Bus Jaya Kuning dengan trayek Ponorogo–Surabaya melintas langsung pintu keluar Terminal Kepuhsari Jombang, Jalan Mastrip, Kepuhkembeng, Peterongan, Jombang
PT Jaya Kuning Abadi dan PT Jaya Putih Reog adalah dua perusahaan otobus asal Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Perusahaan otobus ini melayani bus antarkota (antarprovinsi dan dalam provinsi Jawa Timur) kelas ekonomi, non-ekonomi, dan bus pariwisata. Didirikan pada tahun 1960, perusahaan otobus ini dikenal luas karena ciri khas bendera Italia pada bagian depan dan belakang armada PO Jaya I Kuning[1] dan gambar Reog Ponorogo beserta Gajah pada samping armada PO Jaya II Putih[a]. Perusahaan ini merupakan salah satu armada transportasi legendaris di jalur Mataraman, khususnya rute Ponorogo–Madiun–Surabaya.[2]. Kantor pusat dan garasi utama berkedudukan di Jalan Urip Sumoharjo 36, Mangkujayan, Ponorogo, Ponorogo untuk PO Jaya II Putih dan Jalan Jenderal Sudirman 242, Banyudono, Ponorogo, Ponorogo untuk PO Jaya I Kuning.
Sejarah
PO Jaya didirikan oleh H. Suyono pada tahun 1960 di Ponorogo. Pada awal berdirinya, fokus utama bisnis ini bukanlah angkutan penumpang, melainkan armada dump truck untuk pengiriman material bangunan dan pengangkutan pedagang. Usaha tersebut berkembang pesat hingga memasuki dekade 1970-an.
Pada awal 1970-an, H. Suyono memenangkan lelang bus di Jakarta dan mulai beralih ke bisnis angkutan orang. Armada bus pertama yang digunakan memiliki karakteristik khas zaman itu, yakni menggunakan bodi berbahan kayu. Trayek perdana yang dibuka adalah rute Ponorogo–Trenggalek.
Memasuki era 1980-an, PO Jaya melakukan modernisasi dengan mengganti armada bodi kayu menjadi bodi logam (karoseri modern). Ekspansi trayek juga dilakukan secara besar-besaran, mencakup rute Ponorogo–Madiun, Ponorogo–Surabaya, hingga merambah ke layanan bus malam dari Kabupaten Ponorogo menuju Jabodetabek. Kurang diketahui tahun kejadiannya kapan, tetapi dalam perkembangannya, manajemen PO Jaya kemudian terbagi menjadi dua kelompok operasional yang dikenal oleh masyarakat sebagai "Jaya Kuning" dan "Jaya Putih".[3]
Memasuki tahun 2018, seiring dengan pemberlakuan kewajiban perusahaan otobus memiliki badan hukum perseroan terbatas dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, PO Jaya I Kuning resmi menggunakan nama badan hukum PT Jaya Kuning Abadi[4], sementara untuk PO Jaya II Putih menggunakan nama badan hukum PT Jaya Putih Reog[5]
Armada
Salah satu unit bus Jaya Kuning
Dalam mengoperasikan layanannya, PO Jaya Group menggunakan berbagai jenis sasis bus untuk mendukung operasional armada di berbagai lini kelas dan trayek, seperti Mitsubishi, Hino, Mercedes Benz, serta berbagai jenama lainnya. Keragaman inilah yang membentuk variasi layanan berdasarkan lini kelas dan trayek yang dijalankan seperti kelas ekonomi (AC tarif biasa), Patas Jatim, hingga kelas VIP.[butuh rujukan]
Dalam operasionalnya, PO Jaya Group lebih dikenal masyarakat dalam hal pemakaian sasis bus lawas seperti Mitsubishi BM117 atau Hino AK3HR untuk operasional armada AC tarif biasa trayek Ponorogo–Surabaya, Hino RG dan Mercedes Benz OH 1521 untuk operasional armada Patas Jatim trayek Ponorogo–Surabaya via Tol Dumpil–Warugunung dan kelas VIP trayek Ponorogo–Jabodetabek[butuh rujukan]. Walaupun begitu, PO Jaya Group terutama PO Jaya II Putih dan PO Jaya I Kuning mulai melakukan peremajaan armada dengan membeli armada bekas dari berbagai perusahaan otobus yang nantinya dioperasikan untuk kelas AC tarif biasa trayek Ponorogo maupun kelas VIP untuk bus malam.[butuh rujukan] Meskipun begitu, untuk trayek Ponorogo–Trenggalek yang dioperasikan baik Jaya Kuning ataupun Jaya Putih tetap mempertahankan armada medium bus kelas ekonomi non AC dan perhalan mulai diremajakan ke medium bus kelas ekonomi AC dengan membeli armada bekas Kopaja AC[6]
Ciri khas tampilan
Bus Jaya Putih dengan karoseri Jetbus generasi pertama melintas langsung di Jalan Raya Surabaya–Madiun, Kayen, Bandar Kedungmulyo, Jombang. Perhatikan bahwa Jaya Putih memiliki pola pengecatan dengan gambar Reog dan Gajah di samping bus
Jaya Group dikenali oleh penggunanya dari pola pengecatan khusus yang dipakai baik Jaya Kuning maupun Jaya Putih itu sendiri. Untuk Jaya Kuning, dikenal akan penggunaan bendera Italia di depan dan di belakang armada busnya[7], sementara untuk Jaya Putih, dikenal akan penggunaan gambar Reog Ponorogo di samping dan belakang bus beserta gambar Gajah di samping bus.
Bus Jaya Kuning dengan karoseri Laksana Legacy mesin depan melintas di depan Terminal Lama Jombang, Mojongapit, Jombang, Jombang. Perhatikan bahwa Jaya Kuning memiliki ciri khas bendera Italia di depan bus
Trayek
Bus antarkota
Jaya Group menjadikan bus antarkota (dalam provinsi dan antarprovinsi) sebagai lini bisnis utama. Jaya Group memiliki jangkauan trayek yang luas, mulai AKDP di Jawa Timur hingga AKAP yang menghubungkan Kabupaten Ponorogo dengan Jabodetabek baik yang melalui Purwantoro–Wonogiri maupun Madiun–Maospati–Ngawi. Keunikan dari PO ini adalah menerapkan strategi multi-jenama (multi-branding) yang kesemuanya merujuk ke Jaya Gorup. Kelompok jenama yang masuk "Jaya Group" antara lain:
Jaya Putih, bus AKDP ekonomi Ponorogo–Trenggalek, AKDP ekonomi Ponorogo–Surabaya baik melalui jalur arteri maupun sebagian masuk Jalan Tol Trans-Jawa, AKDP non ekonomi Ponorogo-Surabaya via Jalan Tol Trans-Jawa, dan AKAP non ekonomi Ponorogo-Jabodetabek baik melalui Wonogiri ataupun Ngawi.
Komunitas
Para penggemar dan pengguna setia PO Jaya membentuk wadah komunikasi di media sosial untuk berbagi informasi mengenai operasional, sejarah, serta dokumentasi armada. Salah satu komunitas utamanya adalah PO JAYA 1 Kuning, 2 Putih & JG Pariwisata Mania yang berbasis di platform Facebook. Grup ini menjadi ruang interaksi bagi para pencinta bus (bus enthusiast) untuk memantau perkembangan peremajaan armada baik dari manajemen Jaya Kuning maupun Jaya Putih.[8]
Catatan kaki
↑Untuk bagian belakang bus, hanya ditampilkan gambar Reog Ponorogo