Pandawa 87 adalah jenama bus Indonesia yang berasal dari Kota Pasuruan, Jawa Timur. Jenama bus ini berfokus pada bus pariwisata dan bus antarkota antarprovinsi kelas non-ekonomi. Dikenal dengan penggunaan sasis premium dan interior bus mewahnya, Pandawa 87 menjadi salah satu pemain yang merevolusi industri bus pariwisata di Indonesia pada dasawarsa 2010-an. Jenama bus ini digagas oleh Gunawan Agung Aprilianto dan dipegang bersama oleh empat entitas terpisah, meski berada di bawah satu pemilik tunggal:[1]PT Pandawa Delapan Tujuh, PT Pandawa Wolu Pitu, PT Pandawa Wolu Tujuh, dan PT Pandawa Delapan Pitu.
Pandawa 87 (PT Pandawa Delapan Tujuh) didirikan pada tanggal 17 April 2014 di Kota Pasuruan, Jawa Timur, oleh Gunawan Agung Aprilianto, bertepatan dengan ulang tahunnya.[2] Ia memberinya nama "Pandawa" karena sang pemilik berasal dari keluarga yang terdiri dari lima bersaudara, sebagaimana Pandawa dalam wiracarita Mahabharata. Sementara angka "87", memiliki filosofi tersendiri: angka 8 melambangkan simbol ketakhinggaan, dan 7 (pitu dalam bahasa Jawa) bermakna pitulungan "pertolongan" atau "keberlanjutan" rezeki, sehingga "87" menggambarkan "harapan rezeki yang tak pernah putus."[1]
Sejak awal pendiriannya, Pandawa 87 hanya melayani bus pariwisata domestik dengan armada premium.[3] Perusahaan ini menggunakan bus dengan sasis premium dari merek seperti Mercedes-Benz, Scania, bahkan Volvo, lengkap dengan interior karoseri mewah dan teknologi kenyamanan yang tinggi.[4] Dengan konsep "hotel kapsul" di atas roda, Pandawa 87 berupaya membedakan diri dalam industri transportasi darat.[3] Perusahaan yang awalnya berpusat di Pasuruan kemudian membentuk pool atau garasi di wilayah lain seperti Boyolali (Jawa Tengah),[5]Cianjur,[6] dan Karawang (Jawa Barat).[7]
Dalam aspek manajemen dan kepemilikan, pemilik utama tetap Gunawan Agung Aprilianto, didampingi keluarganya yang terdiri dari istrinya Elvi Marliana dan tiga anak laki-laki: M. Gian Aljabal, M. Ardan Gunawan, dan M. Givan Alfarizih.[2] Sebagai putra daerah Pasuruan, Aprilianto ingin turut serta dalam pengembangan ekonomi lokal melalui aktivitas bisnisnya.[8] Adiknya, Ponco Hendiarto, diketahui juga membuka perusahaan otobus terpisah dengan nama Arjuna 87.[9]
Selain melayani bus, Aprilianto juga membuka SPBU Kebonagung pada awal 2025, sehingga menunjukkan diversifikasi usaha dan keterlibatan dalam sektor industri lain, sehingga memperkuat jejak perusahaan di luar transportasi murni.[8]
Armada
Unit Bus Pariwisata Pandawa 87 dengan julukan "Pati Unus"
Bermacam-macam sasis telah banyak dimanfaatkan oleh Pandawa 87, di antaranya Scania (K410iB, K360iB),[12]Hino (RM 280),[13]Volvo (B11R),[14] dan Isuzu NQR. Namun, Pandawa 87 sangat menyukai penggunaan sasis dari Mercedes-Benz (di antaranya O500 RS 1836,[15] OH 1526, OH 1626,[16] OF 917,[17] dan OC 500 RF 2542).[18]
Terkait karoseri bus, Pandawa 87 dikenal sebagai kolektor karoseri Jetbus produksi Adi Putro di hampir semua seri. Karoseri yang sedang atau pernah dipakai oleh Pandawa 87, mulai dari Jetbus generasi pertama, Jetbus2+, Jetbus3+,[19] Jetbus5,[20] hingga Jetbus Dream Coach.[21] Bahkan tidak seperti perusahaan otobus lain yang biasa menjadikan Jetbus SDD sebagai bus antarkota, bus-bus tingkatnya pun dipakai sebagai bus pariwisata.[18] Namun pada akhirnya, unit bus tingkat tersebut ada yang ikut jalan sebagai bus AKAP.[22]
Pada 17 Maret 2023, Pandawa 87 merilis bus dengan karoseri Skylander R22 buatan New Armada. Sasis yang digunakan untuk bus-bus ini adalah Hino RM 280.[23]
Pandawa 87 dikenal sebagai perusahaan otobus yang sering membeli bus dari sejumlah pameran, termasuk Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) dari tahun ke tahun. Contohnya pada tahun 2023, saat perusahaan tersebut membeli Jetbus5 Dream Coach dari booth Adi Putro.[24]
Ciri khas tampilan
Unit bus Pandawa 87 dengan nama individu "Herbie"
Pandawa 87 reguler umumnya mudah dikenali dengan warna dasar catnya yang biru[25] atau hijau.[26] Namun, warna lain juga sedang atau pernah digunakan, misalnya cokelat, perak (tercatat di situs resmi Pandawa 87 Pasuruan), atau ungu.[18]
Unit yang cukup unik dari bus Pandawa 87 adalah bus dengan karoseri Jetbus3+ UHD dengan sasis Volvo B11R. Individu ini bernama "Herbie" (berdasarkan mobil Volkswagen Beetle dalam film The Love Bug).[27] Awalnya berjalan sebagai bus pariwisata,[14] tetapi sejak 2021 bus ini berjalan sebagai bus AKAP. Bus ini sempat mengalami kecelakaan, tetapi akhirnya berhasil diperbaiki dan namanya diganti menjadi "New Herbie".[28]
Sejumlah bus Pandawa 87 menempelkan beberapa stiker yang menjadi ciri khasnya, di antaranya:
GAA 87, GAG 87, dan ABG 87
Jargon perusahaan Nak Ji Nak Bèh, pemendekan kata-kata dari kalimat pénak siji, pénak kabèh (terj. har.'nyaman satu, nyaman semua'), maksudnya adalah perusahaan harus mengutamakan keselamatan dan kenyamanan agar dapat memberikan pelayanan terbaik untuk pelanggan.[29]
Bisnis nontrayek
Sejak pertama didirikan, Pandawa 87 sudah mengangkat layanan transportasi bus pariwisata dengan armada sasis dan karoseri premium sebagai lini bisnis utamanya. Pandawa 87 melayani perjalanan bus pariwisata ke berbagai tempat di Jawa, Bali, Sumatra, dan Madura.[3]
Trayek
Bus antarkota antarprovinsi
Per Juli 2021, Pandawa 87 melakukan ekspansi bisnis dengan membuka layanan angkutan penumpang bus antarkota di Jawa. Kini, layanan bus antarkota Pandawa 87 telah hadir di beberapa kota di Jawa Timur, Jawa Tengah menuju DKI Jakarta dan Kota Cilegon, Banten.