Konsonan hulu-kerongkongan bersuara atau dapat disebut sebagai Kepakan faringeal adalah sebuah konsonan yang tidak terdapat pada fonem dalam bahasa manapun.
Namun, konsonan ini dapat ditemui sebagai alofoni intervokal konsonan bersuara dari konsonan letup hulu-kerongkongan nirsuara /ʡ/ dari bahasa Dahalo[1] dan mungkin dalam bahasa lainnya juga, seperti yang terdapat dalam bahasa Arab-Irak di mana konsonan Ayin dikategorikan sangat pendek untuk dikategorikan sebagai letupan hulu-kerongkongan, tetapi terlalu menyembur untuk dikategorikan sebagai konsonan aproksiman, maupun frikatif[2]
Karakteristik konsonan
Karakteristik konsonan dari konsonan kepakan hulu-kerongkongan adalah:
Cara artikulasinya adalah kepak (Tap), yang berarti dihasilkan dengan satu kontaksi otot sehingga artikulator (biasanya lidah) dilemparkan atau dikepakan ke bagian lain.
Dalam satu sel tabel, simbol-simbol di sebelah kanan adalah bersuara, di sebelah kiri adalah tidak bersuara atau nirsuara. Petak-petak yang digelapkan menandakan penyebutan yang dianggap mustahil.
Esling, John (2010), "Phonetic Notation", dalam Hardcastle, William J.; Laver, John; Gibbon, Fiona E. (ed.), The Handbook of Phonetic Sciences (Edisi 2nd), Wiley-Blackwell, ISBN978-1-4051-4590-9
Dalam satu sel tabel, simbol-simbol di sebelah kanan adalah bersuara, di sebelah kiri adalah tidak bersuara atau nirsuara. Petak-petak yang digelapkan menandakan penyebutan yang dianggap mustahil.