PT Bongkotan Jati Utama didirikan pada tahun 2002 oleh Muhammad Rofi'udin, anak dari pengusaha mebel dan kayujati Tosin Rosyad, beserta ketiga saudaranya, Hanif Mukorrobin dan Nur Fazin.[1] Dipilihlah nama "Bejeu", karena nama tersebut merupakan "bentuk akronim" dari singkatan dari perusahaan tersebut, BJU. Nama tersebut memiliki filosofi bahwa usaha ini berawal dari usaha jati bongkotan yang dimiliki oleh sang pendiri. Sementara yang lain menyebut bahwa kata ini juga merupakan plesetan dari kata bejo yang berarti "beruntung" dalam bahasa Jawa.[2]
Di hari-hari awal operasinya, tata kelola perusahaan otobus ini melibatkan hampir seluruh anggota keluarga besar Rosyad. Oleh karena itu, para anggota keluarga Rosyad mendapat pembagian tugas, dengan Rofi’udin sebagai pemimpin dibantu kedua adiknya, Hanif Mukorrobin dan Nur Fazin. Sedangkan bagian pengadaan armada bus dikelola oleh Yusuf Helmi. Aminudin Azis, Yusuf Masdar, dan Muhammad Iqbal mengatur operasional serta pelayanan dari armada yang ada, dan Rifki Muslim (putra bungsu dari Tosin Rosyad) bertugas sebagai humas.[1]
Di masa-masa awal pendiriannya, Bejeu hanya bermodal tiga bus, yang dibeli Rofi'udin dari lelang. Bus tersebut awalnya hanya melayani sewa armada saja. Hingga akhirnya, Bejeu pun berkecimpung dalam pasar bus antarkota pada tahun 2007. Pada awalnya, bus antarkota Bejeu hanya melayani trayek Jepara–DKI Jakarta, dengan tujuan akhir Terminal Pulogadung. Namun seiring berjalannya waktu, Bejeu sukses membuka trayek ke hampir seluruh kota besar di Pulau Jawa seperti DKI Jakarta dan Kota Bandung, Jawa Barat. Bejeu juga sukses membuka trayek menuju Bali dengan unit terbaru Hino RN 285 dan balutan karoseri Scorpion-X produksi Tentrem Malang, dan trayek Yogyakarta dengan format antar-jemput.[3][2]
Pada tanggal 22 Juni 2021, Rofi'udin akhirnya meninggal dunia.[3] Pucuk pimpinan pun akhirnya diambil alih oleh Iqbal yang sebelumnya menjabat sebagai direktur operasional. Iqbal diketahui pernah mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Jepara dalam pemilihan umum Bupati Jepara 2024.[4]
Armada
Bejeu diketahui mengoperasikan berbagai macam sasis, mulai dari Scania, Mercedes-Benz, Hino, dan Volvo. Bejeu pun dikenal tidak pilih-pilih karoseri, karena karoseri buatan Laksana, Adi Putro, dan Tentrem, ada semuanya. Bejeu dikenal karena memiliki fasilitas yang lebih lengkap dengan fitur mewah, di antaranya mesin pembuat kopi, sekat penumpang, hingga teh, service makan, dan snack gratis. Bahkan Bejeu juga dikenal sebagai salah satu perintis Wi-Fi gratis di trayek Muriaan. Kelas termewahnya, kelas VIP, memiliki fasilitas sandaran tungkai (legrest), LCD TV, mesin pembuat kopi, reclining seat, hingga USB charger.[1][3][2]
Satu-satunya bus antar-jemput yang dioperasikan Bejeu adalah rute Jepara–Yogyakarta.[2][3]
Komunitas
Untuk menampung aspirasi penumpang dan penggemar setia Bejeu, didirikan sebuah komunitas penggemar Bejeu yang diberi nama Black Bus Community yang aktif di situs jejaring sosialFacebook. Per 2023, komunitas ini telah beranggotakan 136 ribu orang. Keberadaan komunitas ini diketahui sangat berguna untuk menyalurkan kritik, saran dan aspirasi baik dari penumpang maupun penggemarnya sendiri.[7]