PT Morodadi Prima adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang manufaktur karoseribus yang berasal dari Malang, Jawa Timur. Morodari Prima merupakan salah satu produsen bus tertua di Malang Raya dan perintis karoseri bus yang beroperasi sejak 1964. Per 2025, produksi Morodadi Prima diperkirakan mencapai 15 unit per bulan.[1]
Sejarah
Morodari Prima diawali dari usaha bengkel karoseri yang dirintis oleh Lie Tjien Poen atau dikenal dengan Lie Bambang Gunawan sejak 1964. Sebelum mendirikan usaha sendiri, ia bekerja di bengkel karoseri Tanaking[a] yang berlokasi di Ciptomulyo, Sukun, Malang.[1] Di bengkel Tanaking, Lie yang merupakan lulusan akademi seni rupa, mempelajari perakitan bodi dan dipercaya pemilik Tanaking untuk mengelola proses produksi hingga pemasaran karoseri. Proses perakitan yang dijalankan dalam bengkel tersebut, masih menggunakan material sederhana yang berbahan kayu dan pelat tipis.[1] Sejak dekade 1970-an, karoseri Morodadi membuat berbagai jenis kendaraan niaga ukuran kecil, termasuk di antaranya Mitsubishi Colt T120, Suzuki ST20, Toyota HiAce[2] hingga Mitsubishi L300.[3]
Lie Bambang Gunawan merintis usaha perakitannya sendiri, melalui skema kemitraan dengan Tanaking yang dinamakan Tanaking Morodadi, hingga ia mengibarkan bendera usahanya sendiri dengan nama CV Morodadi pada 1977.[1] Di atas lahan seluas tiga hektar yang masih berdekatan dengan lokasi bengkel Tanaking, Lie mengawali produksinya dengan membuat karoseri bus sederhana yang dikerjakan secara manual menggunakan sasis bus Chevrolet. Kemudian pada 1993, CV Morodadi berbentuk badan usaha perseroan terbatas dengan nama PT Morodadi Prima dan mulai memproduksi bus.[3] Pada 1997, Morodadi pindah ke lokasi yang baru seluas empat hektar di Singosari, Malang, seiring dengan meningkatnya kapasitas produksi dan tingkat permintaan, hingga kemudian berkembang memproduksi berbagai macam bus kecil dan bus sedang yang menggunakan sasis Mitsubishi dan Isuzu Elf, lalu memproduksi bus besar yang dibangun di atas sasis Mercedes Benz, Scania hingga Volvo.[1] Pada 2019, Morodadi Prima mulai memasarkan produk bus tingkat yang diluncurkan dalam ajang pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang.[b][4] Kemudian merilis bus tidur (sleeper) pada akhir 2023.[c][5]
Sepeninggal Lie Bambang Gunawan pada 2021, pengelolaan Morodadi Prima beralih ke generasi kedua, dengan Davie Lie yang menjabat sebagai Direktur Utama perseroan.[1]
Produk
Produk karoseri yang dikembangkan oleh Morodadi Prima adalah berbagai varian bus kecil, bus sedang hingga bus besar yang umumnya digunakan sebagai moda transportasi untuk sarana angkutan penumpang, baik sebagai sarana angkutan bus perkotaan, bus pariwisata hingga bus antarkota antarprovinsi, termasuk pengembangan karoseri bagi kendaraan khusus seperti bus pelayanan umum, bus bandar udara, bus wisata khusus hingga ambulans.
