Konsonan letup-balik rongga-gigi bersuara merupakan tipe suara konsonantal yang jarang ditemukan dan digunakan dalam beberapa bahasa lisan. Simbol untuk suara ini dalam Alfabet Fonetis Internasional adalah ⟨ɗ⟩. Lambang dari konsonan ini diambil dari bentuk "d" dengan tambahan kail atas yang melambangkan konsonan letup-balik.
Karakteristik konsonan
Karakteristik konsonan dari konsonan letup-balik rongga-gigi bersuara adalah:
Cara artikulasinya adalah oklusif, yang berarti diproduksi dari penyempitan saluran udara di jalur vokal. Karena konsonan ini merupakan konsonan lisan, dengan tidak adanya pengeluaran sengauan, aliran udara ditutup seluruhnya, dan konsonan ini merupakan konsonan letup atau hentian.
Ini adalah konsonan pusat, yang berarti dihasilkan dengan mengarahkan aliran udara di sepanjang bagian tengah lidah, bukan ke samping.
Mekanisme aliran udaranya berupa letup-balik (implosif/glotis ingresif) yang berarti yang berarti dihasilkan dengan memaksa keluar aliran udara dengan memompa glotis kebawah. Karena konsonan ini merupakan konsonan bersuara maka glotis tak benar benar tertutup, namun memperbolehkan aliran udara pulmonis untuk melewati glotis.
Referensi
Kutipan
Daftar pustaka
Connell, Bruce; Ahoua, Firmin; Gibbon, Dafydd (2002), "Ega", Journal of the International Phonetic Association, 32 (1): 99–104, doi:10.1017/S002510030200018X
Devonish, H; Harry, Otelamate G. (2004), "Jamaican phonology", dalam Kortman, B; Shneider E. W. (ed.), A Handbook of Varieties of English, phonology, vol.1, Berlin: Mouton De Gruyter, hlm.441–471
Harry, Otelemate (2003), "Kalaḅarị-Ịjo", Journal of the International Phonetic Association, 33 (1): 113–120, doi:10.1017/S002510030300121X
Keer, Edward (1999), Geminates, The OCP and The Nature of CON, Rutgers University
Mc Laughlin, Fiona (2005), "Voiceless implosives in Seereer-Siin", Journal of the International Phonetic Association, 35 (2): 201–214, doi:10.1017/S0025100305002215, S2CID145717014
Olson, Kenneth S. (2004), "Mono"(PDF), Journal of the International Phonetic Association, 34 (2): 233–238, doi:10.1017/S0025100304001744
Tench, Paul (2007), "Tera", Journal of the International Phonetic Association, 37 (1): 228–234, doi:10.1017/s0025100307002952
Dalam satu sel tabel, simbol-simbol di sebelah kanan adalah bersuara, di sebelah kiri adalah tidak bersuara atau nirsuara. Petak-petak yang digelapkan menandakan penyebutan yang dianggap mustahil.