Bahasa Morori dikategorikan sebagai C8a Moribund menurut SIL Ethnologue, artinya bahasa ini digunakan oleh sedikit penutur ataupun bahasa ini hanya dituturkan pada wilayah yang cukup kecil
Perhatian: untuk penilai, halaman pembicaraan artikel ini telah diisi sehingga penilaian akan berkonflik dengan isi sebelumnya. Harap salin kode dibawah ini sebelum menilai.
Cari artikel bahasaCari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
Halaman bahasa acak
Bahasa Morori, atau disebut juga Marori, Moaraeri, Moraori, Morari, adalah bahasa Papua yang hampir mati dari cabang dari keluarga bahasa Kolopom yang merupakan cabang dari Trans–Nugini. Bahasa ini dipisahkan dari bahasa Kolopom lainnya yakni rumpun Marind yang berbeda.[5] Semua penutur menggunakan bahasa ini juga menggunakan bahasa Melayu Papua dan bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua, dan banyak juga yang bisa berbahasa Marind.[2]
Dialek yang punah pada tahun 1997, Menge, dikenang dari penggunaan seremonial.
Bahasa Morori dituturkan di Kampung Wasur yang pada tahun 2010 penduduknya berjumlah 413 orang (98 KK), dengan 119 orang diantaranya dari etnis Morori (52 KK Morori).[1]
Fonologi
Marori memiliki 22 konsonan dan 6 vokal, yaitu:[1]
Gebze, Wilhelmus, dan Mark Donohue. 1998. Kamus Kecil Bahasa Moraori. [kamus gambar Marori]: Didistribusikan di Wasur, Papua.
Referensi
1234Evans, Nicholas (2018). "The languages of Southern New Guinea". Dalam Palmer, Bill (ed.). The Languages and Linguistics of the New Guinea Area: A Comprehensive Guide. The World of Linguistics (dalam bahasa Inggris). Vol.4. Berlin: De Gruyter Mouton. hlm.641–774. ISBN978-3-11-028642-7.
↑Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2023). "Marori". Glottolog 4.8. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. ; ;
↑"Bahasa Morori". www.ethnologue.com (dalam bahasa Inggris). SIL Ethnologue.
↑Voorhoeve, C.L. Languages of Irian Jaya: Checklist. Preliminary classification, language maps, wordlists. B-31, iv + 133 pages. Pacific Linguistics, The Australian National University, 1975. DOI:10.15144/PL-B31
↑Pawley, Andrew; Hammarström, Harald (2018). "The Trans New Guinea family". Dalam Palmer, Bill (ed.). The Languages and Linguistics of the New Guinea Area: A Comprehensive Guide. The World of Linguistics (dalam bahasa Inggris). Vol.4. Berlin: De Gruyter Mouton. hlm.21–196. ISBN978-3-11-028642-7.
Ross, Malcolm (2005). "Pronouns as a preliminary diagnostic for grouping Papuan languages". Dalam Pawley, Andrew; Attenborough, Robert; Hide, Robin; Golson, Jack (ed.). Papuan pasts: cultural, linguistic and biological histories of Papuan-speaking peoples. Canberra: Pacific Linguistics. hlm.15–66. ISBN0858835622. OCLC67292782.
Arka, I Wayan. 2012. Projecting morphology and agreement in Marori, an isolate of southern New Guinea. In Nicholas Evans and Marian Klamer (eds.), Melanesian Languages on the Edge of Asia: Challenges for the 21st Century, 150-173. Honolulu: University of Hawaii Press.