Seri dan varian
Varian-varian bus besar sebelumnya dan populer digunakan oleh perusahan-perusahaan otobus, seperti seri Travego,[6] seri Zonda dan seri Vermont,[2] diperbarui dengan varian dan seri sebagai berikut:
Terdapat kode bodi dalam perilisan bus produksi Morodadi Prima yang disesuaikan dengan model varian dan tahun rilis serta kapasitas tonase.[8]
Varian
Tahun/Tonase
Tinggi
Kaca depan
Kode
TU = Tourismo TE = Travego GR = Grande CL= Combi Lux[9] DM = Diamante
XX = tahun pembuatan XXT = kapasitas rangka (ton)
X
G atau 1 = Tunggal M atau 2 = Ganda
Contoh:
TE227M (Travego, tahun 2022, tinggi 3,7m dengan kaca depan ganda (double glass)
TU248G (Tourismo, tahun 2024, tinggi 3,8m dengan kaca depan tunggal (single glass)
GR259M (El Grande, tahun 2025, tinggi 3,9m dengan kaca depan ganda
TU16T1 (Tourismo, kapasitas 16 ton dengan kaca depan tunggal)
DM10TL1 (Diamante, kapasitas 10 ton dengan kaca depan tunggal)
Disain dan rancangan
Bus besar
Tampilan bodi bus rancangan Morodadi Prima terinspirasi dari bus Daimler Setra yang bergaya Eropa dan tidak banyak memiliki sudut-sudut tajam yang terkesan agresif. Adopsi terhadap tren kaca ganda (double-glass) juga dilakukan Morodadi Prima dengan sekat kaca pemisah (bando) tipis, sehingga tidak mengganggu pandangan penumpang di bagian depan.[10] Seri New Patriot yang dirilis pada 2019 juga mengadopsi tampilan bergaya bus Eropa dengan rancangan sederhana dan lampu depan (headlamp) besar serta lampu sein depan tersendiri yang terletak di atas lampu depan, tanpa adanya selendang pada bagian samping, sebagaimana tren pada masa itu.[11]
Pada Juli 2025, Morodadi Prima merilis Diamante yang merupakan pengembangan dan versi baru dari seri Patriot. Berbeda dari varian sebelumnya, disain dan rancangan Diamante terinspirasi dari model bus Marcopolo G8 buatan produsen asal Brasil, Marcopolo S.A., termasuk penggunaan lampu depan dan belakang.[12]
Bus wisata khusus
Pada 2015, Morodadi Prima membuat bus wisata khusus yang digunakan sebagai bus wisata keliling di Kota Malang. Pengadaan bus tingkat dengan atap terbuka ini, merupakan Tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR) sebuah perusahaan swasta yang dikelola oleh Pemerintah Kota Malang. Disain bus yang dijuluki Macyto, singkatan dari Malang City Tour berkelir hijau dengan model lampu bulat dan tampilan khas bus tempo dulu yang terkesan klasik.[13]
Komersial
Armada Miyor (GR259M) menggunakan varian Patriot El Grande dengan sasis Mercedez-Benz O500RSD-2445.
Sejak era 1980-an, Morodadi Prima menjalin kerja sama dengan perusahaan otobus Anas Nasional Sejahtera (ANS) asal Sumatera Barat, yang menjalani rute dari Pulau Jawa ke kota-kota di Sumatra, utamanya kota-kota di wilayah Sumatera Barat melalui Tol Trans-Sumatra.[14] Pada 2021, ANS juga memperbarui armadanya menggunakan bodi New Patriot yang dirilis Morodadi Prima sejak 2019.[15] Hingga 2022, seluruh armada bus ANS menggunakan berbagai jenis varian bodi garapan Morodadi Prima.[16] Selain ANS, New Patriot juga digunakan oleh perusahan otobus lintas Jawa-Sumatra, yakni Miyor[17] dan Antar Lintas Sumatera (ALS),[18] termasuk di antaranya perusahaan otobus Safari Dharma Raya yang sebagian besar armada busnya juga menggunakan bus Morodadi Prima selain Adi Putro Jetbus, juga sebagai pengguna perdana bus tingkat yang dibangun di atas sasis tiga sumbu roda Mercedes-Benz OH-2542.[19]
Sebagai moda transportasi angkutan darat, bus garapan Morodadi Prima banyak digunakan oleh perusahaan otobus di antaranya Ramayana, Haryanto,[20]Eka dan Mira, EZRI, Kramat Djati, Medali Mas, Sumber Waras Putra dan perusahaan otobus asal Sumatera Barat, Transport Express Jaya.[21] Juragan 99 Trans tercatat sebagai pengguna perdana bus tidur (sleeper) yang dirilis Morodadi Prima pada akhir 2023 yang akan digunakan untuk menjalani rute Malang-Denpasar. Bus tersebut dibangun di atas sasis Mercedes-Benz OH-1626.[22]
Pada akhir 2020, Morodadi Prima membuka program Upgrade Your Bus, yakni memperbarui tampilan bus (rebody) dengan mengubah bagian depan, belakang dan samping bus dengan seri terbaru. Pembaruan armada bus Putra Remaja melalui program tersebut, memperbarui tampilan bus yang sebelumnya menggunakan bodi Travego menjadi Ventura[23] dan Safari Dharma Raya yang memperbarui bodi Grand Tourismo Panoramic edisi 2013, yang mengubah tampilan bagian muka bus dan model lampu depan.[24]
Catatan
↑Sumber lain menyebutkan Tanaking merupakan cikal bakal Morodadi Prima.[2]