Konsonan sembur-sisi langit-langit belakang gesek merupakan tipe suara konsonantal yang jarang dijumpai dan hanya terjadi di sedikit bahasa lisan. Simbol untuk konsonan ini pada Alfabet Fonetik Internasional adalah ⟨kʟ̝̊ʼ⟩.
[kʟ̝̊ʼ] juga dapat ditemukan sebagai alofon dari kx (semburan setelah konsonan sengau) di bahasa Zulu dan Xhosa, dan kxʼ dalam bahasa Hadza. Konsonan ini kemudian kontras dengan [[Konsonan sembur-sisi langit-langit gesek|cʎ̝̊]], seperti dalam [cʼakʼa]. Dan faktanya bahwa konsonan langit-langit belakang sembur dilaporkan muncul sebagai konsonan sisian, atau memiliki alofon sisian dalam beberapa bahasa di Afrika yang memiliki konsonan decak, seperti Taa, beberapa varietas !Kung, Gǁana (termasuk dialek Gǀui), Khwe (dialekǁAni), dan Khoekhoe.[2]
Karakteristik konsonan
Karakteristik konsonan dari konsonan sembur-sisi langit-langit belakang gesek adalah:
Cara artikulasinya adalah gesek (afrikat), yang berarti dihasilkan dengan pertama tama menghentikan aliran udara secara keseluruhan, kemudian melepaskan aliran udara tersebut melalui saluran yang berkontraksi ataupun menyempit di tempat artikulasi, yang menghasilkan turbulensi.
Konsonan ini merupakan konsonan sisi (lateral) yang berarti dihasilkan dengan mengarahkan aliran udara di bagian sisi lidah dan bukannya ditengah.
Mekanisme aliran udaranya berupa semburan (ejektif/glotis egresif) yang berarti dihasilkan dengan memaksa keluar aliran udara dengan memompa glotis keatas .
Dalam satu sel tabel, simbol-simbol di sebelah kanan adalah bersuara, di sebelah kiri adalah tidak bersuara atau nirsuara. Petak-petak yang digelapkan menandakan penyebutan yang dianggap mustahil.