Sempati Star memiliki akar sejarah yang sudah dimulai sejak era 1990-an, ketika awalnya dikenal dengan nama Bintang Sempati, sebuah perusahaan otobus yang beroperasi di rute lintas Sumatra khususnya Aceh–Medan. Tidak diketahui kapan Bintang Sempati mulai menjalankan operasinya, dan siapa pemilik awalnya. Namun, pada masa itu persaingan moda transportasi darat sangat ketat, sehingga operasional PO ini sempat berhenti (mati suri) selama lebih dari satu tahun akibat sulitnya mempertahankan keberlangsungan usaha di tengah kompetisi yang sengit antarperusahaan otobus. Keadaan tersebut akhirnya membuka kesempatan bagi pihak lain untuk mengambil alih peluang bisnis tersebut dan melakukan pembenahan manajemen.[2][3][4]
Perubahan besar terjadi pada 28 Mei 2012, saat Sepakat Group yang dimiliki oleh Muchlis Yunus mengambil alih pengelolaan Bintang Sempati, kemudian melakukan penjenamaan ulang dengan nama Sempati Star. Kelahiran ulang ini secara resmi memulai kembali operasi perusahaan pada 17 September 2012, kini dengan semangat dan strategi yang lebih kuat untuk bersaing di jalur transportasi antarkota antarprovinsi (AKAP) di wilayah Aceh dan Sumatera Utara. Transformasi tersebut menandai titik awal Sempati Star sebagai salah satu perusahaan otobus yang diperhitungkan di lintasan panjang Aceh–Medan.[2][3][4]
Awal-awal operasional setelah penjenamaan ulang, armada PO ini tergolong sederhana tetapi cukup representatif pada zamannya, yakni sekitar 6 unit bus Mercedes-Benz OH 1626 dengan karoseri. Armada tersebut digunakan untuk melayani rute-rute utama seperti Medan ke Banda Aceh, Sigli, Bireuen, dan beberapa kota lain di Aceh yang menjadi tujuan banyak penumpang AKAP. Seiring waktu, komitmen untuk memperluas layanan dan meningkatkan kualitas membuat Sempati Star terus menambah jumlah unit dan variasi kelas armada.[2][3][4]
Perkembangan armada Sempati Star sangat signifikan dalam beberapa tahun berikutnya. Dari hanya beberapa unit bus pada awalnya, kini armada mereka berkembang pesat dengan puluhan hingga puluhan unit bus berbagai tipe mesin dan konfigurasi tempat duduk, termasuk Mercedes-Benz, Scania, dan Volvo, serta tambahan beberapa unit shuttle untuk moda layanan yang lebih fleksibel.[4] PO ini kemudian dikenal menyediakan banyak kelas layanan, seperti kelas eksekutif, VIP, hingga double decker super VIP yang memberi kenyamanan ekstra, bahkan melayani lintasan jauh seperti Banda Aceh–Jakarta dan rute lain yang lebih panjang di luar Sumatera Utara–Aceh.[5][6]
Per 2018, Sempati Star mengoperasikan 71 unit bus dan 4 unit bus antar-jemput (shuttle).[7] Sempati Star sangat mengandalkan penggunaan sasis premium dan tronton untuk armadanya. Sempati Star telah menggunakan berbagai macam sasis dari bermacam-macam pabrikan, diketahui merupakan pengguna pertama sasis Scania (K360 dan K410) untuk melayani trayek Medan–Banda Aceh.[4][8] Selain Scania, Sempati Star juga memanfaatkan sasis Mercedes-Benz (OC 500 RF 2542, O 500 R 1836, OH 1626, dan OH 1830), termasuk pada layanan bus tidur dan bus tingkat. Sasis Mercedes-Benz dikenal memiliki karakter suspensi yang nyaman dan mesin yang halus, sehingga cocok untuk konsep perjalanan malam dengan tingkat kenyamanan tinggi.[9][10][11] Selain itu, terdapat juga sasis Volvo B11R yang terkenal akan mesin bertenaga besar, stabilitas tinggi, serta keandalan untuk perjalanan lintas pulau. Penggunaan sasis Volvo ini mempertegas posisi Sempati Star sebagai operator yang tidak segan berinvestasi pada teknologi dan keselamatan.[12]
Sementara itu, dari aspek karoseri, PO Sempati Star mengandalkan bus produksi perusahaan karoseri Adi Putro. Jetbus menjadi karoseri yang sangat diandalkan untuk membangun berbagai model bus Sempati Star, mulai dari Ultra High-Decker (UHD), Super Double-Decker (SDD), hingga bus tidur Dream Coach. Desain karoseri Adi Putro yang modern, aerodinamis, dan elegan selaras dengan citra premium yang ingin ditampilkan oleh Sempati Star. Tidak hanya tampilan luar, interior bus juga dirancang dengan standar tinggi, dilengkapi fitur seperti video sesuai permintaan (AVOD), leg rest, konfigurasi kursi yang lega, hingga kabin tidur untuk bus tidur. Evolusi desain karoseri ini menegaskan bahwa PO Sempati Star tidak sekadar mengikuti tren, tetapi juga berperan sebagai pelopor, termasuk dalam pengoperasian bus tingkat AKAP di luar Pulau Jawa.[5][13][9]
Trayek
Bus antarkota
Sejak awal dirintis, Sempati Star menjadikan bus antarkota antarprovinsi sebagai lini bisnis utamanya. Sebelum munculnya maskapai penerbangan bertarif rendah, jasa transportasi penumpang Sumatra didominasi oleh angkutan bus yang dikategorikan sebagai bus antarkota. Sejumlah perusahaan otobus bersaing terutama di segmen Medan–Banda Aceh, termasuk Sempati Star, Kurnia Anugerah Pusaka, PMTOH, Jasa Rahayu Gumpueng (JRG), Putra Pelangi,[14] Harapan Indah;[15] dan Aerobus.[16] Sempati Star melayani enam kelas non-ekonomi, yakni Patas VIP, VIP, Patas Eksekutif, Super Eksekutif, SHD Non-Stop, dan Double-Decker.[5] Sempati Star memiliki dua trayek menuju Jawa, yakni Banda Aceh–Medan–DKI Jakarta[6] serta trayek terjauhnya, Banda Aceh-Medan–Bandung.[17]
Bisnis nontrayek
Bus antar-jemput
Selain memiliki bus AKAP, Sempati Star juga menjalankan bus antar-jemput antarprovinsi (AJAP), menggunakan Toyota HiAce.[18] Pada 2024, perkembangan bisnis AJAP Sempati Star memiliki persoalan, karena pemesanan tiketnya masih melalui loket maupun agen. Pada tahun 2025, sejumlah mahasiswa dan peneliti dari Universitas Teuku Umar mengusulkan kepada Sempati Star agar menyediakan layanan pemesanan tiket bus AJAP menggunakan situs web dan rapid application development.[19]