Konsonan dwibibir adalah konsonan yang umum ditemui dalam bahasa-bahasa yang ada di dunia. Hanya sekitar 0.7% bahasa-bahasa yang ada di dunia tak memiliki konsonan dwibibir, misalnya bahasa Tlingit, Chipewyan, Oneida, dan bahasa Wichita.[1]
Ekstensi IPA menyediakan simbol untuk bunyi perkusif dwibibir ([ʬ]), yaitu bunyi yang dihasilkan dengan mendecak kedua bibir, namun tanpa adanya mekanisme aliran udara. Jika bunyi tersebut diartikulasian (atau diucapkan) dengan adanya setengah mekanisme udara, maka simbolnya adalah [ʬ↓].[2]
tabel Alfabet Fonetik Internasional (IPA) tidak menyediakan simbol konsonan sisi dwibibir. Konsonan geser dwibibir [ɸ] dan [β] bisa saja diucapkan dengan sisi, tetapi tidak ada bahasa yang membedakan posisi tengah dan sisi dari konsonan tersebut.
McDorman, Richard E. (1999). Labial Instability in Sound Change: Explanations for the Loss of /p/'l. H'. Chicago: Organizational Knowledge Press. ISBN0-9672537-0-5.
Dalam satu sel tabel, simbol-simbol di sebelah kanan adalah bersuara, di sebelah kiri adalah tidak bersuara atau nirsuara. Petak-petak yang digelapkan menandakan penyebutan yang dianggap mustahil.