Konsonan bibir adalah konsonan yang dihasilkan dengan bibir menjadi artikulator aktif. Dua konsonan bibir yang umum digunakan adalah konsonan dwibibir, yang diartikulasikan dengan kedua belah bibir, dan Konsonan bibir-gigi, yang diartikulasikan dengan bibir bawah menyentuh gigi atas. kedua jenis konsonan tersebut juga digunakan dalam bahasa Indonesia. Jenis konsonan bibir lainnya adalah konsonan gigi-bibir, yang diartikulasikan dengan bibir atas menyentuh gigi bawah (kebalikan dari konsonan bibir-gigi), yang umumnya ditemui pada seseorang yang memiliki gangguan bicara. konsonan bibir-lidah tidak termasuk dalam konsonan bibir (yaitu konsonan yang diartikulaskan dengan ujung lidah menyentuh bibir atas), sehingga konsonan tersebut termasuk pada konsonan lidah tengah.
Banyak di antara bahasa-bahasa tersebut juga kadang-kadang ditranskripsikan dengan konsonan /w/ dan pembibiran. Namun, transkripsi tersebut juga tidak sepenuhnya pasti mengenai pengucapan. Dalam bahasa-bahasa Iroquoia, misalnya, konsonan /w/ hanya diucapkan dengan sedikit gerakan bibir. Lihat juga Bahasa Tillamook yang memiliki konsonan serta vokal yang "dibulatkan" yang sebenarnya fonem-fonem tersebut sama sekali tidak memiliki pembulatan. Bahasa-bahasa tersebut memiliki konsonan bibir dikarenakan pengaruh bahasa Inggris.
McDorman, Richard E. (1999). Labial Instability in Sound Change: Explanations for the Loss of /p/. Chicago: Organizational Knowledge Press. ISBN0-9672537-0-5.
Dalam satu sel tabel, simbol-simbol di sebelah kanan adalah bersuara, di sebelah kiri adalah tidak bersuara atau nirsuara. Petak-petak yang digelapkan menandakan penyebutan yang dianggap mustahil.