*Daftar ini juga mencakup mereka yang tidak melabeli diri sebagai umat Theravāda, seperti mereka dalam masa prasektarian, masa awal, modernis, EBT-is, dll., tetapi sangat dipengaruhi dan/atau memengaruhi ajaran Theravāda klasik.
Walpola Rahula (9 Mei 1907–18 September 1997) adalah seorang biku, cendekiawan, dan penulis BuddhisSri Lanka. Pada tahun 1964, ia menjadi Profesor Sejarah dan Agama di Universitas Northwestern sehingga menjadi biku pertama yang memegang jabatan profesor di dunia Barat.[1] Ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Rektor di Universitas Vidyodaya (saat itu dikenal sebagai Universitas Sri Jayewardenepura). Ia telah banyak menulis tentang agama Buddha dalam bahasa Inggris, Prancis, dan Sinhala. Ia menulis buku What the Buddha Taught tentang Buddhisme Theravāda.[2]
Biografi
Ia dilahirkan pada tanggal 9 Mei 1907 di Walpola, sebuah desa kecil di distrik Galle di Sri Lanka selatan.[3] Pada usia tiga belas tahun, ia masuk Sangha. Pendidikannya meliputi bahasa Sinhala, Pali, Sanskerta, Buddhisme, sejarah, dan filsafat. Ia belajar di Vidyalankara Pirivena dan di Universitas Ceylon, tempat ia bergaul dengan E. F. C. Ludowyk, G. P. Malalasekera, E. W. Adikaram, dan para cendekiawan lainnya. Setelah masa studinya di Sorbonne, ia menjadi Wakil Rektor Universitas Vidyodaya. Ia terkenal tidak hanya karena pengetahuannya yang luas, tetapi juga karena pandangan sosialisnya yang kuat, serta keyakinannya bahwa para biku memiliki tugas untuk memainkan peran dalam membimbing kesadaran politik masyarakat. Bukunya Bhikshuvakage Urumaya (Warisan Biku) merupakan suara yang kuat dalam gerakan Nasionalis Buddhis yang menyebabkan kemenangan elektoral Solomon Bandaranaike pada tahun 1956. Ia meninggalkan Universitas Vidyodaya pada tahun 1969 karena perbedaan politik dengan pemerintah saat itu. Setelah itu, ia kembali ke Barat dan bekerja di berbagai lembaga akademik di Eropa. Ia kembali ke Sri Lanka menjelang akhir hayatnya, dan tinggal di sebuah wihara dekat Parlemen Baru di Kotte hingga waktunya ia wafat.[butuh rujukan]
Karier akademis
Walpola Rahula kuliah di Universitas Ceylon (sekarang dikenal sebagai Universitas Peradeniya). Ia memperoleh gelar B.A. Honours (London), dan kemudian memperoleh gelar Doktor Filsafat, setelah menulis tesis tentang Sejarah Buddhisme di Sri Lanka (Ceylon). Kemudian, ia melanjutkan studi Filsafat India di Universitas Calcutta, dan belajar Mahayana di Sorbonne. Selama waktunya di Sorbonne pada akhir 1950-an, ia menulis buku What the Buddha Taught, sebuah teks pengantar yang banyak dibaca dan sangat berpengaruh[4][5] tentang Buddhisme, yang membuatnya dikenal oleh banyak orang.
Walpola Rahula Thera adalah biku pertama yang menjadi profesor di Universitas Barat. Ketika beliau menjadi Profesor Sejarah dan Sastra Agama, belum ada wihara berdasarkan aliran Theravāda di Amerika Serikat. Beliau kemudian menjadi Profesor Emeritus di universitas yang sama. Rahula juga memegang jabatan di beberapa Universitas Amerika lainnya. Beliau adalah dosen tamu di Swarthmore College dan Dosen Regents di UCLA. Beliau menjadi Wakil Rektor Universitas Vidyoda (sekarang Universitas Sri Jayawardhanapura) pada tahun 1964. Beliau kemudian berperan penting dalam mendorong pembentukan wihara Theravāda pertama di Amerika Serikat, Washington Buddhist Vihara, yang terletak di Washington, D.C..
Pada tahun 1950, atas rekomendasi Paul Demiéville, seorang anggota dan profesor di Collège de France, ia dianugerahi hibah oleh pemerintah Prancis untuk mempelajari Buddhisme Mahāyāna, utamanya subaliran Yogācāra, sebagaimana diajarkan oleh Asaṅga, seorang biku dan filsuf India dari abad ke-4 Masehi. Meskipun Walpola Rahula ditahbiskan dalam aliran "Jalan para sesepuh" (Theravāda), ia telah menyatakan keinginannya untuk "mempelajari praktik kitab-kitab Tibet dan Tionghoa untuk memperluas oikumenisme-nya (pengetahuan antaraliran)".[6]
Gelar
Walpola Rahula dianugerahi beberapa gelar semasa hidupnya. Gelar kehormatan tertinggi, Tripitakavagisvaracarya (Guru Agung Tripitaka), diberikan kepadanya oleh Sri Kalyapi Samagri Sanghasabha (Pejabat Tinggi Sangha di Sri Lanka) pada tahun 1965, dengan gelar Sri (Yang Mulia), gelar yang hanya dimiliki oleh dua atau tiga cendekiawan di Sri Lanka. Ia juga dianugerahi gelar "Aggamahāpaṇḍita" dari Burma.
Publikasi
Walpola Rahula Thera banyak menulis tentang Buddhisme Theravāda. Selain bukunya yang terkenal di dunia, What the Buddha Taught, ia juga menerbitkan sejumlah besar karya tulis tentang Buddhisme. Buku-buku terkenal yang ditulisnya antara lain, History of Buddhism in Ceylon, Heritage of the Bhikkhu, Zen and the Taming of the Bull, dan Le Compendium de la Super Doctrine (Prancis).
↑Gunawardana, C. A. (2003). Encyclopedia of Sri Lanka (dalam bahasa Inggris). New Delhi: Sterlin Publishers Privet Limited. hlm.242. ISBN81-207-2536-0. He (Walpola Rahula Thero) was the first Buddhist monk to occupy a professorial chair in a western university - Northwestern University in Chicago
Anderson, Carol (2001), Pain and Its Ending: The Four Noble Truths in the Theravada Buddhist Canon, Motilall Banarsidas
Gimello, Robert M. (2004), "Icon and Incantation: the Goddess Zhunti and the Role of Images in the Occult Buddhism of Cina", dalam Granoff, Phyllis; Shinohara, Shinohara (ed.), Images in Asian Religions: Text and Contexts, UBC Press
Jenkins, Stephen (2002), "Black Ships, Blavatsky, and the Pizza Effect", dalam Hori, Victor Sōgen; Hayes, Richard P.; Shields, James Mark (ed.), Teaching Buddhism in the West: From the Wheel to the Web, Psychology Press