 1 November 2025.
- ↑ SUDIRO TUNGGA JAYA "THORIN". "Instagram post". Instagram. Diakses tanggal 10 Juni 2026.
- ↑ Ahsani, Mizan. "RADAR MADIUN AWARDS 2024 | Sederet Inovasi Antarkan PO Agam Tungga Jaya Terus Berkibar". Radar Madiun. Diakses tanggal 1 November 2025.
- ↑ Wismabrata, M.H. (7 Mei 2020). "Hindari Penyekatan, 31 Pemudik dari Jakarta Diturunkan Oknum Awak Bus di Jalur Tol Ngawi". Kompas.com. Diakses tanggal 1 November 2025.
- ↑ Bis, Ayo Naik (9 Mei 2020). "Klarifikasi Bus Agam Tungga Jaya Menurunkan Penumpang di TOL". Ayo Naik Bis. Diakses tanggal 17 Desember 2024.
- ↑ GridOto.com. "Heboh Pemilik PO Sudiro Tungga Jaya Diamankan Polisi, Kasus Ini Diduga Jadi Penyebab - Semua Halaman - GridOto.com". www.gridoto.com. Diakses tanggal 17 Desember 2024.
- ↑ Sari, Aprilita. "Ingat Kasus Pelangsiran BBM di Magetan? Dua Truk Bos PO STJ Ki Agus Muhammad Syidik Kini Dilelang". Radar Madiun. Diakses tanggal 17 Desember 2024.
- ↑ Okezone (13 Juli 2024). "8 PO Bus yang Memiliki Penggemar Terbanyak di Sosial Media - PAGE 2 : Okezone Ototekno". https://ototekno.okezone.com/. Diakses tanggal 2 November 2025.
- ↑ "9 PO yang Memiliki Banyak Penggemar Sebagi Busmania di Medsos, Dari Bus Haryanto Hingga ALS - News+ on RCTI+". RCTI+. Diakses tanggal 1 November 2025.
- ↑ Media, Kompas Cyber (31 Agustus 2022). "Cerita PO Sudiro Tungga Jaya, Modal 2 Bus Sampai Punya Ratusan Armada". KOMPAS.com. Diakses tanggal 1 November 2025.