Terdapat suara yang hampir serupa dalam Bahasa Jerman dengan /p͡f/, yakni Pfeffer/ˈp͡fɛfɐ/ ('merica') dan Apfel/ˈap͡fəl/ ('apel'). Konsonan ini secara fonotaktik tidak terjadi setelah vokal panjang, diftong, atau /l/. Konsonan ini beragam penuturannya, dari konsonan gesek bibir-gigi murni yang dimulai dengan bagian dwibibir, tetapi kemudia bibir bawah sedikit ditarik kebelakang untuk menghasilkan frikatif.
Konsonan ini juga biasanya terjadi dalam bahasa Inggris di mana jika suatu suku kata berakhiran dengan "p" bertemu dengan suku kata dengan awalan "f", seperti dalam helpful /ˈhɛlp.fʊl/, /ˈhɛlp.fəl/ ('senang menolong').
Karakteristik konsonan dari konsonan tak desis gesek bibir-gigi nirsuara adalah:
Cara artikulasinya adalah gesek (afrikat), yang berarti dihasilkan dengan pertama tama menghentikan aliran udara secara keseluruhan, kemudian melepaskan aliran udara tersebut melalui saluran yang berkontraksi ataupun menyempit di tempat artikulasi, yang menghasilkan turbulensi.
Dwibibir, yang berarti diartikulasikan dengan kedua bibir. Konsonan gesek dengan komponen letup/hentian seperti ini disebut konsonan dwibibir—bibir-gigi.
Bibir-gigi (Labiodental), yang berarti diartikulasikan dengan bibir bawah dan gigi atas.
Komponen frikatif dari konsonan gesek ini adalah bibir-gigi, yang berarti diartikulasikan dengan bibir bawah dan gigi atas.
Fonasinya tidak bersuara atau nirsuara, yang berarti dihasilkan tanpa getaran pita suara. Dalam beberapa bahasa pita suara secara aktif terpisah, sehingga selalu menghasilkan artikulasi nirsuara. Di bahasa lain, pita suara kendor, sehingga dapat menyuarakan suara-suara yang berdekatan.
Penghembusan menjadi [p̪͡fʰ] dalam beberapa kata, dalam variasi bebas. "ǒ" mewakili nada "Tengah yang Lebih Tinggi" antara nada Tengah dan Tengah Rendah yang ditemukan di beberapa penutur.
Dalam satu sel tabel, simbol-simbol di sebelah kanan adalah bersuara, di sebelah kiri adalah tidak bersuara atau nirsuara. Petak-petak yang digelapkan menandakan penyebutan yang dianggap mustahil.